Dinas Diminta Bertanggungjawab
Sabtu dan Ahad Sampah Menumpuk di Mana-mana
Senin, 20 Agustus 2018 - 08:48 WIB > Dibaca 829 kali Print | Komentar
Sabtu dan Ahad Sampah Menumpuk di Mana-mana
MENUMPUK: Sampah menumpuk di Jalan Tuanku Tambusai, Ahad (19/8/2018). Jalan ini salah satu jalan utama di Pekanbaru, harusnya kebersihan jalan ini senantiasa terjaga. agustiar/riau pos
Berita Terkait



(RIAUPOS.CO) - Sampah menumpuk di jalan dalam kota, kondisi ini jelas memalukan, padahal pemerintah sudah menunjuk pihak ketiga untuk mengatasinya,  namun ini tidak merubah keadaan. Padahal Pemko sudah menerapkan sanksi Rp2,5juta bagi warga yang membuang sampah sembarangan, namun ini pun tidak berarti.

“Katanya sudah di pihak ketiga kan, tapi sampah masih menumpuk di jalan dalam kota  dan juga jalan lingkungan warga seperti Jalan Duyung, Soekarno-Hatta, Jalan Punai, banyak lagi. Baggaimana ini,” kata Hamdan, salah seorang warga Duyung yang mengabarkan dimana saja titik tumpukan sampah tak terangkut di akhir pekan ini, Ahad (19/8).

Kata Hamdan, dia sangat setuju jika sanksi Rp2,5juta itu segera diberlakukan. “Kita yang patuh jadi selalu patuh terhadap aturan, yang suka sembarangan bebas saja tanpa ada yang menangkapnya. Harusnya terapkan saja sanksi itu biar sama-sama  ada rasa cinta kebersihan lingkungan,” ujarnya lagi.

Menyikapi persoalan sampah yang masih menumpuk dan tidak terangkut di mana-mana ini, kembali anggota Komisi IV DPRD Pekanbaru, H Herwan Nasri mengkritik kinerja Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) . Disebutkan bagaimana dinas mengawasinya, harusnya diminta ada pengawasan dan jika ada wilayah pihak ketiga yang tidak maksimal kinerjanya harus ada teguran.

“Dinas jangan lepas tangan. Apalagi beralasan sekarang masa transisi. Jika sekarang masih tanggung jawab dinas, maka sampah harus diangkut, jangan dibiarkan berlama-lama,” katanya.

Dijelaskan, anggaran untuk pengelolaan sampah  sangat besar  yang diambil dari APBD Pekanbaru. Bahkan pembayarannya menggunakan sistem tahun jamak. Untuk zona I anggarannya sekitar Rp85 miliar,  zona II Rp80-an miliar.

Mengenai program yang dilaksanakan DLHK dan Satpol PP, menangkap dan menahan KTP warga, jika tertangkap membuang sampah sembarangan, menurut Herwan harus disikapi dengan bijak lagi. Sebab, warga bisa saja menuntut pemerintah, karena tidak ada aturan menahan KTP tersebut.(gem)

Laporan AGUSTIAR, Kota


KOMENTAR
Berita Update
Ketua PGI Tanggapi Positif Kritik Grace

Ketua PGI Tanggapi Positif Kritik Grace
Minggu, 18 November 2018 - 05:34 wib
Grace Harus Uraikan Maksud Perda Syariah

Grace Harus Uraikan Maksud Perda Syariah
Minggu, 18 November 2018 - 05:11 wib

Alasan Jerinx SID Tak Mau Temui Via Vallen
Minggu, 18 November 2018 - 03:59 wib
Pekan Depan, Nasib OSO Diputuskan

Pekan Depan, Nasib OSO Diputuskan
Minggu, 17 November 2018 - 19:06 wib

BKD Prov Riau Road To Siak 24 November Mendatang
Minggu, 17 November 2018 - 13:28 wib

Telkomsel Raih Dua Penghargaan Tingkat Asia Pasifik
Minggu, 17 November 2018 - 11:01 wib
Cari Berita
Pekanbaru Terbaru
Banyak Pengalaman dan Ilmu Jurnalistik yang Didapat

Jumat, 16 November 2018 - 14:25 WIB

Ingin Bahasa Indonesia jadi Bahasa Internasional, APPBIPA Riau Terbentuk
Pagar Roboh Akibatkan Korban Jiwa, SD 141 Diliburkan

Rabu, 14 November 2018 - 11:02 WIB

Satu Lagi, Korban Pagar Roboh Meninggal Dunia

Rabu, 14 November 2018 - 11:01 WIB

Begini Kronologis Insiden Pagar Roboh Makan Korban

Rabu, 14 November 2018 - 10:12 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us