Pertamina Harus Cari Partner Kelola Blok Rokan
Sabtu, 25 Agustus 2018 - 15:23 WIB > Dibaca 513 kali Print | Komentar
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pertamina harus mencari partner dalam Blok Rokan untuk jaga produksi. Pernyataan yang disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)  itu mendapat sambutan positif dari elemen masyarakat.

‘’Kami menyambut baik pengumuman ini dan mengapresiasi Kementerian ESDM, karena dengan hal ini jelas membuktikan bahwa pemerintahaan saat ini tidak pro asing dan tetap mengutamakan BUMN. Stigma bahwa pemerintah pro asing sudah terpatahkan” kata Mamit Setiawan Direktur Executive Energy Watch dalam keterangan tertulis yang diterima JPG, Jumat (24/8).

Mamit menjelaskan, Pertamina mempunyai waktu yang lebih lama untuk lebih mengenal dan mempersiapkan diri dalam mengelola Blok Rokan. “Jangan sampai mereka mengalami hal yang sama saat peralihan Blok Mahakam dari Total kepada Pertamina, di mana produksinya langsung turun tidak sesuai dengan target,” ungkapnya.

Padahal, sambungnya, sudah ada peralihan selama 1 tahun dari sebelum kontrak habis. Tahun 2017 produksi Blok Mahakam adalah sebesar 1.200 mmscfd. “Saat ini produksi gas di Blok Mahakam 957 mmscfd dari target 1.008 mmscfd dan minyak sebesar 43.000BOPD dari target 46.000 BOPD” tambah Mamit.

Menurut Mamit, proses pemilihan partner kita serahkan kepada Pertamina untuk mencari yang terbaik dan memang mempunyai pengalaman dalam mengelola industri hulu migas.

“Selain itu juga calon partner tersebut harus mempunyai dana yang cukup serta teknologi dalam mengelola Blok Rokan. Mereka tidak harus berpartner dengan kontraktor eksisting saat ini yaitu Chevron Pacific Indonesia (CPI),” sergahnya.

Ia tegaskan, biarkan proses berlangsung Businees to Businees dengan transparan sehingga tidak menimbulkan kecurigaan di masyarakat. Mamit juga menyampaikan bahwa dengan share down ini Pertamina harus tetap menjadi operator dalam mengelola Blok Rokan.

“Pertamina bisa share down maksimal 39 persen karena ada jatah PI daerah sebesar 10 persen, jadi Pertamina tetap menjadi pemegang saham terbesar dan tetap sebagai operator” pungkas Mamit.(jto/lim)
KOMENTAR
Berita Update

Pengrusak Atribut PD Dijebloskan ke Rutan
Kamis, 17 Januari 2019 - 15:35 wib
Puskesmas Tambusai Jadi Percontohan

Puskesmas Tambusai Jadi Percontohan
Kamis, 17 Januari 2019 - 15:30 wib
Satu tersangka Mantan Pegawai Lapas Bengkalis
Pemusnahan Sabu-sabu 37 Kg dan 86.000 Butir Pil Ekstasi
Kamis, 17 Januari 2019 - 15:26 wib
Pembangunan Roro  di Insit Hampir Rampung

Pembangunan Roro di Insit Hampir Rampung
Kamis, 17 Januari 2019 - 15:15 wib
Peran Camat dan Penghulu Turut Menentukan

Peran Camat dan Penghulu Turut Menentukan
Kamis, 17 Januari 2019 - 14:30 wib
Masyarakat Diajak Jaga Keindahan Taman

Masyarakat Diajak Jaga Keindahan Taman
Kamis, 17 Januari 2019 - 14:00 wib
Bupati Jelaskan Fungsi TP4D

Bupati Jelaskan Fungsi TP4D
Kamis, 17 Januari 2019 - 13:30 wib
APBD Belum Bisa Digunakan

APBD Belum Bisa Digunakan
Kamis, 17 Januari 2019 - 13:15 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Ikatan Pemulung Mau ke DPR, Protes Perda Larangan Plastik
Naik Gaji, PNS dan TNI-Polri Harus Tetap Netral

Kamis, 17 Januari 2019 - 11:27 WIB

Sriwijaya Ajukan Penundaan Laga di Piala Indonesia

Rabu, 16 Januari 2019 - 10:15 WIB

Sudah 11 Tersangka Pengaturan Skor Persibara Lawan PS Mojokerto
Barito Putera Kontrak 3 Pemain Timnas

Selasa, 15 Januari 2019 - 16:00 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us