Pertamina Harus Cari Partner Kelola Blok Rokan
Sabtu, 25 Agustus 2018 - 15:23 WIB > Dibaca 459 kali Print | Komentar
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pertamina harus mencari partner dalam Blok Rokan untuk jaga produksi. Pernyataan yang disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)  itu mendapat sambutan positif dari elemen masyarakat.

‘’Kami menyambut baik pengumuman ini dan mengapresiasi Kementerian ESDM, karena dengan hal ini jelas membuktikan bahwa pemerintahaan saat ini tidak pro asing dan tetap mengutamakan BUMN. Stigma bahwa pemerintah pro asing sudah terpatahkan” kata Mamit Setiawan Direktur Executive Energy Watch dalam keterangan tertulis yang diterima JPG, Jumat (24/8).

Mamit menjelaskan, Pertamina mempunyai waktu yang lebih lama untuk lebih mengenal dan mempersiapkan diri dalam mengelola Blok Rokan. “Jangan sampai mereka mengalami hal yang sama saat peralihan Blok Mahakam dari Total kepada Pertamina, di mana produksinya langsung turun tidak sesuai dengan target,” ungkapnya.

Padahal, sambungnya, sudah ada peralihan selama 1 tahun dari sebelum kontrak habis. Tahun 2017 produksi Blok Mahakam adalah sebesar 1.200 mmscfd. “Saat ini produksi gas di Blok Mahakam 957 mmscfd dari target 1.008 mmscfd dan minyak sebesar 43.000BOPD dari target 46.000 BOPD” tambah Mamit.

Menurut Mamit, proses pemilihan partner kita serahkan kepada Pertamina untuk mencari yang terbaik dan memang mempunyai pengalaman dalam mengelola industri hulu migas.

“Selain itu juga calon partner tersebut harus mempunyai dana yang cukup serta teknologi dalam mengelola Blok Rokan. Mereka tidak harus berpartner dengan kontraktor eksisting saat ini yaitu Chevron Pacific Indonesia (CPI),” sergahnya.

Ia tegaskan, biarkan proses berlangsung Businees to Businees dengan transparan sehingga tidak menimbulkan kecurigaan di masyarakat. Mamit juga menyampaikan bahwa dengan share down ini Pertamina harus tetap menjadi operator dalam mengelola Blok Rokan.

“Pertamina bisa share down maksimal 39 persen karena ada jatah PI daerah sebesar 10 persen, jadi Pertamina tetap menjadi pemegang saham terbesar dan tetap sebagai operator” pungkas Mamit.(jto/lim)
KOMENTAR
Berita Update
Distributor Jangan  Timbun Bahan Pokok

Distributor Jangan Timbun Bahan Pokok
Selasa, 13 November 2018 - 13:30 wib

HKN, Momentum Tingkatkan Kesehatan Masyarakat
Selasa, 13 November 2018 - 13:00 wib

Setengah Kilogram Sabu dan Ekstasi Dimusnahkan
Selasa, 13 November 2018 - 12:38 wib
Biaya Perjalanan Dinas  DPRD Rp 852 Miliar

Biaya Perjalanan Dinas DPRD Rp 852 Miliar
Selasa, 13 November 2018 - 12:00 wib
Banyak Formasi CPNS Riau yang Kosong

Banyak Formasi CPNS Riau yang Kosong
Selasa, 13 November 2018 - 11:37 wib

Ditinggal Makan Malam, Rumah Ludes Terbakar
Selasa, 13 November 2018 - 10:50 wib

Stan Lee, Pencipta Tokoh Superhero Marvel Wafat
Selasa, 13 November 2018 - 10:37 wib
Mayat Tersangkut di Sungai Sail
Hilang Dua Hari, Dokter Ditemukan Meninggal
Selasa, 13 November 2018 - 10:23 wib
Harga Beras Terus Mengalami Kenaikan
Dampak Cuaca Buruk di Sumbar
Harga Beras Terus Mengalami Kenaikan
Selasa, 13 November 2018 - 10:00 wib
Pengendara Jatuh  Terpeleset Tumpahan CPO

Pengendara Jatuh Terpeleset Tumpahan CPO
Selasa, 13 November 2018 - 09:40 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Harga Beras Terus Mengalami Kenaikan

Selasa, 13 November 2018 - 10:00 WIB

Suksesnya Perhutanan Sosial Tergantung Dukungan Pemda

Selasa, 13 November 2018 - 08:22 WIB

Maksimalkan Melalui Produk Unggulan

Senin, 12 November 2018 - 21:00 WIB

Transaksi Harian Saham  Anjlok 1,89 Persen

Senin, 12 November 2018 - 19:00 WIB

Cukai Rokok Batal Naik, Target Pajak Sulit Tercapai

Senin, 12 November 2018 - 18:00 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us