Dayung Ukir Sejarah, Sepakbola Gagal ke 8 Besar
Sabtu, 25 Agustus 2018 - 12:38 WIB > Dibaca 2897 kali Print | Komentar
Dayung Ukir Sejarah, Sepakbola Gagal ke 8 Besar
HORMAT BENDERA: Atlet Indonesia hormat bendera saat menyanyikan lagu Indonesia Raya usai penyerahan medali cabang olahraga dayung nomor LM 8+ di Lintasan Dayung JSC Palembang, Jumat (24/8/2018).(BAWAH) LESU: Pemain Indonesia tertunduk lesu setelah kalah adu penalti melawan Uni Emirat Arab pada babak 16 Besar sepakbola Asian Games 2018 di Stadion Wibawa Mukti Cikarang, Jumat (24/8/2018). (EVAN ZUMARLI/DIPTA WAHYU/JPG)
PALEMBANG (RIAUPOS.CO) - Sejarah baru diukir tim dayung Indonesia di Asian Games 2018. Mereka berhasil menyumbang 1 emas, 2 perak, dan 2 perunggu dari sepuluh nomor yang diikuti. Capaian tersebut sekaligus menjadi yang terbaik bagi tim dayung Merah Putih sepanjang Asian Games itu.

Kemarin, satu emas berhasil disabet dari nomor lightweight men’s eight (LM8+) di venue rowing and canoeing Regatta Course Jakabaring Sport City. Sekaligus menyumbang emas kesembilan bagi kontingen Indonesia. Duel seru terjadi antara Indonesia dan Uzbekistan. Skuad yang diisi Ali Buton, Ferdiansyah, Ihram, Ardi Isadi, Denri Maulidzar, Tanzil Hadid, Jefri Ardianto, Muhad Yakin, dan Ujang Hasbulloh itu sempat ketinggalan start dari tim Uzbekistan.

Meski begitu, Indonesia tak mau kalah. Selepas 1.000 meter, Ali Buton dkk menambah kecepatan dan kekuatan tangannya mengayuh. ”Kami ada sandi khusus untuk sprint dengan berteriak wakanda!” ujar Irham, salah satu pedayung LM8+.

Usaha tersebut membuahkan hasil. Mereka mampu menyalip tim Uzbekistan. Memasuki 500 meter jelang finis, tim Indonesia mampu unggul setengah perahu dari tim negara pecahan Uni Soviet itu. Sorak-sorai riuh penonton pun menggema menyemangati pedayung Tanah Air yang sedang bertarung itu.

”Ayoo Indonesia…. Ayoo teruuuuss!” seru penonton riuh.

Hingga akhirnya, suara ratusan penonton yang memadati tribun bergemuruh selepas perahu Indonesia mampu finis di posisi pertama. Sembilan pedayung yang masih berada di atas perahu pun berteriak lepas sembari mengangkat kedua tangan mereka yang mengepal. Sampai-sampai Ujang yang bertugas sebagai juru mudi berdiri di atas kapal meluapkan kegembiaraannya.

Melihat kesuksesan tim LM8+ di pesta olahraga Asia tersebut tidak lepas dari perjuangan para atletnya. Minimnya kompetisi di dalam negeri, membuat mereka kesulitan untuk mengasah kemampuan. ”Hanya ada tiga kompetisi rowing di Indonesia. Cuma Kejurnas, Pra-PON, dan PON,” terang Irham.

Maklum, rowing bukan termasuk olahraga populer di Indonesia. Selama ini, PB PODSI menyeleksi atlet-atlet pelatnas berdasarkan tiga kompetisi itu. Meski beregu, pemilihan skuad LM8+ diseleksi secara individu. Selain itu, mereka juga harus sering bertanding di luar negeri untuk meningkatkan kemampuan para atletnya. ”Rowing ini olahraga yang memerlukan biaya besar. Support pemerintah sangat penting bagi kami,” ucap manajer tim dayung Budiman Setiawan.

Perlu 7 tahun berlatih bersama bagi tim LM8+ untuk mewujudkan emas. Setiap tahun harus ada kenaikan tren positif. Di kancah Asia Tenggara, nomor yang melibatkan delapan pedayung itu selalu menyabet emas sejak tahun 2011, 2013, dan 2015. Tahun lalu, di Malaysia, tidak dipertandingkan. Selain itu, tim LM8+ juga mengikuti kejuaraan internasional di Eropa untuk mengadu kemampuan sekaligus menambah jam terbang. Khusus, persiapan jelang Asian Games 2018, mereka melakoni tiga kali turnamen. Sekali di Australia dan dua kali di Belanda.


KOMENTAR
Berita Update
Kasus Century, KPK Minta Keterangan Ketua OJK

Kasus Century, KPK Minta Keterangan Ketua OJK
Rabu, 13 November 2018 - 20:47 wib
Stan Lee Wafat, Para Superhero Berduka

Stan Lee Wafat, Para Superhero Berduka
Rabu, 13 November 2018 - 19:37 wib
Polri Teliti Kemungkinan Hoaks by Design

Polri Teliti Kemungkinan Hoaks by Design
Rabu, 13 November 2018 - 18:23 wib
Dianiaya, Warga Guntung Meregang Nyawa

Dianiaya, Warga Guntung Meregang Nyawa
Rabu, 13 November 2018 - 18:00 wib

Empat Desa di Pelalawan Banjir
Rabu, 13 November 2018 - 17:15 wib

Jalan Rusak Koto Gasib Berbahaya
Rabu, 13 November 2018 - 17:00 wib
Terkait Kasus Century, Miranda Diperiksa KPK

Terkait Kasus Century, Miranda Diperiksa KPK
Rabu, 13 November 2018 - 16:56 wib

Momen Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Masyarakat
Rabu, 13 November 2018 - 16:45 wib

Sungai Siak dan Burung Serindit Promosikan Riau
Rabu, 13 November 2018 - 16:30 wib
Cari Berita
Olahraga Terbaru
Arema FC Cukur Perseru

Senin, 12 November 2018 - 12:30 WIB

Ginting Angkat Koper

Sabtu, 10 November 2018 - 10:40 WIB

Borong 21 Medali, Anggar Diharapkan Sukses di PON

Jumat, 09 November 2018 - 13:00 WIB

Kejurnas Junior Pelti Riau  Open 2018 Resmi Digelar

Jumat, 09 November 2018 - 12:30 WIB

Juara Dunia,  Eko Kebanjiran  Bonus

Jumat, 09 November 2018 - 12:15 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini