Ekspor 5.600 Ton Bawang ke Thailand

Ekonomi-Bisnis | Kamis, 02 Agustus 2018 - 13:07 WIB

Ekspor 5.600 Ton Bawang ke Thailand
PANEN BAWANG: Seorang petani bawang memanen hasil tanamannya, belum lama ini. Indonesia saat ini menjadi salah satu negara pengekspor bawang merah. (RYAN SAPUTRA/JPG)

Brebes (RIAUPOS.CO) – Kementerian Pertanian (Kementan) kembali melepas ekspor bawang merah ke Thailand. Brebes merupakan sentra bawang merah terbesar di Indonesia telah memberikan kontribusi 18,5 persen dari produksi nasional atau 57 persen dari produksi Jawa Tengah.

Memasuki panen raya Juni-Agustus bawang merah yang dihasilkan petani di Kabupaten Brebes, tak hanya dapat memenuhi keperluan di dalam negeri. Namun komoditas tersebut juga kembali berhasil mengekspor bawang merah ke Thailand, kali ini sebesar 5.600 ton dari target 9.000 ton untuk tahun ini.

“Hari ini (kemarin, red) kami membuktikan lagi kepada dunia, dulu kami impor bawang merah ke Thailand, sekarang kita balika ekspor ke negara tersebut. Ini adalah serangan balik, karena target ekspor naik 100 persen. Ini juga mencetak dolar, seperti arahan khusus Presiden Jokowi,’’ ujar Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiaman saat melepas truk kontainer ekspor bawang merah oleh PT Revi Makmur Sentosa, di Brebes, Rabu  (1/8).

Mentan mengatakan bersama Dirut Bulog Budi Waseso, Kementan akan bekerja lebih cepat dan siap bekerja sama meningkatkan pertanian Indonesia serta dengan tegas menolak impor masuk ke Indonesia. “Selama Budi Waseso menjadi dirut, kami tidak sering rapat lagi tapi langsung kerja ke lapangan menyelesaikan masalah. Lewat sms saja selesai persoalan kita,” ujar Amran.

Ekspor bawang merah yang terus berlanjut ini membuktikan bahwa Indonesia tidak hanya berhasil mewujudkan swasembada, tapi juga mewujudkan kedaulatan bawang merah. Tercatat, sejak 2016 hingga saat ini, Indonesia sudah tidak lagi mengimpor bawang merah, akan tetapi terus mencatatkan diri sebagai pengekspor bawang merah.

Mentan mengatakan bahwa ekspor bawang merah ke Thailand merupakan prestasi besar pembangunan pertanian di era pemerintahan Jokowi-JK. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2014 Indonesia masih mengimpor bawang merah sebesar 74.903 ton. Pada 2015 total impor sebesar 17.429 ton, tetapi pada 2016 tidak ada impor bawang merah. Bahkan mampu mengekspor 735 ton serta pada tahun 2017 Indonesia telah berhasil ekspor 7.750 ton bawang merah naik 93,5 persen.

Lebih lanjut Mentan mengatakan bahwa prestasi ini menunjukkan kemampuan bangsa Indonesia membalikkan keadaan, yang semula importir menjadi negara eksportir bawang merah ke beberapa negara ASEAN. ‘’Hari ini (kemarin, red) di momen menyambut 73 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, kita kembali membuktikan kemampuan kita dengan mengekspor bawang merah ke Thailand sebanyak 5.600 ton “ tambah Mentan

Pada 2016 luas panen bawang merah Indonesia mencapai 149,6 ribu ha dengan produksi mencapai 1,45 juta ton serta luas tanam naik menjadi 22,5 persen dari tahun sebelumnya. Pada 2017 target produksi bawang merah 1,47 juta ton naik 1,7 persen dari 2016. “Sudah ada 5 komoditas pertanian termasuk bawang merah yang berhasil kita ekspor, dan dilakukan dalam jangka waktu yang singkat, “ tegas Mentan.(jpg)




Tuliskan Komentar anda dari account Facebook