Nasib Guru Honorer Terancam
Kamis, 23 Agustus 2018 - 12:43 WIB > Dibaca 6941 kali Print | Komentar
Nasib Guru Honorer Terancam
Abdul Jamal
Berita Terkait



KOTA (RIAUPOS.CO) – Rasionalisasi anggaran  yang dilakukan Pemko Pekanbaru juga menyentuh Dinas Pendidikan (Disdik) Pekanbaru. Akibatnya, nasib ratusan guru honor terancam. Ada dua pilihan yang akan dilakukan. Melakukan pengurangan jumlah guru honor atau menghentikan

Kondisi ini diungkapkan Kepala Disdik Kota Pekanbaru Abdul Jamal kepada Riau Pos, Rabu (22/8). Ia menjelaskan, sebenarnya guru honorer mendapat gaji hanya sekitar Rp400 ribu per bulan. Karena menurut aturan, gaji mereka maksimal hanya 15 persen dari dana bantuan operasional sekolah (BOS).

‘’ Itu sudah jadi aturan pemerintah pusat . Hal ini menjadi menjadi salah satu faktor rendahkan gaji yang diterima para guru honorer di Kota Pekanbaru,” katanya.

Diakuinya, jika dana 15 persen dari BOS itu memang bisa dikatakan tidak mencukupi untuk memberikan kesejahteraan kepada para guru honorer yang bertugas di sekolah negeri. ‘’Sebenarnya dana BOS merupakan alokasi dari pemerintah pusat untuk operasional sekolah. Artinya, urusan kesejahteraan guru honorer menjadi tanggung jawab pemerintah daerah,’’ sebutnya.

Untuk itulah, Pemko Pekanbaru mengalokasikan anggaran sendiri untuk diberikan kepada guru honorer melalui bantuan atau dana isentif sekitar Rp500 ribu sampai Rp600 ribu per bulan per guru honorer.  

Namun saat ini, dana insentif tersebut terancam terputus mengingat kondisi keuangan Pemko Pekanbaru. “Sekarang ada rasionalisasi anggaran juga,” ujar Abdul Jamal.

Dikatakannya, pengurangan jumlah guru honorer, termasuk penjaga serta operator sekolah menjadi salah satu solusi dalam rangka rasionalisasi anggaran dimaksud. Dengan begitu beban sekolah untuk membayar gaji honorer di sekolah bisa sedikit berkurang.

‘’Kondisi seperti itu memang sudah dilakukan sebagian sekolah. Bahkan banyak guru honorer sekolah negeri yang memutuskan untuk resign (keluar, red)  dari sekolah,’’  katanya.

Selain masalah bakal terhentinya dan insentif dari pemko tersebut, gaji guru honorer dari dana BOS juga tidak lancar. ‘’Mereka (guru honorer, red) harus menunggu lama pencairan dana BOS tersebut. Bagi sekolah yang memiliki dana cadangan bisa menggaji honorer setiap bulan. Tapi, sekolah yang tidak punya dana, terpaksa pencairan gaji honorer menunggu dua atau tiga bulan,’’ ujarnya.(ilo)


KOMENTAR
Berita Update
Kemenpan RB Tak Akan Turunkan Passing Grade CPNS 2018

Kemenpan RB Tak Akan Turunkan Passing Grade CPNS 2018
Selasa, 20 November 2018 - 18:51 wib
Transaksi Mencurigakan Tokoh Agama

Transaksi Mencurigakan Tokoh Agama
Selasa, 20 November 2018 - 18:25 wib
Surat Suara Lebih Besar dari Koran

Surat Suara Lebih Besar dari Koran
Selasa, 20 November 2018 - 17:54 wib

2 Hafiz Rohul Raih Juara di MHQ ASEAN
Selasa, 20 November 2018 - 17:38 wib

Najib Razak Kembali Diperiksa KPK Malaysia
Selasa, 20 November 2018 - 17:36 wib

Sabu Rp4 M Disimpan dalam Tas Ransel
Selasa, 20 November 2018 - 17:22 wib
Dua Mahasiswi Tewas Ditabrak Truk

Dua Mahasiswi Tewas Ditabrak Truk
Selasa, 20 November 2018 - 15:00 wib

Pemkab Komit Kelola Lahan Gambut
Selasa, 20 November 2018 - 14:30 wib

TP PKK Berikan Penanganan Stunting di 10 Desa
Selasa, 20 November 2018 - 14:00 wib

Bupati Launching Aplikasi Sipedih
Selasa, 20 November 2018 - 13:30 wib
Cari Berita
Pekanbaru Terbaru
Tunggu Kepastian Pelantikan Plt Gubri

Selasa, 20 November 2018 - 13:00 WIB

Pedagang Pasar Rumbai Minta Pembayaran Kios per Hari

Selasa, 20 November 2018 - 11:48 WIB

Haul Marhum Pekan Ingatkan Sejarah Pekanbaru

Selasa, 20 November 2018 - 11:27 WIB

HUT Ke-61, PAPDI Gelar Pengabdian Masyarakat

Senin, 19 November 2018 - 10:16 WIB

IDI Riau Gembira PN Pekanbaru Menangkan Gugatan Anggotanya
Sagang Online
loading...
Follow Us