21.358 Anak Telah Divaksin MR
Senin, 06 Agustus 2018 - 20:02 WIB > Dibaca 783 kali Print | Komentar
21.358 Anak Telah Divaksin MR
ZAINI RIZALDY SARAGIH
Berita Terkait



PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Kendati menuai polemik di tengah masyarakat, pelaksanaan imunisasi measles rubella (MR) terus berjalan di Kota Pekanbaru. Memasuki hari ketiga, sebanyak 21.358 anak telah diberikan vaksin untuk mencegah penularan penyakit campak dan rubella.

Akan tetapi dalam pelaksanaannya, setidaknya terdapat 4.286 anak yang menolak diberikan imunisasi. Penolakan tersebut terjadi lantaran adanya keputusan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyebutkan salah satu kompenen vaksin mengandung bahan yang tidak halal.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kese­hatan (Diskes) Kota Pekanbaru dr Zaini Rizaldy Saragih mengatakan, pemberian imunisasi MR masih terus berjalan mengingat sejauh ini belum ada keputusan baik dari Pemerintah Pusat, gubernur maupun wali kota untuk penangguhannya.

“Kami masih tetap jalan. Karena belum ada keputusan untuk menghentikan atau penangguhan,”

ujar Zaini Rizaldy Saragih kepada Riau Pos, Ahad (5/8).

Imunisasi MR merupakan program Pemerintah Pusat yang pelaksanaannya serentah dilakukan pada bulan Agustus hingga September mendatang. Sasaran anak berusia sembilan bulan sampai 15 tahun. Pada bulan Agustus, kata Zaini, pihaknya melakukannya di seluruh sekolah yang ada di Kota Bertuah. “Bulan ini di sekolah-sekolah. memasuki hari ketiga, kami sudah memaksin sebanyak 21.358 anak. Namun, terdapat 4.286 anak menolak diberi vaksin,” sebut Zaini.

Terhadap adanya penolakan itu, sambung dokter Bob, pihak­nya tidak bisa berbuat banyak. Namun, pihaknya telah menyosialisasikan kepada sekolah maupun wali murid akan pentingnya pemberian imunisasi bagi buah hati dalam sisi kesehatan.

Ditambakan dia, bagi anak yang menolak maka diminta kepada orangtua atau pihak sekolah membuat surat pernyataan. Hal ini mengantipasi apabila terjadi permasalahan di kemudian harinya.

“‎Imunisasi ini tidak dipaksakan. Kita juga tidak memaksa, siapa yang mau saja. ‎Kalau menolak diminta membuat surat pernya­taan, supaya apabila anak terserang penyakit campak dan rubella, pemerintah tidak disalahkan. Karena bahaya yang ditimbulkan jika tidak diberikan vaksin sudah jelas,” ungkapnya.(rir)
KOMENTAR
Berita Update
Orba Jadi Alat untuk Takut-Takuti Rakyat

Orba Jadi Alat untuk Takut-Takuti Rakyat
Selasa, 20 November 2018 - 19:30 wib
Kemenpan RB Tak Akan Turunkan Passing Grade CPNS 2018

Kemenpan RB Tak Akan Turunkan Passing Grade CPNS 2018
Selasa, 20 November 2018 - 18:51 wib
Transaksi Mencurigakan Tokoh Agama

Transaksi Mencurigakan Tokoh Agama
Selasa, 20 November 2018 - 18:25 wib
Surat Suara Lebih Besar dari Koran

Surat Suara Lebih Besar dari Koran
Selasa, 20 November 2018 - 17:54 wib

2 Hafiz Rohul Raih Juara di MHQ ASEAN
Selasa, 20 November 2018 - 17:38 wib
Granadi Disita, DPP Partai Berkarya Pindah Kantor

Granadi Disita, DPP Partai Berkarya Pindah Kantor
Selasa, 20 November 2018 - 17:32 wib

Sabu Rp4 M Disimpan dalam Tas Ransel
Selasa, 20 November 2018 - 17:22 wib
Dua Mahasiswi Tewas Ditabrak Truk

Dua Mahasiswi Tewas Ditabrak Truk
Selasa, 20 November 2018 - 15:00 wib

Pemkab Komit Kelola Lahan Gambut
Selasa, 20 November 2018 - 14:30 wib

TP PKK Berikan Penanganan Stunting di 10 Desa
Selasa, 20 November 2018 - 14:00 wib
Cari Berita
Kesehatan Terbaru
Berlari 15 Menit untuk Daya Ingat yang Baik

Minggu, 18 November 2018 - 20:28 WIB

Desember, Awal   Pemeriksaan JCH

Kamis, 15 November 2018 - 14:30 WIB

Maksimalkan Pelayanan Kesehatan untuk Vaksinasi MR

Kamis, 15 November 2018 - 13:45 WIB

Ratusan Warga Ikuti Pengobatan Gratis

Selasa, 13 November 2018 - 16:00 WIB

Vaksinasi Ulang Dilakukan di Kelurahan KLB Difteri di Tampan
Sagang Online
loading...
Follow Us