Riau Pos berupaya menjembatani aspirasi pembaca atau masyarakat Riau pada umumnya. Jika itu berbentuk keluhan terhadap pemerintah daerah, Riau Pos akan menyiapkan liputannya dan diterbitkan di halaman ini. Termasuk instansi lain. Tentunya melalui kaedah atau etika yang sudah ditentukan. Dan Riau Pos berhak untuk memilih mana yang ditindaklanjuti dan yang mana tidak dengan berbagai pertimbangan. Kami juga akan mengedit seperlunya aspirasi pembaca yang dimuat, tanpa mengurangi/menghilangkan substansi isi. Untuk menyampaikan aspirasinya, silahkan kirim pesan teks atau foto, atau keduanya melalui:WA: 081334159333. Email/FB: riaupos.interaktif@gmail.com IG: @riaupos_interaktif, Twitter: @riaupos2017. Path: @riaupos2017.
Petani Minta Kecocokan Harga TBS
Sabtu, 18 Agustus 2018 - 09:17 WIB > Dibaca 697 kali Print | Komentar
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Kabid Perkebunan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Riau Vera Virgianti SHut MM mengatakan, banyak faktor yang menjadi penyebab terjadi perbedaan harga beli tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Riau. Di antaranya adalah kualitas TBS itu sendiri, petani yang tidak menjual TBS langsung ke pabrik melainkan melalui pengepul dan belum berkelompoknya para petani.

Untuk faktor pertama, yakni kualitas TBS. Saat ini menurut Vera banyak petani sawit swadaya di Riau yang dahulunya menanam sawit dengan tidak menggunakan bibit yang unggul dan bersertifikat. Hal ini akhirnya mempengaruhi kualitas hasil TBS ketika sawit sudah besar.

‘’Karena dari awal bibitnya sudah salah, atau sering disebut bibit palsu. Akhirnya kualitas TBS tidak bagus, dengan kondisi ini pabrik tentu tidak mau membeli dengan harga tinggi,’’ katanya.

Faktor kedua, lanjut Vera, yakni banyak petani swadaya yang menjual TBS kepada pengepul. Di sini pengepul tentunya juga mencari keuntungan dengan menurunkan harga belinya kepada petani. Biasanya, pengepul di sini juga tidak hanya satu orang sehingga dapat dipastikan sampai ke petani harga akan lebih rendah lagi. ‘’Bayangkan saja jika ada tiga pengepul, bisa-bisa harga sampai ke petani sudah setengah harga dari harga pasaran sebenarnya. Jadi mata rantai pengepul ini harus diputus, lebih baik petani langsung menjual ke pabrik,’’ jelasnya.

Namun untuk menjual TBS langsung ke pabrik, lanjut Vera, petani harus membuat kelompok terlebih dahulu agar lebih mudah dikoordinir. Dengan begitu, petani akan lebih mudah mempunyai harga tawar ketika menjual TBS ke pabrik. ‘’Contohnya saja petani plasma, selama ini mereka sudah berkelompok. Sehingga ketika menjual TBS, harganya tidak terlalu jauh dari harga yang telah ditetapkan,’’ sebutnya.(sol)
KOMENTAR
Berita Update

Pertamina Jamin Pasokan BBM di Riau Cukup
Kamis, 15 November 2018 - 15:15 wib

Bulog Tawarkan Beras Berkualitas dan Murah
Kamis, 15 November 2018 - 15:01 wib
Banjir di Inhu Kembali Makan Korban

Banjir di Inhu Kembali Makan Korban
Kamis, 15 November 2018 - 15:00 wib
Nikmati Keramahtamahan Pemkab dan Masyarakat
Taruna Akademi AL ke Negeri Istana
Kamis, 15 November 2018 - 14:47 wib

Pembangunan Berbasis Pengurangan Risiko Bencana
Kamis, 15 November 2018 - 14:13 wib
Ganti Bola LHE Terkesan Proyek

Ganti Bola LHE Terkesan Proyek
Kamis, 15 November 2018 - 14:00 wib
Greysia/Apriyani Lolos ke 16 Besar

Greysia/Apriyani Lolos ke 16 Besar
Kamis, 15 November 2018 - 13:49 wib
Maksimalkan Pelayanan Kesehatan untuk Vaksinasi MR

Maksimalkan Pelayanan Kesehatan untuk Vaksinasi MR
Kamis, 15 November 2018 - 13:45 wib
Bupati Kampar Evaluasi Realisasi Fisik 2018
Azis: Pakai Uang Rakyat, OPD Harus Tanggung Jawab
Kamis, 15 November 2018 - 13:15 wib
Cari Berita
Interaktif Terbaru
Kerusakan Jalan Datuk Laksamana Semakin Parah

Kamis, 15 November 2018 - 09:38 WIB

Angkat Potensi Kerang Rohil

Selasa, 25 September 2018 - 17:38 WIB

Jalan Rusak, Siswa  Terpaksa Memperbaiki

Selasa, 25 September 2018 - 16:36 WIB

Tahanan Perambah TNBT Dititipkan ke Polres

Selasa, 28 Agustus 2018 - 14:58 WIB

Tak Dibantu, Sejumlah Jalur Tetap Berangkat

Senin, 27 Agustus 2018 - 13:50 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us