PBNU Segera Rapat Gabungan Urus Pengganti Rais Aam
Minggu, 12 Agustus 2018 - 12:15 WIB > Dibaca 333 kali Print | Komentar
SURABAYA (RIAUPOS.CO) - Terpilihnya KH Ma’ruf Amin sebagai Cawapres Jokowi menyisakan berbagai pertanyaan. Berkaitan dengan beberapa jabatan yang saat ini diembannya. Khususnya posisi Rais Aam PBNU. Hingga kemarin (11/8), belum diputuskan bagaimana kelanjutannya.

Sebagaimana diketahui, KH Ma’ruf Amin, terpilih sebagai pendamping Capres Jokowi periode 2019-2024. Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Jokowi saat Press Conference di Restoran Plataran, Menteng, Jakarata (9/8). 

Pertimbangannya, selain sebagai tokoh agama yang arif dan bijaksana. KH Ma’ruf Amin dinilai sebagai sosok yang cukup berpengalaman. Beberapa jabatan juga pernah diembannya. Yaitu, anggota DPR, anggota MPR, Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Rais Aam PBNU, Ketua Umum MUI, dan Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). 

Namun, posisinya yang juga sebagai Rais Aam PBNU saat ini terbentur dengan aturan AD/ART NU. Yakni, pasal 51 ayat 4 tentang adanya larangan rangkap jabatan politik. Konsekuensinya ada di dalam pasal 51 ayat 6. Yakni pengunduran diri atau diberhentikan.

Menurut Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj kemarin (11/8), mengakui adanya peraturan AD/ART NU yang mengatur tentang rangkap jabatan. “Memang ada ketentuan Rais Aam, Ketua Umum, hingga ketua cabang dan komisionernya dilarang merangkap jabatan politik,” katanya. 

Jabatan politik yang dimaksud meliputi jabatan Presiden, Wakil Presiden, Menteri, Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati, Wakil Bupati, Walikota, Wakil Walikota, DPR RI, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kota/Kabupaten. Atas dasar itu, Ma’ruf Amin akan mengundurkan diri. Begitu pun dengan Gubernur Jawa Timur terpilih Hj Khofifah Indar Parawansa. Menurutnya, ketentuannya sama saja. Tidak boleh adanya rangkap jabatan politik.

Pihak Nahdatul Ulama hingga kemarin (11/8)  masih menunggu mekanismenya. Menurut KH Said Aqil Siroj, nantinya akan ada rapat gabungan.terkait masalah itu. “Syuriyah dan Tanfidziyah yang melakukan pembahasan untuk selanjutnya,” ujarnya. 

Terkait dengan waktu pelaksanaannya belum diketahui. Namun, KH Said Aqil mengatakan rapat gabungan itu membahas pengganti posisi Rais Aam saat ini. “Ya nanti akan ada penggantinya,” ungkapnya. Hal tersebut semakin memperjelas akan ada pergantian posisi Rais Aam saat ini. Namun, nama calon penggantinya masih belum diketahui. Tinggal waktu yang segera menjawab.(dan/jpg)
KOMENTAR
Berita Update
Tim Yustisi Amankan 58 Warga Tanpa Identitas
Kota Dumai
Tim Yustisi Amankan 58 Warga Tanpa Identitas
Jumat, 21 September 2018 - 10:52 wib

UAS Jadi Perhatian Peneliti
Jumat, 21 September 2018 - 10:11 wib
Curi Besi Alat Berat, Dua Sekawan Dibekuk Polisi
Kerugian Mencapai Rp400 Juta
Curi Besi Alat Berat, Dua Sekawan Dibekuk Polisi
Jumat, 21 September 2018 - 10:05 wib

Polisi Wajib Ikuti Tes Dapatkan SIM
Jumat, 21 September 2018 - 09:55 wib
Pemasok Sabu ke Oknum Satpol PP Ditangkap

Pemasok Sabu ke Oknum Satpol PP Ditangkap
Jumat, 21 September 2018 - 09:51 wib

Unri Teliti Laju Sedimentasi Kolam Patin
Jumat, 21 September 2018 - 09:26 wib

BPJS TK Beri Penghargaan pada Tiga Perusahaan Terbaik
Jumat, 20 September 2018 - 20:34 wib

Olahraga Bangun Peradaban Positif
Jumat, 20 September 2018 - 19:00 wib
TGB Blak-blakan Bicara Tudingan Gratifikasi

TGB Blak-blakan Bicara Tudingan Gratifikasi
Jumat, 20 September 2018 - 18:43 wib
AS Potong Bantuan Dana bagi Palestina

AS Potong Bantuan Dana bagi Palestina
Jumat, 20 September 2018 - 18:38 wib
Cari Berita
Politik Terbaru
Dipecat PAN, Andi Nurbai Tunggu Surat Gubri

Kamis, 20 September 2018 - 16:00 WIB

Paripurna Pengunduran Gubri Tunggu DCT

Kamis, 20 September 2018 - 12:50 WIB

Prabowo Ingat Ibunda yang Perawat

Kamis, 20 September 2018 - 12:30 WIB

LIPI: Tidak Ada Komitmen Partai Berantas Korupsi

Kamis, 20 September 2018 - 12:20 WIB

KPU: Taati Aturan Main Kampanye

Kamis, 20 September 2018 - 12:01 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us