PBNU Segera Rapat Gabungan Urus Pengganti Rais Aam
Minggu, 12 Agustus 2018 - 12:15 WIB > Dibaca 417 kali Print | Komentar
SURABAYA (RIAUPOS.CO) - Terpilihnya KH Ma’ruf Amin sebagai Cawapres Jokowi menyisakan berbagai pertanyaan. Berkaitan dengan beberapa jabatan yang saat ini diembannya. Khususnya posisi Rais Aam PBNU. Hingga kemarin (11/8), belum diputuskan bagaimana kelanjutannya.

Sebagaimana diketahui, KH Ma’ruf Amin, terpilih sebagai pendamping Capres Jokowi periode 2019-2024. Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Jokowi saat Press Conference di Restoran Plataran, Menteng, Jakarata (9/8). 

Pertimbangannya, selain sebagai tokoh agama yang arif dan bijaksana. KH Ma’ruf Amin dinilai sebagai sosok yang cukup berpengalaman. Beberapa jabatan juga pernah diembannya. Yaitu, anggota DPR, anggota MPR, Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Rais Aam PBNU, Ketua Umum MUI, dan Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). 

Namun, posisinya yang juga sebagai Rais Aam PBNU saat ini terbentur dengan aturan AD/ART NU. Yakni, pasal 51 ayat 4 tentang adanya larangan rangkap jabatan politik. Konsekuensinya ada di dalam pasal 51 ayat 6. Yakni pengunduran diri atau diberhentikan.

Menurut Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj kemarin (11/8), mengakui adanya peraturan AD/ART NU yang mengatur tentang rangkap jabatan. “Memang ada ketentuan Rais Aam, Ketua Umum, hingga ketua cabang dan komisionernya dilarang merangkap jabatan politik,” katanya. 

Jabatan politik yang dimaksud meliputi jabatan Presiden, Wakil Presiden, Menteri, Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati, Wakil Bupati, Walikota, Wakil Walikota, DPR RI, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kota/Kabupaten. Atas dasar itu, Ma’ruf Amin akan mengundurkan diri. Begitu pun dengan Gubernur Jawa Timur terpilih Hj Khofifah Indar Parawansa. Menurutnya, ketentuannya sama saja. Tidak boleh adanya rangkap jabatan politik.

Pihak Nahdatul Ulama hingga kemarin (11/8)  masih menunggu mekanismenya. Menurut KH Said Aqil Siroj, nantinya akan ada rapat gabungan.terkait masalah itu. “Syuriyah dan Tanfidziyah yang melakukan pembahasan untuk selanjutnya,” ujarnya. 

Terkait dengan waktu pelaksanaannya belum diketahui. Namun, KH Said Aqil mengatakan rapat gabungan itu membahas pengganti posisi Rais Aam saat ini. “Ya nanti akan ada penggantinya,” ungkapnya. Hal tersebut semakin memperjelas akan ada pergantian posisi Rais Aam saat ini. Namun, nama calon penggantinya masih belum diketahui. Tinggal waktu yang segera menjawab.(dan/jpg)
KOMENTAR
Berita Update
Bupati Kampar Evaluasi Realisasi Fisik 2018
Azis: Pakai Uang Rakyat, OPD Harus Tanggung Jawab
Kamis, 15 November 2018 - 13:15 wib

Tropicana Slim Ajak Ikuti Senam Sehat di CFD
Kamis, 15 November 2018 - 12:23 wib
Kirim 12 Atlet Ikuti Kejurnas Ski Air

Kirim 12 Atlet Ikuti Kejurnas Ski Air
Kamis, 15 November 2018 - 12:00 wib
Rp158 Miliar Tunda Bayar Jadi Prioritas

Rp158 Miliar Tunda Bayar Jadi Prioritas
Kamis, 15 November 2018 - 11:40 wib
DPRD Minta Kontraktor Selesaikan Amdal

DPRD Minta Kontraktor Selesaikan Amdal
Kamis, 15 November 2018 - 11:30 wib
PWI Riau Gelar UKW Angkatan XI

PWI Riau Gelar UKW Angkatan XI
Kamis, 15 November 2018 - 11:15 wib
Pelanggaran Terbanyak Tak Gunakan Seat Belt
Dari Operasi Zebra Muara Takus 2018
Pelanggaran Terbanyak Tak Gunakan Seat Belt
Kamis, 15 November 2018 - 11:00 wib
Oplet Mulai Ditinggal

Oplet Mulai Ditinggal
Kamis, 15 November 2018 - 10:55 wib
Pencatut Nama  Kapolda Riau  Ditangkap

Pencatut Nama Kapolda Riau Ditangkap
Kamis, 15 November 2018 - 10:30 wib
Sasar Wisma dan Rumah Kos
Puluhan Pasangan Terjaring Razia
Kamis, 15 November 2018 - 10:16 wib
Cari Berita
Politik Terbaru
Sandiaga: Saya Terus Berkomunikasi dengan SBY

Rabu, 14 November 2018 - 13:34 WIB

Pasien RSJ Bisa Gunakan Hak Pilih

Rabu, 14 November 2018 - 12:32 WIB

Masukan DPRD Akan Dilaksanakan Pemko

Rabu, 14 November 2018 - 12:00 WIB

PDIP Jateng Sweeping Poster Jokowi "Raja Jawa"

Selasa, 13 November 2018 - 08:14 WIB

Pedagang Cabai Pasar Panam Curhat ke Sandiaga

Senin, 12 November 2018 - 12:06 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us