Wako Kesal Pejabat Mundur
Sabtu, 18 Agustus 2018 - 09:51 WIB > Dibaca 426 kali Print | Komentar
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -Pejabat yang menolak dan mengundurkan diri dari jabatan tak lama lagi menerima sanksi ringan hingga sedang. Pasalnya Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Pekanbaru telah diintruksikan memproses pejabat yang tidak patuh terhadap pimpinan.

Jumlah pegawai negeri sipil (PNS) yang enggan menerima amanah diperkirakan terus bertambah. Dimana sebelumnya ada Zulkarnain menolak mengemban jabatan sebagai Kasubag Tata Usaha UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) dan Susandra yang mengundurkan diri dari jabatan Kasubag Tata Usaha UPTD Parkir.

Kini giliran Hary Pratama mengundurkan diri dari jabatan Kasubag Protokol Sekretariat Kota (Setko) Pekanbaru. Ia mundur dengan alasan jabatan yang diberikan memiliki intensitas kerja yang tinggi, sehingga merasa tidak mampu menjalankannya. Selain itu karena faktor kondisi kesehatan, terutama pada penglihatannya.

Wali kota Pekanbaru Firdaus ST MT ketika dikonfirmasi terkait semakin bertambahnya pejabat yang mundur usai pelantikan mengaku sangat prihatin dan kecewa. Padahal kata dia, kepercayaan yang diberikan kepada mereka merupakan kesempatan untuk pengembangan karir ke depannya.

“Jelas saya agak kesal dan kecewa. Orang diberikan kepercayaan ini, kesempatan bagi dia mengembangkan karir,” ujar Wako kepada Riau Pos, Jumat (17/8).

Namun di satu sisi, disampaikan orang nomor satu di Pekanbaru itu, pihaknya juga turut apresiasi terhadap pejabat yang mundur karena belum siap mental mengemban jabatan. Karena apabila dipaksakan pastinya akan berdampak pada pelaksanaan kegiatan.

“Lebih baik mundur, dari pura-pura saja tapi tidak menjalankan amanah yang diberikan. Itu kan lebih jelek lagi,” tambahnya.

Terhadap pejabat yang mundur lanjut Wako, pihaknya akan menerapkan sanksi tegas sesuai regulasi yang ada. Di mana mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 Tahun 2010 tentang displin PNS. Untuk itu, dirinya meminta BKPSDM Kota Pekanbaru segera memprosesnya.

“Sanksi diberikan sesuai tingkat pelanggaran, bisa ringan atau sedang. Mana yang sudah mengajukan pengunduran baik lisan dan tertulis, OPD terkait diminta memprosesnya. Kami cabut SK-nya. Kemudian kami tempatkan sebagai staf yang mentalnya harus dibina lagi,” tegas Wako.(yls)
KOMENTAR
Berita Update

Lagi Berenang, Bocah Tewas Diterkam Buaya
Jumat, 15 November 2018 - 17:59 wib

3 Pemain Timnas Dapat Tawaran dari Klub Luar Negeri
Jumat, 15 November 2018 - 17:00 wib

BPN Komit Realisasikan Program PTSL 2018
Jumat, 15 November 2018 - 16:15 wib

Pembangunan RSUD Indrasari Terlambat
Jumat, 15 November 2018 - 15:45 wib
1,037 Gram Sabu dan 4,845 Pil Ekstasi
BNNK Ringkus Pengedar Antar Provinsi
Jumat, 15 November 2018 - 15:30 wib

Pertamina Jamin Pasokan BBM di Riau Cukup
Jumat, 15 November 2018 - 15:15 wib

Bulog Tawarkan Beras Berkualitas dan Murah
Jumat, 15 November 2018 - 15:01 wib
Cari Berita
Pekanbaru Terbaru
Ingin Bahasa Indonesia jadi Bahasa Internasional, APPBIPA Riau Terbentuk
Pagar Roboh Akibatkan Korban Jiwa, SD 141 Diliburkan

Rabu, 14 November 2018 - 11:02 WIB

Satu Lagi, Korban Pagar Roboh Meninggal Dunia

Rabu, 14 November 2018 - 11:01 WIB

Begini Kronologis Insiden Pagar Roboh Makan Korban

Rabu, 14 November 2018 - 10:12 WIB

Operasi Zebra  Berakhir, 1.757  Pelanggar Ditilang

Rabu, 14 November 2018 - 09:30 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini