DKK Padangpanjang Tetap Lakukan Imunisasi MR
Selasa, 07 Agustus 2018 - 10:09 WIB > Dibaca 631 kali Print | Komentar
PADANGPANJANG (RIAUPOS,CO) - Meski Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Moeloek telah menyatakan menunda pelaksanaan imunisasi MR berdasarkan hasil pertemuan dengan Ketua MUI pada Jumat (3/8) lalu. Namun, Dinas Kesehatan Kota (DKK) Padangpanjang tetap menjalankan program tersebut.


Kepala DKK Padangpanjang, Nuryanwar menjawab sesuai dengan penjelasan pihak dinas terkait Provinsi Sumbar tetap menjalankan imunisasi vaksin tersebut sebagai mana dilakukan kabupaten dan kota lainnya. Hal tersebut juga sudah dikoordinasikan dengan pemerintah di sejumlah daerah di Sumbar.

Pemberian vaksin tersebut dikatakannya sangat penting, mengingat dampak yang sangat berbahaya bagi kesehatan ibu hamil dan bayi yang dilahirkan jika tidak dilakukan imunisasi terkait. Di antaranya disebutkannya, dapat menimbulkan cacat permanen hingga berakibat kematian.

“Sebagai mana petunjuk pihak provinsi dan kabupaten kota lainnya di Sumbar, kami tetap melakukan imuniasi bagi masyarakat. Namun dalam pelaksanaannya, pemberiak vaksin hanya kita lakukan terhadap masyarakat yang mau saja,” jawab Nuryanwar kepada wartawan, Senin (6/8).

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakanmenag) Padangpanjang, Usman Piliang juga mengajurkan agar pemberian vaksin Measles Rubella (MR) tersebut ditunda hingga adanya kejelasan hukumnya dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Hal itu dikatakannya sesuai dengan kesepakatan hasil rapat di Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Sumbar beberapa waktu lalu.

“Kebijakan MR merupakan urusannya Dinkes dan pemerintah daerah, serta untuk halal dan haramnya merupakan kebijakan Fatwa MUI. Terkait gerakan ini, kami mendukung dengan catatan bahannya halal. Karena itu kita mengimbau sesuai dengan keyakinan sebagai umat muslim yang terikat dengan syariat, untuk madrasah kita tegaskan ditangguhkan,” jawab Usman.

Sementara Ketua DPRD Kota Padangpanjang, Novi Hendri juga menganjurkan pelaksanaan imunisasi MR dapat menunggu hasil pertemuan pihak Kemenkes dengan MUI. Hal tersebut dikatakannya agar tidak salah mengambil kebijakan, karena kebutuhan akan vaksinasi tersebut sangat urgent bagi masyarakat jika melihat efek negative apa bila tidak diberikan.

“Namun di satu sisi, kita yang mayoritas muslim tentunya ini akan menjadi dilema. Karena itu kami menganjurkan kepada pihak terkait untuk menunggu hasil pertemuan pihak di kementerian dengan ulama,” ucap Novi melalui selulernya.

Salah seorang masyarakat di kota berjuluk Serambi Mekkah tersebut, David NM, 35, mengatakan dilematis vaksin MR sama halnya dengan vaksin meningitis bagi jamaah haji yang juga dulu ditentang MUI terkait halal haramnya. Dikatakannya, kondisi tersebut terjadi saat Kemenkes dipimpin almarhum Endang di zaman kepemimpinan Presiden RI Bambang Susilo Yudhoyono.

“Dulunya vaksin haji juga diketahui berbahan yang tidak sesuai dengan syariat Islam. Kemudian setelah dilakukan studi ke Banglades, akhirnya ditemukan bahan pengganti yang sesuai dengan syariat Islam dan halal digunakan sebagai vaksin yang wajib bagi setiap jemaah calon haji. Dan tidak mungkin vaksin MR juga dapat dicarikan solusinya seperti ini,” ungkap David lulusan Fakultas Hukum Unand tersebut.(wrd/jpg)
KOMENTAR
Berita Update

Syamsuar Hadiri Haul Marhum Pekan
Rabu, 21 November 2018 - 13:15 wib
2019, Satu Suara Dihargai Rp1.000

2019, Satu Suara Dihargai Rp1.000
Rabu, 21 November 2018 - 13:07 wib
Pelajar Jadi Korban Tabrak Lari

Pelajar Jadi Korban Tabrak Lari
Rabu, 21 November 2018 - 13:00 wib
Pemkab Bakal Hibahkan Gedung SMK

Pemkab Bakal Hibahkan Gedung SMK
Rabu, 21 November 2018 - 12:45 wib

Bongkar Reklame Ilegal
Rabu, 21 November 2018 - 12:30 wib
Pemkab Tak Tutup Mata pada Kerusakan Jalan Gajah Mada

Pemkab Tak Tutup Mata pada Kerusakan Jalan Gajah Mada
Rabu, 21 November 2018 - 12:00 wib
Plastik Ditopang Pertumbuhan Industri Mamin

Plastik Ditopang Pertumbuhan Industri Mamin
Rabu, 21 November 2018 - 11:35 wib
Maksiat Jangan Dianggap Sepele

Maksiat Jangan Dianggap Sepele
Rabu, 21 November 2018 - 11:30 wib
Kayu Tumbang, Listrik Padam 21 Jam

Kayu Tumbang, Listrik Padam 21 Jam
Rabu, 21 November 2018 - 11:15 wib
Cari Berita
Sumatera Terbaru
Pingsan dan Meninggal Usai Lomba Salawat

Rabu, 21 November 2018 - 10:45 WIB

Solar Langka di Batam

Rabu, 21 November 2018 - 09:53 WIB

Formasi CPNS Sumbar Terancam Kosong

Jumat, 16 November 2018 - 16:00 WIB

2019, Tour de Singkarak Lintasi Mandeh dan Jambi

Senin, 12 November 2018 - 20:30 WIB

Tausiah UAS Banjir Jamaah

Senin, 12 November 2018 - 20:00 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us