Rp80 Ribu per Kg di Outlet Pangan Murah

Daging Beku Impor Paling Laris

Pekanbaru Kamis, 16 Agustus 2018 - 09:34 WIB

(RIAUPOS.CO) - Daya beli daging di outlet pangan murah kantor Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Pekanbaru terus mengalami peningkatan. Karena keterbatasan stok saat ini hanya mampu menjual daging hingga 25 kilogram per pekannya. Ke depan pasokan bakal ditambah sehingga masyarakat bisa lebih banyak mendapatkan daging dengan harga murah jika dibandingkan dengan pasaran.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru Dr Mutia Eliza mengatakan, harga daging yang dijual pada outlet pangan murah memang harganya jauh lebih murah dibanding dengan harga daging yang dijual di pasar tradisional. Hal itu yang dinilai Mutia menjadi salah satu faktor masyarakat memilih untuk membeli di outlet tersebut.  

“Yang utama masyarakat datang ke outlet  ini adalah daging. Daging yang kita jual memang jauh lebih murah dari pada di pasaran,” ujar Mutia kepada Riau Pos, Rabu (15/8).

Mutia Eliza mengatakan, sudah meninjau di pasaran dan membandingkan harga daging yang dijual pasaran. Perbedaannya bisa mencapai Rp20 ribu per kilogram.

“Kami jual daging Rp80 ribu per kilogramnya. Kalau di pasaran paling murah Rp100 ribu per kilogram. Bahkan biasanya mencapai Rp110 ribu-Rp120 ribu per kilogramnya untuk daging sapi,” tambahnya.

Daging yang dijual di outlet pangan murah DKP Pekanbaru daging kerbau impor dari India yang selain terjamin higienis dan halalnya, karena telah dipantau kelompok muslim saat penyembelihannya.

‘’Yang kita jual adalah daging beku kita menyalurkannya dari Bulog. Daging-daging kerbau bukan daging Sapi,’’ ujarnya.

Daging beku segar itu didatangkan dari India kelompok muslim yang terjamin halal. Selama satu pekan daging yang terjual mencapai 25 kilogram. Pembelian daging memang dibatasi apalagi pendingin freezer yang terbatas.

 ‘’Tetapi kami sudah anggarkan sehingga ke depan bisa stok daging lebih banyak,” katanya. Selain daging beku segar, komoditas lainnya juga diperlukan masyarakat di outlet tersebut, yakni gula pasir dan minyak goreng. Kedua keperluan itu selalu habis terjual lebih dahulu.

“Kemudian gula pasir dan minyak goreng juga banyak peminatnya. Tetapi di sini kita memang untuk masyarakat ya tidak untuk pengusaha atau mengelola restoran,” katanya.

Selama ini masyarakat yang membeli tidak ada yang kecewa. Permintaan masyarakat akan meningkat saat menjelang hari raya Idulfitri. Sementara bagi masyarakat yang ingin membeli bisa saja langsung datang ke kantor Dinas Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru pada saat jam kerja yang ada di Jalan Cut Nyak Dhien.(gem)



Laporan JOKO SUSILO, Kota





Tuliskan Komentar anda dari account Facebook