Vaksin MR Haram, tapi Dianggap Mendesak
Selasa, 21 Agustus 2018 - 12:42 WIB > Dibaca 973 kali Print | Komentar
Vaksin MR Haram, tapi Dianggap Mendesak
KETERANGAN PERS: Ketua Komisi Fatwa MUI Hasanuddin (baju putih) memberikan keterangan pers terkait keharaman vaksin measles rubella di Jakarta, Senin (20/8/2018) malam. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Setelah menggelar rapat selama dua jam, malam tadi pukul 22.00 Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terkait vaksin Measles-Rubella (MR). Hasilnya vaksin buatan Serum Insitute of India (SII) itu haram. Namun karena faktor mendesak, penggunaan vaksin tersebut hukumnya mubah atau dibolehkan.

Ketua Komisi Fatwa MUI Hasanuddin Abdul Fattah mengatakan fatwa vaksin MR tersebut bernomor 33/2018. Nama resminya fatwa penggunaan vaksin MR produksi SII untuk imunisasi.

Keputusan haram diambil setelah tim LPPOM-MUI menerima dokumen dari SII. Di dalam dokumen tersebut diterangkan vaksin mengan­dung babi dan organ manusia.

Kandungan babi tersebut adalah gelatin yang berasal dari kulit babi. Kemudian juga ada enzim Trypsin yang diambil dari pankreas babi. Selain itu juga ada proses laktalbumin hydrolysate yang ditengarai dalam menjankannya bersinggungan dengan bahan dari babi. Kemudian unsur tubuh manusia yang terkandung dalam vaksin MR tersebut adalah human deploid cell.

Meskipun berstatus haram, Hasanuddin mengatakan program vaksinasi MR oleh Kemenkes tetap bisa dilanjutkan. Karena masuk kategori mendesak dan belum ditemukan vaksin serupa yang halal. “MUI juga mendengar penjelasan dari pakar atau ahli di bidang kesehatan,” paparnya.

Dalam fatwa ini MUI juga mengeluarkan rekomendasi untuk pemerintah. Seperti pemerintah wajib menjamin keberadaan vaksin yang halal bagi masyarakat. Kemudian produsen vaksin wajib mengupayakan vaksin yang halal dan sesuai ketentuan perundangan.

Lalu pemerintah diminta selalu menjadikan pertimbangan keagamaan dalam program vaksinasi. Selain itu pemerintah harus mengupayakan melalui WHO dan negara muslim lainnya untuk melakukan riset guna mendapatkan vaksin MR yang halal dan suci.

Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh mengatakan kajian LPPOM-MUI dimulai pada 14 Agustus. Kemudian hasilnya disampaikan ke Komisi Fatwa MUI pada 15 Agustus. Prosesnya berlangsung dengan mekanisme pengkajian terhadap dokumen yang dikirim oleh pihak SII. Dalam dokumen tersebut tim LPPOM-MUI sudah menyimpulkan adanya kandungan babi dan organ manusia.

Sebelumnya Menteri Kesehatan Nila F Moeloek menyatakan tetap menunggu fatwa MUI Pusat terkait boleh tidaknya penggunaan vaksin MR dalam program imunisasi pemerintah. Hal ini ditegaskan Nila ditemui di Kompleks Istana Negara, ketika ditanya mengenai hasil telaah Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) MUI yang menyatakan vaksin MR positif mengandung babi dan Human Deploit Cell, bahan dari organ manusia.

“Kami menunggu fatwa. Kita tunggu fatwa dari MUI ya,” jawab Nila.

Terpisah, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Anang Sugihantono dihubungi Riau Pos juga menyampaikan hal serupa. “Kemenkes belum menerima pemberitahuan resmi, dan Kemenkes sedang menunggu Komisi Fatwa MUI,” ucap dia.

Karena itu, lanjutnya, program imunikasi yang dijalankan pemerintah tetap berlanjut sesuai suurat edaran menteri kesehatan. Di mana, bagi masyarakat yang membutuhkan vaksin tersebut tetap dilayani. “Bagi yang menunggu fatwa ditunda sampai fatwa keluar,” tambahnya.


KOMENTAR
Berita Update

Setubuhi Anak Tiri, Warga Tembilahan Dikerangkeng
Rabu, 21 November 2018 - 17:00 wib
Prabowo Pasti Tepati Janji Tuntaskan Masalah Honorer K2

Prabowo Pasti Tepati Janji Tuntaskan Masalah Honorer K2
Rabu, 21 November 2018 - 15:54 wib
Tim Kampanye Jokowi Manfaatkan Popularitas Djarot

Tim Kampanye Jokowi Manfaatkan Popularitas Djarot
Rabu, 21 November 2018 - 15:50 wib
PHK 14 Pekerja dan Upah Di Bawah UMK
Dewan Rekomendasikan Cabut Izin PT MAS
Rabu, 21 November 2018 - 15:45 wib
APBD 2019 Rp1,47 T

APBD 2019 Rp1,47 T
Rabu, 21 November 2018 - 15:00 wib

Fokus Siapkan PK, Nuril Minta Perlindungan LPSK
Rabu, 21 November 2018 - 14:45 wib
141 Kades Tersangka Korupsi

141 Kades Tersangka Korupsi
Rabu, 21 November 2018 - 14:42 wib
Orang Tua Harus Hadir untuk Hindari Anak dari Kejahatan

Orang Tua Harus Hadir untuk Hindari Anak dari Kejahatan
Rabu, 21 November 2018 - 14:30 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Dianggarkan Rp388 M, Pembangunan Jalan Muntai-Bantan Air
Maksiat Jangan Dianggap Sepele

Rabu, 21 November 2018 - 11:30 WIB

Harga Daging Ayam Naik hingga Rp2 Ribu

Rabu, 21 November 2018 - 10:30 WIB

Target Final buat Fajar/Rian

Rabu, 21 November 2018 - 10:30 WIB

Kemenpan RB Tak Akan Turunkan Passing Grade CPNS 2018

Selasa, 20 November 2018 - 18:51 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us