Hanura Singgung Isu Rp500 Miliar
Minggu, 12 Agustus 2018 - 15:41 WIB > Dibaca 533 kali Print | Komentar
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief menyebut tiga partai, Gerindra, PKS dan PAN sudah diberi uang Rp 500 miliar dari Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. Ini dilakukan agar Sandi  bisa menjadi cawapres Prabowo Subianto. Ketua DPP Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Benny Rhamdani mengatakan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) perlu melakukan penyelidikan terkait informasi yang disampaikan oleh Andi Arief terkait Sandiaga Uno yang diduga membayar Rp500 miliar ke PKS, PAN dan Gerindra.

Perlunya KPK melakukan penyelidikan atas informasi tersebut, karena Sandiaga Uno adalah sebagai penyelenggara negara yang disebut-sebut telah mengeluarkan dana sebesar Rp1 triliun.  “Apakah dana Rp1 triliun dimaksud diambil dari dana milik pribadi yang sudah dilaporkan dalam LHKPN ke KPK saat dilantik sebagai wagub atau dana Rp1 triliun itu diperoleh dari sumber lain,” ujar Benny dalam keterangannya yang diterima JPG, Sabtu (11/8).

Kata Benny, jika dana Rp1 triliun itu bersumber dari pihak ketiga, maka Sandiaga Uno patut diduga sudah menerima gratifikasi. Karena terkait dengan jabatan wakil gubernur yang mau jadi cawapres.

Tindakan Sandiaga Uno, sekiranya benar maka KPK perlu mengusut berdasarkan dugaan tipikor melanggar pasal 12 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi, dengan ancaman pidana maksimum 20 tahun.

Selain KPK menyelidiki dari aspek tindak pidana korupsi, maka Bawaslu juga harus menyelidiki praktek politik uang yang diduga dilakukan oleh Sandiaga Uno. Pasanya ini terkait dana politik dalam proses pencalonan Pilpres 2019 yang dilarang oleh UU. “Dengan demikian maka paket Prabowo dan Sandiaga Uno, ibarat bayi lahir prematur dan mati, karena dibunuh oleh poitik uang dan dugaan tindak pidana korupsi,” ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief mengatakan pihaknya kaget karena Prabowo melakukan hal yang di luar dugaan. Kata dia, Wakil Gubernur DKI Jakarta dan juga Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno ‘ngotot’ menjadi cawapres Prabowo Subianto dengan membayarkan mahar.

Andi menambahkan, Sandiaga merayu Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan juga Partai Amanat Nasional (PAN) dengan imbalan uang sebesar Rp500 milar. Sehingga bisa memuluskan langkahnya menjadi cawapres Prabowo Subianto. Menurut Andi, Prabowo dengan ketua umumnya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melakukan pertemuan pada Selasa (7/8) malam dengan adanya kesepakatan-kesepakatan. Namun semuanya berubah hanya dalam hitungan jam.(gwn/jpg)
KOMENTAR
Berita Update

Ketua HHRMA Riau Periode 2018-2021 Dilantik
Jumat, 18 Oktober 2018 - 20:54 wib

Warga Koto Tuo Baserah Berharap Produksi Padi Melimpah
Jumat, 18 Oktober 2018 - 20:00 wib

Bupati Diberi Kehormatan
Jumat, 18 Oktober 2018 - 19:30 wib

Lima BUMD Terima Bantuan Pusat
Jumat, 18 Oktober 2018 - 18:30 wib

SMAN 2 Pangkalankerinci Perkemahan Akbar se-Riau
Jumat, 18 Oktober 2018 - 18:00 wib
Chris Kanter Pimpin Indosat

Chris Kanter Pimpin Indosat
Jumat, 18 Oktober 2018 - 17:35 wib
Langsung Temui Dirjen di Jakarta
Bupati Perjuangkan Pembangunan Jembatan ke Kementerian PUPR RI
Jumat, 18 Oktober 2018 - 17:30 wib
Cari Berita
Politik Terbaru
Sandiaga Kunjungi Pasar  Cihapit yang Instagramable

Kamis, 18 Oktober 2018 - 16:32 WIB

Iklan Jokowi di Videotron Bukan dari TKN

Kamis, 18 Oktober 2018 - 16:23 WIB

Tim Prabowo Terkejut, 31 Juta Pemilih Belum Masuk DPT

Kamis, 18 Oktober 2018 - 16:12 WIB

Parpol Diminta  Aktif Soal APK

Kamis, 18 Oktober 2018 - 10:46 WIB

Pilkades Serentak Digelar 12 Desember

Rabu, 17 Oktober 2018 - 15:00 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us