2,2 Juta Ton Beras Antisipasi Musim Kering
Sabtu, 04 Agustus 2018 - 15:08 WIB > Dibaca 556 kali Print | Komentar
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Gejala kekeringan yang melanda sejumlah daerah dikhawatirkan akan membuat harga pangan, khususnya beras meroket. Jumat (3/8) Presiden Joko Widodo memanggil sejumlah menteri dan kepala Bulog ke Istana Kepresidenan, Jakarta untuk mengantisipasi hal tersebut.

Ditemui usai pertemuan, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Na­sution mengatakan, berda­sarkan pantauannya, harga beras mengalami sedikit kenaikan di sejumlah wilayah. Salah satu penyebabnya adalah kekeringan yang mulai terjadi di beberapa sentra produksi beras“Di beberapa tempat itu keringnya sudah agak melanda, sehingga pedagang biasanya dia mulai coba-coba naikkan dulu,” ujarnya di halaman Istana Negara.

Sayangnya, dia enggan menyebutkan nama daerah­nya. Meski ada sedikit ke­naikan, Darmin membantah terjadi  kelangkaan di titik-titik tersebut. Namun dia mengingatkan, isu kekeringan bisa dijadikan alasan bagi pemain nakal untuk menaikkan harga beras. “Bisa saja, tapi masih kecil, mumpung masih kecil ya kita dipanggil presiden,” imbuhnya.

Soal antisipasi pemerintah, Darmin menyebut operasi pasar bisa sewaktu-waktu dilakukan jika dibutuhkan. Apalagi, stok beras secara nasional masih tercukupi. Dirut Perum Bulog Komjen (Purn) Budi Waseso membenarkan jika stok beras aman. Saat ini, bulog memiliki cadangan beras sebanyak 2,2 juta ton yang tersebar di berbagai gudang pada banyak tempat. “Sekarang ini kita justru beras dalam kondisi yang banyak, dan gudang kita khususnya di Jawa ini gak cukup menampung,” ujarnya.

Apalagi, saat ini, sejumlah daerah juga masih ada yang panen dan jajarannya sudah siap melakukan penyerapan. “Yang pasti ada tambahan, ini september itu tambahan 1 juta ton, sudah pasti. Jadi 3 juta,” imbuhnya.

Dengan kondisi tersebut, Buwas optimis, Indonesia bisa melewati masa kekeringan tanpa kelangkaan beras. Bahkan, dia menjamin ketersediaannya bisa terjaga hingga akhir tahun atau panen raya Maret tahun depan.

Soal rencana operasi pasar, dia menyebut masih melihat kondisi. Jika diperlukan, dengan bekal 2,2 juta ton pihaknya siap melakukan kapanpun dan di mana pun. “Kita sudah siap, sudah kita prediksi operasi itu kepentingan yang banyak, paling banyak 500 ribu ton,” tuturnya.

Mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) itu juga memastikan Indonesia tidak perlu melakukan impor dalam menghadapi kekeringan panjang. “Kita tidak mendahului impor, kalau gak perlu impor kenapa kita impor?,” pungkasnya.(far/lim)
KOMENTAR
Berita Update
Pembakar Lahan TNTN Ditangkap

Pembakar Lahan TNTN Ditangkap
Minggu, 23 September 2018 - 19:52 wib
Catatan Teater Riau
Kembalinya sang Primadona
Minggu, 23 September 2018 - 19:48 wib

Disdik Tempati Gedung Eks SMK Teknologi
Minggu, 23 September 2018 - 19:47 wib
Alamaaak!
Ditabrak Emak-Emak
Minggu, 23 September 2018 - 19:46 wib
Warga Resah dengan Kandungannya
Anggur Murah Laris Manis Terjual
Minggu, 23 September 2018 - 19:40 wib
Minta Jembatani GP Ansor-UAS
PWNU Riau Sambangi LAMR
Minta Jembatani GP Ansor-UAS
Minggu, 23 September 2018 - 17:50 wib
2.000 IKM Tak Terdaftar

2.000 IKM Tak Terdaftar
Minggu, 23 September 2018 - 15:00 wib
Pemotor Kecelakaan Beruntun
Akibat Oli Tumpah
Pemotor Kecelakaan Beruntun
Minggu, 23 September 2018 - 14:48 wib
Polisi Gadungan Ditangkap

Polisi Gadungan Ditangkap
Minggu, 23 September 2018 - 14:34 wib
Cari Berita
Ekonomi-Bisnis Terbaru
Hotel Prime Park Promo Wedding Expo

Jumat, 21 September 2018 - 16:01 WIB

Novi UKM Mitra Alfamart

Jumat, 21 September 2018 - 15:27 WIB

Belanja Hemat hingga 50 Persen di Informa WOW Sale

Jumat, 21 September 2018 - 14:45 WIB

Aplikasi BPJSTKU Raih Penghargaan ASSA Recognition Award di Vietnam
BPJS TK Beri Penghargaan pada Tiga Perusahaan Terbaik

Kamis, 20 September 2018 - 20:34 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us