Depan >> Berita >> Hukum >>
Luna Maya dan Cut Tari Tetap Tersangka
Rabu, 08 Agustus 2018 - 11:12 WIB > Dibaca 899 kali Print | Komentar
Luna Maya dan Cut Tari Tetap Tersangka
Luna Maya dan Cut Tari. (INTERNET)
Berita Terkait

Mau Balikan pada Ariel Noah? Luna: Enggak Dulu...



JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Kasus video porno yang melibatkan Ariel NOAH, Luna Maya, dan Cut Tari kembali mencuat. Lembaga Pengawasan dan Pengawalan Penegakan Hukum Indonesia (LP3HI) mengajukan praperadilan kasus tersebut ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Isi dari praperadilan yang diajukan pada awal Juni lalu itu adalah meminta kepada Kapolri  untuk mencabut status tersangka Luna dan Tari serta menghentikan penyidikan. Kasus pun dinilai sudah kedaluwarsa karena berlangsung 8 tahun lalu.

Selasa (7/8), hakim Florensani Susana membacakan putusan terkait praperadilan itu. Hasilnya, praperadilan yang diajukan oleh LP3HI ditolak. Hakim mengatakan bahwa Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tidak berwenang mengabulkan permohonan praperadilan atas status Cut Tari dan Luna Maya.

”Perkara ini bukan objek praperadilan, dan selanjutnya permohonan ini dinyatakan tidak dapat diterima,” paparnya. Dengan demikian, Luna dan Tari tetap berstatus sebagai tersangka kasus video porno yang beredar pada 2010. Pihak penyidik belum menghentikan proses penyidikan terkait kasus itu.

Wakil ketua LP3HI Kurniawan Adi Nugroho mengungkapkan, pengajuan praperadilan terkait kasus video porno itu adalah atas inisiatif pihaknya.  ”Sama sekali nggak ada komunikasi ke pihak manajemen Luna dan Tari maupun kuasa hukumnya,” ujar Kurniawan saat ditemui di PN Jakarta Selatan, kemarin siang.

Kini, setelah gugatan praperadilan itu ditolak, bagaimana respons LP3HI? Kurniawan menuturkan, mau tidak mau penyidik harus segera melimpahkan berkas perkara ke kejaksaan untuk segera disidangkan. Pe­ngadilan yang akan memutuskan. ”Kalau memang tak cukup bukti ya hentikan aja. Jangan menggantung status orang sebagai tersangka selama 8 tahun, itu nggak fair,” papar Kurniawan seusai pembacaan putusan. 

”Silakan untuk Cut Tari dan Luna, kami sudah membuka pintu. Silakan mengajukan argumentasi hukum terkait hal ini,” lanjutnya.

Adi menambahkan bahwa dia menyerahkan kepada pihak Luna atau Tari untuk menentukan tindakan hukum selanjutnya.  ”Jika mereka keberatan atau lebih nyaman dengan status tersangka, ya silakan. Seseorang bisa dicekal, ditahan, disita, atau segala macam jika berstatus sebagai tersangka,” tambah Kurniawan.

Jika dalam enam bulan ke depan tidak ada penyidikan lebih lanjut, pihaknya berencana mengajukan gugatan praperadilan kembali.

Terkait hal itu, pihak Luna masih enggan berkomentar apapun. Saat dihubungi Jawa Pos (JPG) kemarin siang, Dhea, asisten Luna, menolak untuk memberikan statement terkait permohonan praperadilan kasus video porno Luna. “Mohon maaf, saya tidak terbuka untuk pertanyaan semacam itu,” ujar Dhea.

Luna sendiri selalu menolak berkomentar jika ada yang menanyakan seputar kasus video pornonya. Pada 2015, ketika sebuah tabloid merilis edisi dengan fotonya dan Tari yang bertuliskan ”Reuni Artis Pelaku Video Mesum”, Luna memberikan tanggapan sinis. Lewat akun Twitter-nya, mantan bintang iklan sabun mandi itu menulis bahwa siapapun yang menulis headline dan berita di tabloid itu, orangnya sangat berpendidikan. Tentu kalimat itu dimaksudkan untuk menyindir judul yang ada di sampul tabloid.

Ditolaknya permohonan praperadilan ini sebenarnya bisa berdampak pada dua hal. Di satu sisi, baik Luna maupun Tari bisa mendapat kejelasan hukum terkait status tersangka mereka yang dibiarkan menggantung selama 8 tahun.(len/nor/jpg)
KOMENTAR
Berita Update

Kapal Eastern Glory “Tabrak” Jembatan 2 Barelang
Kamis, 23 Januari 2019 - 18:46 wib
Calon Tuan Rumah  Bawa Kepala Daerah

Calon Tuan Rumah Bawa Kepala Daerah
Kamis, 23 Januari 2019 - 17:25 wib
Hakim Kuatkan Putusan PN Siak
Nelson Tetap Dihukum Setahun Penjara
Hakim Kuatkan Putusan PN Siak
Kamis, 23 Januari 2019 - 17:00 wib
Per usak Atribut PD Segera Jalani Persidangan

Per usak Atribut PD Segera Jalani Persidangan
Kamis, 23 Januari 2019 - 16:25 wib
Hadirkan 15 Saksi, Satu Alat Bukti Dibatalkan

Hadirkan 15 Saksi, Satu Alat Bukti Dibatalkan
Kamis, 23 Januari 2019 - 16:15 wib
BRPS Sepi, Bus dan Travel Tak Masuk Terminal
Kendi Harahap: Terminal Kewenangan Kemenhub
BRPS Sepi, Bus dan Travel Tak Masuk Terminal
Kamis, 23 Januari 2019 - 16:00 wib
Curanmor Kembali Beraksi, Resahkan Warga Dumai

Curanmor Kembali Beraksi, Resahkan Warga Dumai
Kamis, 23 Januari 2019 - 15:40 wib
Dana Terhimpun saat Tablig Akbar UAS Rp48 Juta Lebih

Dana Terhimpun saat Tablig Akbar UAS Rp48 Juta Lebih
Kamis, 23 Januari 2019 - 15:25 wib
120 Kasus DBD, Mayoritas Anak-Anak

120 Kasus DBD, Mayoritas Anak-Anak
Kamis, 23 Januari 2019 - 15:15 wib
Penempatan Kerja Menjadi Tanggung Jawab Bersama

Penempatan Kerja Menjadi Tanggung Jawab Bersama
Kamis, 23 Januari 2019 - 15:00 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Grasi Susrama Ironis Kemerdekaan Pers

Rabu, 23 Januari 2019 - 10:28 WIB

Pembebasan Ustaz Abu Bakar Ba’asyir Tak Bisa Tabrak Aturan
Jadwalkan Periksa Maraton 45 Artis

Selasa, 22 Januari 2019 - 11:05 WIB

Pembebasan Ustaz Ba’asyir Dikaji Lagi

Selasa, 22 Januari 2019 - 10:10 WIB

Kasus Ustaz Ba’asyir Bukti Gagalnya Pemasyarakatan

Senin, 21 Januari 2019 - 14:13 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini