Alasan Bisnis, Go-Jek Tetap Potong Bonus
Jumat, 10 Agustus 2018 - 19:30 WIB > Dibaca 2461 kali Print | Komentar
KOTA (RIAUPOS.CO) - Permasalahan pemotongan bonus mitra Go-Jek memasuki babak baru. Para driver Go-Car Pekanbaru berencana menggelar demo besar-besaran menolak pemotongan tersebut. Namun pihak PT Go-jek Indonesia berdalih pemotongan dilakukan demi kelangsungan bisnis dan kesejahteraan mitra.


Belum ada kejelasan dari perusahaan aplikasi transportasi online itu atas tuntutan para driver Go-Car. Namun, PT Go-Jek Indonesia berupaya membujuk mitra mereka untuk tidak melaksanakan aksi bertepatan dengan pembukaan ajang Asian Games pada 18 Agustus mendatang.


Micheal Say berharap para mitra tetap fokus bekerja nafkah untuk dirinya maupun keluarga.
“Kami harapkan tidak ada aksi dan keributan-keributan, ketika ajang Asian Games, “ ujar Michael Say dalam kegiatan program Go-Jek Swadaya di salah satu hotel di Pekanbaru, Kamis (9/8).


Ia mengaku pihaknya terus berupaya melakukan komunikasi dengan para mitra. Proses mediasi masih terus berjalan dan pihaknya selalu siap melakukan diskusi  terkait persoalan kesejahteraan mitra Go-Jek.


“Kami terbuka untuk berdiskusi terkiat tentang kesejahtera. Program Go-jek Swada bukan untuk merendam. Kami sudah meluncurkan sejak dua tahun lalu,” sebutnya.


Mengenai kebijakan pemotongan bonus disampaikannya, semua kebijakan yang diambil PT Go-Jek telah melalui pembahasan matang dan mempertimbangkan sejumlah aspek. Selain itu, demi keberlangsungan para mitra dalam bersaing di pasaran “Kebijakan-kebijakan yang dilakukan demi keberlangsungan pendapatan, bukan hanya dari segi bisnis. Justru keberlangsungan mitra itu sendiri biar berkompetisi dengan pasar,” tambahnya.


Di mana, pihaknya sebagai apliktor bertugas terus memberikan pendapatan bagi para mitra. Lalu menciptakan permintaan yang lebih banyak lagi.


“Kalau kita berkompetisi di pasar harus lihat supply and demand. Tugas kami sebagai aplikator terus memberikan pendapatan ke mitra dan kedua adalah menciptakan demand lebih banyak lagi,” imbuh Michael.


Mengenai masalah kesejahteraan, dia menyebutkan, pihaknya berupaya menciptakan demand yang lebih banyak. Sehinga mitra ditekan dengan biaya operasional yang semakin sedikit.(rir)
KOMENTAR
Berita Update
Penabalan Gelar Adat
Ingatkan Jokowi ketika Dilantik
Minggu, 16 Desember 2018 - 15:28 wib

SBY Sampaikan Sinyal "Perang"
Minggu, 16 Desember 2018 - 15:20 wib

60 Persen Tanah Riau Belum Terdaftar
Minggu, 16 Desember 2018 - 15:16 wib

UKW Angkatan XI PWI Riau, 38 Wartawan Dinyatakan Kompeten
Minggu, 16 Desember 2018 - 15:14 wib
Pesona air terjun Sungai Simo
Hijau Simo yang Sejuk
Minggu, 16 Desember 2018 - 14:58 wib

Mayweather Jadi Mangsa Khabib Nurmagomedov
Minggu, 16 Desember 2018 - 14:55 wib

Penyaluran CSR Banyak Tak Sesuai Perda
Minggu, 16 Desember 2018 - 14:53 wib
Embarkasi Haji Antara Riau
Fasilitas Pendukung Embarkasi Belum Rampung
Minggu, 16 Desember 2018 - 14:44 wib
Penyair Perempuan Indonesia (PPI) Terbentuk
Dan, Palung Puisi itu Bernama Perempuan
Minggu, 16 Desember 2018 - 14:34 wib
Cari Berita
Teknologi Terbaru
Dinilai Aman dan Efisien, Ramai-Ramai Pakai QR Code

Rabu, 05 Desember 2018 - 16:33 WIB

Google Indonesia Prediksi Ekonomi Digital Melesat pada 2025
ASN Harus Melek IT

Jumat, 30 November 2018 - 11:25 WIB

Diluncurkan Layanan Pengaduan Korupsi Berbasis Daring

Jumat, 23 November 2018 - 15:00 WIB

Polda Awasi Medsos Secara Ketat

Senin, 24 September 2018 - 14:00 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us