Penggunaan Hashtag Politik di Dunia Maya harus Beradab
Selasa, 28 Agustus 2018 - 04:29 WIB > Dibaca 518 kali Print | Komentar
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Menjelang pemilihan presiden (Pilpres) 2019, media sosial sebagai kekuatan pembangunan personal branding suatu hal yang tidak dipungkiri. Munculnya fenomena tagar atau hashtag menjadi satu di antara simbol-simbol komunikasi politik yang digaungkan masing-masing kubu.

Pengamat Komunikasi politik sekaligus Direktur Eksekutif Lingkar Kajian Komunikasi Politik (LKKP), Adiyana Slamet mengatakan pertarungan tagar di media sosial dan praktiknya di kehidupan sehari-hari seyogyanya tidak mengumbar kebencian di antara masyarakat dan seolah-olah membelah masyarakat Indonesia menjadi dua bagian.

"Memunculkan tagar merupakan bagian strategi tim kampanye maupun relawan dalam mendukung salah satu capres, namun kewajaran itu dilakukan dengan adab, tidak boleh menghujat, tidak boleh menyerang personal dan menghargai perbedaan karena itu syarat konsolidasi demokrasi, apalagi di Indonesia memegang teguh adab yang saling menghormati dan menghargai dengan nilai agama, budaya yang akhirnya berujung pada nilai etik dan moral," ucapnya Senin, (27/8).

Munculnya tagar seperti #2019tetapjokowi ataupun #2019prabowopresiden merupakan personal branding yang dilakukan masing-masing tim kampanye. Namun, Adiyana mengungkapkan hal tersebut harus dilakukan pendukung tidak lagi mengeksplotasi emosi semata, harus dengan kesadaran bahwa niat berkontestasi adalah membangun visi Indonesia beradab, adil dan sejahtera siapapun yang akan dipimpin.

Selain menggaungkan tagar, tim kampanye khususnya kubu oposisi yang gencar sekali memunculkan #2019GantiPresiden harus mampu membentuk logika pemilih, jika pemilih meyakini bahwa seorang kandidat akan memperbaiki taraf hidupnya dan jika kandidat mampu menyamakan karakteristik dengan pemilih, maka pemilih dengan rasionalitasnya, pemilih tersebut akan memilih kandidat tersebut

"Harus diimbangi dengan tawaran-tawaran yang realistis, bahwa bagaimana komunikasi politik memalui tagar tersebut, agar bagaimana merubah keyakinan, nilai pemilih," pungkasnya.(lov)

Sumber: RMOL
KOMENTAR
Berita Update

Komitmen Naker Lokal Dipertanyakan
Kamis, 17 Januari 2019 - 16:00 wib

Pengrusak Atribut PD Dijebloskan ke Rutan
Kamis, 17 Januari 2019 - 15:35 wib
Puskesmas Tambusai Jadi Percontohan

Puskesmas Tambusai Jadi Percontohan
Kamis, 17 Januari 2019 - 15:30 wib
Satu tersangka Mantan Pegawai Lapas Bengkalis
Pemusnahan Sabu-sabu 37 Kg dan 86.000 Butir Pil Ekstasi
Kamis, 17 Januari 2019 - 15:26 wib
TP4D Siap Lakukan Pendampingan

TP4D Siap Lakukan Pendampingan
Kamis, 17 Januari 2019 - 15:00 wib
Peran Camat dan Penghulu Turut Menentukan

Peran Camat dan Penghulu Turut Menentukan
Kamis, 17 Januari 2019 - 14:30 wib
Masyarakat Diajak Jaga Keindahan Taman

Masyarakat Diajak Jaga Keindahan Taman
Kamis, 17 Januari 2019 - 14:00 wib
Bupati Jelaskan Fungsi TP4D

Bupati Jelaskan Fungsi TP4D
Kamis, 17 Januari 2019 - 13:30 wib
Cari Berita
Politik Terbaru
Tren Elektabilitas Prabowo-Sandi Naik

Kamis, 17 Januari 2019 - 13:09 WIB

Media Jangan Jadi ’’Pemain’’ di Pilpres

Kamis, 17 Januari 2019 - 12:11 WIB

APK Tak Boleh Masuk, Diganti Kipas Tangan

Kamis, 17 Januari 2019 - 10:23 WIB

Bawaslu Bahas Pidato Jokowi dan Prabowo

Rabu, 16 Januari 2019 - 14:40 WIB

Bulan Depan Prabowo Direncanakan Kunjungi Riau

Rabu, 16 Januari 2019 - 14:35 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us