Nasib Guru Honorer Terancam
Kamis, 23 Agustus 2018 - 12:43 WIB > Dibaca 6514 kali Print | Komentar
Nasib Guru Honorer Terancam
Abdul Jamal
Berita Terkait



KOTA (RIAUPOS.CO) – Rasionalisasi anggaran  yang dilakukan Pemko Pekanbaru juga menyentuh Dinas Pendidikan (Disdik) Pekanbaru. Akibatnya, nasib ratusan guru honor terancam. Ada dua pilihan yang akan dilakukan. Melakukan pengurangan jumlah guru honor atau menghentikan

Kondisi ini diungkapkan Kepala Disdik Kota Pekanbaru Abdul Jamal kepada Riau Pos, Rabu (22/8). Ia menjelaskan, sebenarnya guru honorer mendapat gaji hanya sekitar Rp400 ribu per bulan. Karena menurut aturan, gaji mereka maksimal hanya 15 persen dari dana bantuan operasional sekolah (BOS).

‘’ Itu sudah jadi aturan pemerintah pusat . Hal ini menjadi menjadi salah satu faktor rendahkan gaji yang diterima para guru honorer di Kota Pekanbaru,” katanya.

Diakuinya, jika dana 15 persen dari BOS itu memang bisa dikatakan tidak mencukupi untuk memberikan kesejahteraan kepada para guru honorer yang bertugas di sekolah negeri. ‘’Sebenarnya dana BOS merupakan alokasi dari pemerintah pusat untuk operasional sekolah. Artinya, urusan kesejahteraan guru honorer menjadi tanggung jawab pemerintah daerah,’’ sebutnya.

Untuk itulah, Pemko Pekanbaru mengalokasikan anggaran sendiri untuk diberikan kepada guru honorer melalui bantuan atau dana isentif sekitar Rp500 ribu sampai Rp600 ribu per bulan per guru honorer.  

Namun saat ini, dana insentif tersebut terancam terputus mengingat kondisi keuangan Pemko Pekanbaru. “Sekarang ada rasionalisasi anggaran juga,” ujar Abdul Jamal.

Dikatakannya, pengurangan jumlah guru honorer, termasuk penjaga serta operator sekolah menjadi salah satu solusi dalam rangka rasionalisasi anggaran dimaksud. Dengan begitu beban sekolah untuk membayar gaji honorer di sekolah bisa sedikit berkurang.

‘’Kondisi seperti itu memang sudah dilakukan sebagian sekolah. Bahkan banyak guru honorer sekolah negeri yang memutuskan untuk resign (keluar, red)  dari sekolah,’’  katanya.

Selain masalah bakal terhentinya dan insentif dari pemko tersebut, gaji guru honorer dari dana BOS juga tidak lancar. ‘’Mereka (guru honorer, red) harus menunggu lama pencairan dana BOS tersebut. Bagi sekolah yang memiliki dana cadangan bisa menggaji honorer setiap bulan. Tapi, sekolah yang tidak punya dana, terpaksa pencairan gaji honorer menunggu dua atau tiga bulan,’’ ujarnya.(ilo)


KOMENTAR
Berita Update

Menteri Keuangan Imbau Perusahaan Gunakan Rupiah
Minggu, 22 September 2018 - 15:49 wib
Stroberi Berjarum Repotkan Australia

Stroberi Berjarum Repotkan Australia
Minggu, 22 September 2018 - 14:47 wib
Waspadai Akun Robot Jelang Pemilu

Waspadai Akun Robot Jelang Pemilu
Minggu, 22 September 2018 - 12:46 wib

Riau Pos Terima Dua Penghargaan dari Bawaslu
Minggu, 22 September 2018 - 12:43 wib

Festival Zhong Qiu Berpusat di Jalan Karet
Minggu, 22 September 2018 - 09:53 wib

Dua Kali Runner up, SMA Darma Yudha Targetkan Champion
Minggu, 21 September 2018 - 19:00 wib

Tak Mudah Raih Maturitas SPIP
Minggu, 21 September 2018 - 18:30 wib

Pengelola Diminta Optimalkan Aset untuk Kesejahteraan Desa
Minggu, 21 September 2018 - 18:00 wib
Tolak Politik Transaksional
Apresiasi Komitmen Partai
Minggu, 21 September 2018 - 17:30 wib
Warga Dambakan Aliran Listrik

Warga Dambakan Aliran Listrik
Minggu, 21 September 2018 - 17:00 wib
Cari Berita
Pekanbaru Terbaru
Harimau Mangsa Ternak Warga

Jumat, 21 September 2018 - 13:30 WIB

UAS Jadi Perhatian Peneliti

Jumat, 21 September 2018 - 10:11 WIB

Polisi Wajib Ikuti Tes Dapatkan SIM

Jumat, 21 September 2018 - 09:55 WIB

Banyak  WP Menunggak Pajak

Jumat, 21 September 2018 - 09:28 WIB

Unri Teliti Laju Sedimentasi Kolam Patin

Jumat, 21 September 2018 - 09:26 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini