Gas Bumi PGN Siap Kobarkan Api Asian Games
Senin, 20 Agustus 2018 - 14:26 WIB > Dibaca 398 kali Print | Komentar
Gas Bumi PGN Siap  Kobarkan Api Asian Games
KUALDRON: Tim dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk saat menguji coba penyalaan kualdron Bilah Nusantara beberapa waktu lalu. PGN turut berkontribusi dalam penyalaan kauldron di dalam dan luar area GBK dengan menyalurkan gas bumi dalam bentuk CNG sepanjang pelaksanaan Asian Games hingga 2 September mendatang. (PGN FOR RIAU POS)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) siap mengobarkan api Asian Games 2018 dengan gas bumi, selama ajang olahraga tersebut berlangsung sampai 2 September 2018 mendatang. 

Perusahaan distributor gas bumi terbesar di Indonesia itu telah memastikan keandalan sejumlah peralatan yang akan digunakan, sebelum seremoni pembukaan Asian Games dilakukan Presiden Joko Widodo di Stadion Utama Gelora Bung Karno, pada  Sabtu 18 Agustus 2018.

Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama menuturkan, panitia penyelenggara Asian Games atau Indonesia Asian Games Organizing Committee (INASGOC) telah meminta perusahaan mengalirkan gas bumi untuk menyalakan api pada kualdron utama di dalam stadion dan kualdron di luar stadion selama perlombaan berlangsung.

“Api untuk kualdron ini tidak boleh mati sedetik pun. Karena kobaran api berwarna merah menyala-nyala ini menggambarkan semangat para atlet yang akan bertanding di Asian Games. Penting bagi kami untuk bisa mempersiapkan api kualdron sesuai dengan kriteria yang ditentukan,” kata Rachmat dalam keterangan resmi, Ahad (19/8).

PGN akan menyalurkan gas bumi untuk kualdron di dalam dan luar stadion GBK dalam bentuk Compressed Natural Gas (CNG). Produk CNG milik PGN yang diberi nama Gaslink akan disediakan oleh anak usaha PGN yaitu PT Gagas Energi Indonesia (“Gagas”).

Tabung CNG berisi gas bumi yang telah dikompresi hingga 200 bar tersebut akan dibawa Gagas menggunakan gas transport module (GTM) ke dekat lokasi kualdron. Setidaknya ada 4 buah GTM ukuran 20 feet dan 10 feet yang digunakan. 4 truk pengangkut CNG itu dilengkapi dengan Pressure Release Device yaitu alat yang berfungsi melepaskan gas secara langsung ketika terjadi benturan atau panas yang berlebih.

Untuk memberi tambahan pengamanan, Gagas juga mengoperasikan 2 buah Pressure Reduction System (PRS) dengan kapasitas masing-masing 1000 m3/jam dan 300 m3/jam yang sudah dilengkapi dengan Pressure Safety Valve. Alat ini berfungsi untuk melepaskan tekanan berlebih pada PRS dan shutdown valve yang dapat ditutup secara manual ketika terjadi kebocoran.

“Gagas akan memastikan api di kualdron berwarna merah menyala dan terus hidup dengan menyiagakan tim operator selama 24 jam. Kami telah melakukan serangkaian tes untuk menjamin hal tersebut, pada pagi, siang, sore, dan malam hari dengan simulasi berbagai kondisi cuaca,” kata Rachmat.

Berdasarkan tes yang telah dilakukan, total keperluan gas untuk menghidupkan api kualdron mencapai 40.000 m3 dengan rincian 14.000 m3 untuk kualdron di dalam stadion dan 26.000 m3 untuk kualdron di luar stadion.

Penyaluran gas untuk kualdron utama kurang lebih selama 2 jam acara pembukaan berlangsung. Sedangkan kualdron luar terus menerima gas selama pelaksanaan Asian Games.

Siapkan KOBAGAS
Selain bertugas memastikan api Asian Games terus menyala, PGN juga memberikan dukungan tambahan bagi pelaksanaan ajang olah raga terbesar di Asia tersebut melalui KOBAGAS.

KOBAGAS merupakan komunitas sopir Bajaj Gas di bawah binaan PGN yang telah mendapatkan pembekalan sebelum pelaksanaan Asian Games. Sebanyak 500 sopir Bajaj anggota KOBAGAS telah siap berkomunikasi dalam Bahasa Inggris untuk mengantisipasi Bajaj miliknya ditumpangi oleh pendukung olahraga dari luar negeri.

Mereka juga memiliki jadwal pertandingan olahraga yang akan dilaksanakan di beberapa venue pertandingan di Jakarta setiap harinya.

“PGN ingin para sopir KOBAGAS yang selama ini menjadi mitra kami, bisa menjadi duta Asian Games 2018 yang ramah dan informatif ke penumpang,” kata Rachmat.(*)
KOMENTAR
Berita Update

Habib Rizieq Tak Langgar Hukum
Rabu, 14 November 2018 - 13:51 wib
Sandiaga: Saya Terus Berkomunikasi dengan SBY

Sandiaga: Saya Terus Berkomunikasi dengan SBY
Rabu, 14 November 2018 - 13:34 wib
DPRD Siapkan Rp200 M untuk Sekolah Gratis

DPRD Siapkan Rp200 M untuk Sekolah Gratis
Rabu, 14 November 2018 - 13:15 wib
Dua Gedung Penegak Hukum  Belum Kantongi Izin Lingkungan

Dua Gedung Penegak Hukum Belum Kantongi Izin Lingkungan
Rabu, 14 November 2018 - 13:00 wib

Kulit Cerah dengan Sapuan Warna Cokelat
Rabu, 14 November 2018 - 12:53 wib

Disdik : Pagar Dibangunan Komite
Rabu, 14 November 2018 - 12:48 wib
Khawatir Kuota Premium Tidak Cukup di Riau

Khawatir Kuota Premium Tidak Cukup di Riau
Rabu, 14 November 2018 - 12:48 wib

Pasien RSJ Bisa Gunakan Hak Pilih
Rabu, 14 November 2018 - 12:32 wib
Kontraktor  Diminta Menggesa Pengerjaan
Tiga Proyek Diprediksi Molor
Kontraktor Diminta Menggesa Pengerjaan
Rabu, 14 November 2018 - 12:30 wib

Korban Ketiga Longsor Nisel Ditemukan
Rabu, 14 November 2018 - 12:25 wib
Cari Berita
Ekonomi-Bisnis Terbaru
Daihatsu Jelajah Hangatnya Minyak Kayu Putih dan Pantai Jikumerasa
Koleksi dari Paris, Boutique Si.Se.Sa Dibuka di Kota Pekanbaru
Holding Migas Jadikan PGN Pemain Kelas Dunia

Sabtu, 10 November 2018 - 11:06 WIB

KITB Penopang Ekonomi Riau ke Depan

Jumat, 09 November 2018 - 11:45 WIB

Telkomsel Hadirkan Bundling TAU Lite 6 Plus Hanya Rp 10 Dapat Paket 6 GB
Sagang Online
loading...
Follow Us