Penggunaan Hashtag Politik di Dunia Maya harus Beradab
Selasa, 28 Agustus 2018 - 04:29 WIB > Dibaca 452 kali Print | Komentar
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Menjelang pemilihan presiden (Pilpres) 2019, media sosial sebagai kekuatan pembangunan personal branding suatu hal yang tidak dipungkiri. Munculnya fenomena tagar atau hashtag menjadi satu di antara simbol-simbol komunikasi politik yang digaungkan masing-masing kubu.

Pengamat Komunikasi politik sekaligus Direktur Eksekutif Lingkar Kajian Komunikasi Politik (LKKP), Adiyana Slamet mengatakan pertarungan tagar di media sosial dan praktiknya di kehidupan sehari-hari seyogyanya tidak mengumbar kebencian di antara masyarakat dan seolah-olah membelah masyarakat Indonesia menjadi dua bagian.

"Memunculkan tagar merupakan bagian strategi tim kampanye maupun relawan dalam mendukung salah satu capres, namun kewajaran itu dilakukan dengan adab, tidak boleh menghujat, tidak boleh menyerang personal dan menghargai perbedaan karena itu syarat konsolidasi demokrasi, apalagi di Indonesia memegang teguh adab yang saling menghormati dan menghargai dengan nilai agama, budaya yang akhirnya berujung pada nilai etik dan moral," ucapnya Senin, (27/8).

Munculnya tagar seperti #2019tetapjokowi ataupun #2019prabowopresiden merupakan personal branding yang dilakukan masing-masing tim kampanye. Namun, Adiyana mengungkapkan hal tersebut harus dilakukan pendukung tidak lagi mengeksplotasi emosi semata, harus dengan kesadaran bahwa niat berkontestasi adalah membangun visi Indonesia beradab, adil dan sejahtera siapapun yang akan dipimpin.

Selain menggaungkan tagar, tim kampanye khususnya kubu oposisi yang gencar sekali memunculkan #2019GantiPresiden harus mampu membentuk logika pemilih, jika pemilih meyakini bahwa seorang kandidat akan memperbaiki taraf hidupnya dan jika kandidat mampu menyamakan karakteristik dengan pemilih, maka pemilih dengan rasionalitasnya, pemilih tersebut akan memilih kandidat tersebut

"Harus diimbangi dengan tawaran-tawaran yang realistis, bahwa bagaimana komunikasi politik memalui tagar tersebut, agar bagaimana merubah keyakinan, nilai pemilih," pungkasnya.(lov)

Sumber: RMOL
KOMENTAR
Berita Update
Kasus Century, KPK Minta Keterangan Ketua OJK

Kasus Century, KPK Minta Keterangan Ketua OJK
Rabu, 13 November 2018 - 20:47 wib
Stan Lee Wafat, Para Superhero Berduka

Stan Lee Wafat, Para Superhero Berduka
Rabu, 13 November 2018 - 19:37 wib
Polri Teliti Kemungkinan Hoaks by Design

Polri Teliti Kemungkinan Hoaks by Design
Rabu, 13 November 2018 - 18:23 wib
Dianiaya, Warga Guntung Meregang Nyawa

Dianiaya, Warga Guntung Meregang Nyawa
Rabu, 13 November 2018 - 18:00 wib

Empat Desa di Pelalawan Banjir
Rabu, 13 November 2018 - 17:15 wib

Jalan Rusak Koto Gasib Berbahaya
Rabu, 13 November 2018 - 17:00 wib
Terkait Kasus Century, Miranda Diperiksa KPK

Terkait Kasus Century, Miranda Diperiksa KPK
Rabu, 13 November 2018 - 16:56 wib

Momen Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Masyarakat
Rabu, 13 November 2018 - 16:45 wib

Sungai Siak dan Burung Serindit Promosikan Riau
Rabu, 13 November 2018 - 16:30 wib
Cari Berita
Politik Terbaru
PDIP Jateng Sweeping Poster Jokowi "Raja Jawa"

Selasa, 13 November 2018 - 08:14 WIB

Pedagang Cabai Pasar Panam Curhat ke Sandiaga

Senin, 12 November 2018 - 12:06 WIB

Janji Sandiaga di Pasar Tanjung Pura

Senin, 12 November 2018 - 01:19 WIB

Partai Golkar Kritik Kinerja KPU

Sabtu, 10 November 2018 - 17:32 WIB

Besok, Terakhir Pengiriman Berkas Penerimaan Komisioner KPU
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini