Alasan Prabowo Tak Gandeng Ulama Jadi Cawapresnya
Sabtu, 11 Agustus 2018 - 12:33 WIB > Dibaca 1237 kali Print | Komentar
Alasan Prabowo Tak Gandeng Ulama Jadi Cawapresnya
PASANGAN CAPRES-CAWAPRES: Partai pengusung resmi mendaftarkan pasangan bakal capres-cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga S Uno ke KPU, Jumat (10/8). (ISSAK RAMADHANI/JAWAPOS.COM)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Prabowo Subianto mengambil Sandiaga S Uno sebagai pendamping di Pilpres 2019. Pasalnya, itu berarti Ketua Umum Partai Gerindra itu tidak menjalankan rekomendasi Ijtima Ulama yang menyarankannya agar berpasangan dengan ulama. Hal ini bertolak belakang dari Joko Widodo (Jokowi) yang menggandeng Ma’ruf Amin sebagai Cawapresnya.

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mengatakan, alasan dipilihnya Sandiaga Uno sebagai cawapres Prabowo Subianto sudah melalui perhitungan panjang. Salah satu alasannya, yakni Prabowo Subianto tidak ingin membenturkan antaraulama.

Sebab cawapres Joko Widodo (Jokowi) adalah ulama, yakni Ma’ruf Amin. Sehingga Prabowo mencari jalan tengah dengan memilih Sandiaga Uno. "Ini kebijaksanaan yang dalam. Kalau diambil salah satu ulama maka seolah-olah membenturkan antara ulama," ujar Mardani saat dihubungi, Sabtu (11/8).

Wakil Ketua Komisi II DPR ini menambahkan, semua harapan ulama bakal diakomodasi oleh Sandiaga Uno. Sehingga walaupun cawapres Prabowo bukan dari kalangan ulama, namun tetap ada keberpihakan kepada ulama dan para kiai.

"Yang penting itu semua harapan ulama soal Indonesia terwujud," katanya.

Lebih lanjut Mardani menuturkan, Prabowo sangatlah menghargai ulama. Pasalnya dalam memilih Sandiaga Uno dia terus meminta masukan kepada ulama. "Jadi, semua keputusan itu didiskusikan para ulama," pungkasnya.

Sebelumnya, ‎calon wakil presiden Ma’ruf Amin menyindir hasil Ijtima Ulama yang tidak dijalankan di salah satu pihak pada Pilpres 2019 ini. Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu tidak ingin menyebutkan nama yang dimaksud.

Dia hanya mengatakan pihak tersebut selalu mengungkapkan menghargai ulama. Namun, kenyataannya hasil rekomendasi Ijtima Ulama tidak dijalankan.

"Ada sebelah sana bilang menghargai ulama, tapi usu‎l Ijtima Ulamanya tidak didengerin. Malah wakilnya bukan ulama," ujar Ma’ruf Amin di DPP PPP, Jalan Diponegoro, Jakarta, Jumat (10/8). (gwn/JPC)

Sumber: JPNN
KOMENTAR
Berita Update
Hakim Kuatkan Putusan PN Siak
Nelson Tetap Dihukum Setahun Penjara
Hakim Kuatkan Putusan PN Siak
Rabu, 23 Januari 2019 - 17:00 wib
Per usak Atribut PD Segera Jalani Persidangan

Per usak Atribut PD Segera Jalani Persidangan
Rabu, 23 Januari 2019 - 16:25 wib
Hadirkan 15 Saksi, Satu Alat Bukti Dibatalkan

Hadirkan 15 Saksi, Satu Alat Bukti Dibatalkan
Rabu, 23 Januari 2019 - 16:15 wib
Berkas Tersangka Ribuan Ekstasi Dilengkapi

Berkas Tersangka Ribuan Ekstasi Dilengkapi
Rabu, 23 Januari 2019 - 16:05 wib
BRPS Sepi, Bus dan Travel Tak Masuk Terminal
Kendi Harahap: Terminal Kewenangan Kemenhub
BRPS Sepi, Bus dan Travel Tak Masuk Terminal
Rabu, 23 Januari 2019 - 16:00 wib
120 Kasus DBD, Mayoritas Anak-Anak

120 Kasus DBD, Mayoritas Anak-Anak
Rabu, 23 Januari 2019 - 15:15 wib
Penempatan Kerja Menjadi Tanggung Jawab Bersama

Penempatan Kerja Menjadi Tanggung Jawab Bersama
Rabu, 23 Januari 2019 - 15:00 wib

Pembangunan Harus Berjalan Maksimal
Rabu, 23 Januari 2019 - 14:46 wib

Harga Tiket Pesawat Naik, Penumpang Bus Meningkat
Rabu, 23 Januari 2019 - 14:44 wib
Cari Berita
Politik Terbaru
Penertiban APK tanpa Pandang Bulu

Rabu, 23 Januari 2019 - 14:11 WIB

Komisioner KPU Janji Beri Jawaban Secepatnya

Rabu, 23 Januari 2019 - 14:05 WIB

Petambak Garam Curhat ke Sandiaga Uno

Rabu, 23 Januari 2019 - 13:22 WIB

Kiai Ma’ruf Amin Minta Pengkritik Jokowi Bangun dari Tidur
KPU Libatkan Pemuda hingga Pegiat Medsos

Rabu, 23 Januari 2019 - 10:01 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us