Depan >> Berita >> Hukum >>
Kemen PPPA Pelajari Kasus Meiliana
Sabtu, 25 Agustus 2018 - 14:33 WIB > Dibaca 438 kali Print | Komentar
Kemen PPPA Pelajari Kasus Meiliana
Meiliana.
Berita Terkait



JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Kasus Meiliana terus mendapat sorotan berbagai pihak. Meski belum mendapat laporan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) memastikan segera mempelajari kasus tersebut. Nyimas Aliah, Asisten Deputi perlindungan Hak Perempuan dalam Situasi Darurat dan Kondisi Khusus Kementerian PPPA menuturkan, pihaknya akan melihat putusan untuk Meiliana, adil atau tidak bagi perempuan.

”Terlepas dari isu agama, dengan adanya penyerangan (ke rumah dan vihara) itu kalau kami lihat sebagai persekusi,” tutur Nyimas saat ditemui di kantor Kementerian PPPA, Jumat (24/8).

Dia menyampaikan, persekusi merupakan kekerasan. Apalagi yang menjadi sasaran adalah perempuan. Kementerian PPPA dengan tegas mengungkapkan, bahwa hal itu menjadi atensi mereka. ”Perlu ditinjau lagi kasus hukumnya. Kenapa sampai ada putusan tersebut,” beber Nyimas.

Terhadap pelaku persekusi, dia juga menegaskan bahwa harus ada tindakan. Putusan pengadilan menurut Nyimas memiliki andil besar. ”Namun kita lihat dari sisi perempuan, apakah (Meiliana, red) ini kriminalisasi atau diskriminasi, akan coba kita lihat,” tuturnya.

Dia ingin ada keadilan. Terlepas kasus itu berkaitan dengan persoalan agama atau tidak.

Terpisah, Presiden Joko Widodo akhirnya angkat bicara terkait vonis penistaan agama atas nama Meiliana warga Tanjung Balai. Jokowi mengaku tidak bisa melakukan intervensi apa pun.  ”Ya, saya tidak bisa mengintervensi hal-hal yang berkaitan di wilayah hukum pengadilan,” ujarnya di Kantor Konferensi Waligereja Indonesia, Jakarta, kemarin.

Jokowi bahkan menyebutkan, bahwa dirinya juga sedang menjalani proses hukum pascaputusan pengadilan terkait karhutla. Di mana dia dinyatakan bersalah dan melanggar hukum. Di situ, dia juga mengaku tidak bisa mengintervensi.

”Saya sendiri juga kan baru digedok oleh pengadilan di Palangkaraya bersalah karena urusan kebakaran,” imbuhnya.

Terkait apakah pemerintah berencana merevisi pasal 156 Kitab Undang–Undang Hukum Pidana (KUHP), mantan wali kota Solo itu tidak memberikan jawaban. Dia menilai Meiliana masih memiliki kesempatan lepas dari jeratan pasal tersebut dengan menggunakan jalur banding.

”Ya, itu kan ada proses banding,” ujarnya.

Senada dengan presiden, Juru Bicara (Jubir) Komisi Yudisial (KY) Farid Wajdi menyampaikan bahwa semua pihak harus menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

”Di sisi advokasi hakim, KY meminta kepada semua pihak agar tidak mengintervensi hakim maupun pengadilan dengan merendahkan kehormatan dan keluhuran hakim,” terang pria yang lebih akrab dipanggil Farid itu. (far/lyn/syn/jpg)
KOMENTAR
Berita Update

Olahraga Bangun Peradaban Positif
Jumat, 20 September 2018 - 19:00 wib
TGB Blak-blakan Bicara Tudingan Gratifikasi

TGB Blak-blakan Bicara Tudingan Gratifikasi
Jumat, 20 September 2018 - 18:43 wib
AS Potong Bantuan Dana bagi Palestina

AS Potong Bantuan Dana bagi Palestina
Jumat, 20 September 2018 - 18:38 wib

Polres Gelar Apel Pasukan Operasi Mantap Brata
Jumat, 20 September 2018 - 18:30 wib

Ketua Ombudsman RI Gelar Kuliah Umum di Unri
Jumat, 20 September 2018 - 18:24 wib

Dimsum, Chinese Food Yg Menggugah Selera
Jumat, 20 September 2018 - 17:39 wib
Ancaman Serius Plastik Mikro

Ancaman Serius Plastik Mikro
Jumat, 20 September 2018 - 17:37 wib
Trump Senang Kim Jong Un Izinkan Inspeksi Nuklirnya

Trump Senang Kim Jong Un Izinkan Inspeksi Nuklirnya
Jumat, 20 September 2018 - 17:36 wib
Trump Senang Kim Jong Un Izinkan Inspeksi Nuklirnya

Trump Senang Kim Jong Un Izinkan Inspeksi Nuklirnya
Jumat, 20 September 2018 - 17:36 wib

SMA As Shofa Waspadai Timnya Sendiri
Jumat, 20 September 2018 - 17:30 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Kepala Bappeda Bengkalis Diperiksa KPK

Sabtu, 15 September 2018 - 13:25 WIB

Setnov Minta Eni Tak Ceritakan Perannya di PLTU Riau-1

Senin, 10 September 2018 - 22:04 WIB

Idrus Imbau Kader Golkar Tidak ’’Nyanyi”

Sabtu, 08 September 2018 - 12:24 WIB

KPK Sarankan Partai Melakukan PAW

Rabu, 05 September 2018 - 12:39 WIB

Polisi Tunggu UAS Laporkan soal Intimidasi

Rabu, 05 September 2018 - 02:24 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini