Mendadak, tapi Tidak Mengagetkan

30 Maret 2014 - 09.12 WIB > Dibaca 959 kali | Komentar
 
Mendadak, tapi Tidak Mengagetkan
Hanya hitungan hari jelang mengikuti kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia, tim sepakbola kebanggaan warga Riau malah ditinggal orang penting. Ya, manajer dan beberapa asistennya memutuskan untuk melepaskan diri dari urusan tim PSPS, Selasa (25/3), hanya 20 hari sebelum pertandingan resmi kompetisi dimulai, 15 April 2014.

Apakah ini putusan atau hanya pengumuman mendadak? Hanya mantan manajer Deni Septiadi yang tahu. Tapi yang jelas pengumuman mundurnya manajer, tidaklah mengagetkan banyak orang, terutama pendukung PSPS. Beberapa pengamat sudah memprediksi bahwa manajemen PSPS bakal mengalami perubahan di tengah perjalanan. Kenyataannya memang demikian, bahkan pergantian nakhoda harus dilakukan sebelum klub yang dianugerahi gelar Askar Bertuah oleh harian pagi Riau Pos ini turun ke gelanggang pertarungan.

Masih teringat ucapan seorang teman saat pertama kali mengetahui Deni Septiadi ditunjuk sebagai manajer PSPS, orang yang disebut-sebut pernah aktif di manajemen saat kompetisi tertinggi di tanah air masih menggunakan nama divisi utama. Mudah-mudahan dia (Deni Septiadi, red) bisa mengemban tugas berat ini, doa sang teman, sedikit terkejut. Tapi apa daya, lewat beberapa media di Riau, manajer membuat pernyataan tidak sanggup lagi mengamban tugas amat berat itu. Saya tidak menyalahkan siapa-siapa, hanya saja memang saya tidak sanggup memikul beban berat yang ditanggung PSPS. Mudah-mudahan PSPS kembali menjadi tim yang bisa membanggakan Pekanbaru, dan Riau, bunyi penyataan Deni Septiadi yang diterbitkan Riau Pos, 26 Meret lalu.

Soal penyebab mundur tidaklah terlalu penting untuk dibahas. Termasuk oleh yang berwenang, para komisaris PT PSPS yang menaungi klub PSPS. Seluruh pendukung tetap harus menghargai keputusan Deni Septiadi. Beliau sudah berusaha sekuat tenaga untuk memberikan yang terbaik bagi tim. Ucapan terima kasih pantas diberikan kepada Deni Septiadi beserta timnya.

Nah, sekarang mendesak dilakukan adalah mencari dan menunjuk manajer baru agar PSPS yang sudah menjadi ikon sepakbola Riau ini tetap bisa menjalani kompetisi dengan lancar. Jadwal yang semakin dekat, melawan PS Bintang Jaya Asahan di Stadion Rumbai, 15 April mendatang membuat otoritas PSPS harus bisa menemukan orang yang tepat untuk mengemban amanah sebagai manajer.

Tidak mudah memang, tapi dengan kencitaan dan tanggung jawab besar sebagai orang yang pernah mengangkat PSPS, kita berharap Direktur Utama PT PSPS Anto Rachman bisa menemukan manajer baru. 

Tugas seorang manajer klub sepakbola sangat berat. Peralihan kompetisi dari semi profesional ke full profesional memang membuat banyak klub tanah air yang kelimpungan, termasuk PSPS. Terutama soal pendanaan. Hampir semua klub yang ikut kompetisi profesional, Indonesia Super League (ISL) dan Divisi Utama mengalami kesulitan dana. Larangan menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) memaksa setiap klub bekerja keras mencari sumber dana alternatif, terutama dari sponshorship dan tiket penonton. 

Sayangnya, dua sumber ini belum bisa dikelola maksimal. Sangat sulit menemukan perusahaan yang bersedia menjadi mitra. Begitu juga dengan pemasukan dari tiket penonton yang tidak maksimal.

Saat ini, beberapa perusahaan besar di Riau terkesan enggan mengucurkan sedikit keuntungannya ke PSPS lewat Corporate Social Responsibility (CSR). Perusahaan yang dahulu rutin menjadi sponsor, seperti PT Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP), PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), PT Chevron Pacific Indonesia (CPI), dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN V) sejak beberapa tahun terakhir disebut-sebut tidak lagi menjadi sponsor PSPS. Tidak ada yang tahu pasti alasan perusahaan-perusahaan raksasa tersebut enggan berkerja sama dengan Askar Bertuah.

Padahal dari kerja sama sponsorship, kedua belah pihak, PSPS dan perususahaan sama-sama mendapatkan keuntungan. Perusahaan mendapatkan kesempatan mempromosikan produknya ke konsumen. Siaran langsung di televisi setiap pertandingan juga bisa dimanfaatkan untuk memperkenalkan perusahaan dan produknya ke seluruh pelosok tanah air.

Sebagai pencinta PSPS, kita berharap perusahaan besar yang beroperasi di Riau kembali membuka pintu hatinya, bersedia membantu PSPS dalam bentuk kerja sama sponsorship. Dengan demikian, persoalan dana yang terus melanda tim kebanggaan warga Riau ini bisa teratasi.***


Abdul Gafur
Redaktur Pelaksana
KOMENTAR
Terbaru
Senin, 24 September 2018 - 18:52 wib

Belum Mau Nikah

Senin, 24 September 2018 - 18:40 wib

Telur Jadi Tidak Sehat Bila Dikonsumsi Bersamaan dengan Lemak Jenuh

Senin, 24 September 2018 - 17:48 wib

Ika Surtika Senam Bugar di UIR

Senin, 24 September 2018 - 17:43 wib

Calon Anggota DPRD Inhu Bertambah Jadi 531 orang

Senin, 24 September 2018 - 17:41 wib

Komunitas BIJAK Dilatih Tim Desa Binaan LPPM Unri

Senin, 24 September 2018 - 17:04 wib

Komitmen Kampanye Damai

Senin, 24 September 2018 - 17:00 wib

Sungai Salak Juara MTQ Kecamatan Tempuling

Senin, 24 September 2018 - 16:43 wib

1 Dekade Eka Hospital Melayani Sepenuh Hati

Follow Us