TNI Jamin Netralitas Pemilu
Selasa, 28 Agustus 2018 - 16:16 WIB > Dibaca 495 kali Print | Komentar
TNI Jamin Netralitas Pemilu
BERTUGAS: Personel dari TNI bersiap siaga saat bertugas untuk pengamanan pilkada usai upacara di depan Makodim 0829/Bangkalan, belum lama ini. TNI menjamin netralitas di Pemilu 2019. (A YUSRON FARISANDY/JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pemerintah meminta lembaga TNI dan Polri bisa membantu menyosialisasikan capaian atau hasil kinerja pemerintah. Langkah pemerintah itu menuai sikap kontra karena berpotensi memunculkan ketidaknetralan TNI/Polri. Meski begitu, pimpinan MPR tidak mempermasalahkan jika langkah itu dilakukan.

Ketua MPR Zulkifli Hasan mengatakan, sudah menjadi tugas kementerian atau lembaga menyampaikan capaian kinerja pemerintah. ”Menyampaikan apa yang dicapai (pemerintah) saya kira kewajaran, saya kira boleh,” kata Zulkifli setelah mengikuti jalan sehat di sekitar kompleks parlemen, Jakarta, Ahad (26/8).

Meski begitu, Zulkifli juga mengingatkan bahwa penyampaian capaian kinerja itu tidak boleh melanggar Undang Undang Pemilu. Apalagi mengarahkan dukungan pada kandidat tertentu. ”Kalau TNI/Polri politik praktis, nggak boleh,” ujar ketua umum Partai Amanat Nasional itu.

Hal yang terpenting, lanjut Zulkifli, setiap kandidat bisa menyampaikan kampanye yang mendidik. Utamanya adalah solusi maupun ide yang bisa menjadi inspirasi pemilih dalam menentukan pilihan. ”Yang terpenting adalah adu konsep dan adu gagasan. Itulah yang MPR terus sampaikan,” ujarnya.

Sementara itu, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa netralitas TNI maupun Polri adalah salah satu faktor penting untuk menyukseskan pemilu tahun depan. Karena itu, dia tidak henti menekankan agar seluruh prajurit yang dia pimpin netral. Tidak memihak siapa pun. ”Sehingga institusi TNI/Polri akan makin profesional. Dengan dilandasi jiwa kesatria serta loyalitas tegak lurus, kita darmabaktikan pengabdian kepada bangsa dan negara,” ungkapnya.

Seperti pilkada serentak tahun ini, pemilu tahun depan turut menjadi perhatian institusi militer tanah air. Sejak jauh hari mereka bersiap diri. Menurut Hadi, sepanjang pemilu, instansinya bersama Polri bakal berfokus untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat atau kamtibmas, mencegah tindakan anarkistis, serta mencegah kerusuhan sosial. ”Baik yang berpotensi terjadi secara vertikal maupun horizontal,” ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi, Hadi menjelaskan bahwa TNI bakal mengerahkan personel sebanyak dua pertiga kekuatan Polri. Seluruhnya bakal disebar ke wilayah yang dinilai rawan. ”Jumlah personel yang disiagakan tentunya akan kita sesuaikan dan kita menunggu apa yang diperlukan oleh Polri,” tambahnya.

Hadi memastikan semua keperluan Polri yang bisa dibantu TNI diupayakan bakal dipenuhi. Khusus pemilu tahun depan, dia menyebutkan bahwa instansinya sudah menyiapkan 51 operasi. Termasuk di antaranya operasi militer perang (OMP). (bay/syn/c6/fat/das)
KOMENTAR
Berita Update

Setubuhi Anak Tiri, Warga Tembilahan Dikerangkeng
Rabu, 21 November 2018 - 17:00 wib
Prabowo Pasti Tepati Janji Tuntaskan Masalah Honorer K2

Prabowo Pasti Tepati Janji Tuntaskan Masalah Honorer K2
Rabu, 21 November 2018 - 15:54 wib
Tim Kampanye Jokowi Manfaatkan Popularitas Djarot

Tim Kampanye Jokowi Manfaatkan Popularitas Djarot
Rabu, 21 November 2018 - 15:50 wib
PHK 14 Pekerja dan Upah Di Bawah UMK
Dewan Rekomendasikan Cabut Izin PT MAS
Rabu, 21 November 2018 - 15:45 wib
APBD 2019 Rp1,47 T

APBD 2019 Rp1,47 T
Rabu, 21 November 2018 - 15:00 wib

Fokus Siapkan PK, Nuril Minta Perlindungan LPSK
Rabu, 21 November 2018 - 14:45 wib
141 Kades Tersangka Korupsi

141 Kades Tersangka Korupsi
Rabu, 21 November 2018 - 14:42 wib
Orang Tua Harus Hadir untuk Hindari Anak dari Kejahatan

Orang Tua Harus Hadir untuk Hindari Anak dari Kejahatan
Rabu, 21 November 2018 - 14:30 wib
Cari Berita
Politik Terbaru
Prabowo Pasti Tepati Janji Tuntaskan Masalah Honorer K2
Tim Kampanye Jokowi Manfaatkan Popularitas Djarot

Rabu, 21 November 2018 - 15:50 WIB

2019, Satu Suara Dihargai Rp1.000

Rabu, 21 November 2018 - 13:07 WIB

Orba Jadi Alat untuk Takut-Takuti Rakyat

Selasa, 20 November 2018 - 19:30 WIB

Surat Suara Lebih Besar dari Koran

Selasa, 20 November 2018 - 17:54 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us