120 Guru Pelatihan Pengolahan Limbah

Riau | Rabu, 08 Agustus 2018 - 11:35 WIB

DURI (RIAUPOS.CO) - 120 orang peserta terdiri dari guru-guru dari enam lembaga pendidikan di Duri dan sekitarnya serta anggota Persatuan Ibu-ibu Chevron Duri (PIICD) mengikuti pelatihan pengelolaan limbah rumah tangga (home waste management workshop) di Gedung Lancang Kuning, Kompleks Chevron Duri, Selasa (7/8).

Para peserta terdiri dari guru Yayasan Pendidikan Cendana (YPC), Yayasan Pendidikan Islam Terpadu Mutiara (YPIT), Yayasan Prayoga Riau Santo Yosep, Yayasan Pendidikan Immanuel, Sekolah Alam Duri, SMK Aisyiyah Duri serta ibu-ibu anggota PIICD.

Pelatihan sehari penuh dengan narasumber Lambas Hutabarat dan rekan dari Bank Sampah Pematang Pudu Bersih (PPB) itu adalah tajaan PIICD bekerj asama dengan PT Chevron Pacific Indonesia (CPI).

Para peserta sangat antusias mengikuti pelatihan dengan tema berkreasi dengan limbah rumah tangga ini. Tidak hanya dibekali dengan paparan teori semata, peserta juga diajak mempraktikkan langsung pengelolaan limbah kertas dan plastik di bawah bimbingan 14 staf terlatih dari Bank Sampah PPB dan mitranya.

Dalam sambutannya, Ketua PIICD, Bambang Tresnawati (Iin) menyebutkan fakta bahwa bumi ini sedang menghadapi berbagai masalah pencemaran yang serius. Salah satu pencemaran tersebut terjadi karena adanya tumpukan sampah yang semakin hari semakin bertambah. Makanya segenap pihak perlu ikut turun tangan mengatasi masalah sampah tersebut.

Ia juga menyebut alasan kenapa para guru sengaja dipilih menjadi target dalam pelatihan ini. “Target ini dipilih dengan pertimbangan agar guru-guru lebih lanjut dapat mengedukasi siswa dengan bekal pelatihan yang sudah diperolehnya,” ujar Iin.

Ia pun mengaku, acara ini dimaksudkan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan. Chevron secara umum dan PIICD khususnya juga ingin memainkan perannya sebagai agent of change dalam mengedukasi masyarakat dalam pelestarian lingkungan.

“Kegiatan ini juga merupakan langkah konkret untuk menangani masalah limbah rumah tangga. Sekaligus dimaksudkan untuk memberi pemberdayaan guna meningkatkan pendapatan masyarakat dengan mengolah sampah menjadi produk baru yang unik yang dapat digunakan kembali dan bernilai ekonomis,” ucapnya.(sda)





loading...

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook