Menanti Emas Sepaktakraw
Selasa, 28 Agustus 2018 - 15:20 WIB > Dibaca 674 kali Print | Komentar
Menanti Emas Sepaktakraw
KE FINAL: Killer Indonesia, Nofrizal (6, putih-merah) melakukan smes gunting yang diblok pemain Korea Selatan, Kim Young-Man, dalam semifinal nomor beregu cabang sepaktakraw Asian Games 2018 di GOR Ranau Jakabaring Sport City, Senin (27/8/2018). Indonesia menang dan lolos ke final.
PALEMBANG (RIAUPOS.CO) - KETIKA dua servis Abdul Halim gagal menyeberang net, pelatih sepaktakraw Indonesia, Asry Syam, langsung menggantikannya dengan Victoria Eka Prasetya. Indonesia masih unggul 20-16 di set kedua ketika itu, namun permainan Korea Selatan (Korsel) sedang bagus dan sempat meraih empat angka dari 12-20 menjadi 16-20.


Ketika servis tekong asal Jawa Tengah (Jateng) itu gagal diambil oleh Lee Jun-Ho, seluruh isi GOR Ranau,  Jakabaring Sport City, Palembang, Senin (27/8/2018) seketika bergemuruh. Para pemain langsung menjatuhkan diri sambil berteriak. Hampir dua ribu penonton yang selalu meneriakkan “Indonesia!” sejak awal pertandingan, langsung berteriak kegirangan.


Halim yang ada di luar lapangan, langsung lari ke dalam dan memeluk Victoria. Begitu juga Nofrizal dan Muhammad Hardiansyah, dua  pemain inti lainnya, saling berpelukan dengan para pemain, pelatih, dan ofisial Indonesia lainnya. Kedudukan akhir 21-16 ini membawa tim sepaktakraw Indonesia nomor beregu  maju ke final Asian Games 2018 setelah di set pertama menang dengan angka yang ketat, 21-19.


Di final, Indonesia harus menghadapi Malaysia (lagi), lawan yang dihadapinya di semifinal nomor tim regu. Malaysia lolos ke semifinal setelah menang mudah atas Singapura, 21-8 dan 21-8.


Lolosnya Indonesia ke final ini memang belum menghasilkan emas, namun setidaknya memecahkan dua kebuntuan lainnya. Di dua nomor putra sebelumnya, yakni tim regu dan tim dobel iven, Indonesia hanya meraih perunggu. Di tim regu, kalah 1-2 di semifinal dari Malaysia. Sedang di tim dobel iven kalah dari Laos di semifinal. Sementara satu-satunya nomor putri yang sudah dimainkan, tim regu, malah gagal ke semifinal karena dua kali kalah dari Myanmar dan Vietnam.


“Final ini seperti memecah kebuntuan. Kami fokus membuat strategi di final menghadapi Malaysia. Kami tetap optimis, tak ada yang tak mungkin,” ujar pelatih Indonesia, Asry Syam, di mixed zone seusai pertandingan.


Menurut Asry, Malaysia juga tak akan nyaman menghadapi Indonesia karena sesungguhnya merekalah yang berada dalam tekanan. Seperti diketahui, masuknya Malaysia di nomor ini terkesan dipaksakan karena dalam drawing dan jadwal awal yang sudah dibuat, Malaysia tak ikut di nomor regu. Malaysia hanya ikut nomor tim regu dan tim dobel iven.


Indonesia memprotes keikutsertaan Malaysia di nomor ini karena terkesan disembunyikan oleh Federasi Sepaktakraw Asia (ASTAF) dan Komite Olimpiade Asia (OCA). Tak ada drawing ulang, dan tiba-tiba nama Malaysia ada dalam daftar jadwal yang dikeluarkan dua hari sebelum pertandingan.


“Mereka (Malaysia, red) juga dalam tekanan karena hampir semua federasi sepaktakraw negara peserta tak setuju dengan cara Malaysia masuk di nomor ini,” ujar Asry.


Setelah nomor ini, perjuangan Indonesia masih ada di dua nomor lagi, yakni quadrant putra-putri, yang pertandingannya akan dimulai Selasa sore. Di pertandingan pertama, tim putri berhadapan dengan Korsel, sedang tim putra melawan Jepang.(eca)


(Laporan HARY B KORI’UN, Palembang)
KOMENTAR
Berita Update
Berlari 15 Menit untuk Daya Ingat yang Baik

Berlari 15 Menit untuk Daya Ingat yang Baik
Minggu, 18 November 2018 - 20:28 wib
IDI Riau Gembira PN Pekanbaru Menangkan Gugatan Anggotanya

IDI Riau Gembira PN Pekanbaru Menangkan Gugatan Anggotanya
Minggu, 18 November 2018 - 20:20 wib
Bela SBY, Ruhut Sebut Prabowo Seperti Beruang Madu

Bela SBY, Ruhut Sebut Prabowo Seperti Beruang Madu
Minggu, 18 November 2018 - 06:45 wib
Grace Harus Uraikan Maksud Perda Syariah

Grace Harus Uraikan Maksud Perda Syariah
Minggu, 18 November 2018 - 05:11 wib

Alasan Jerinx SID Tak Mau Temui Via Vallen
Minggu, 18 November 2018 - 03:59 wib
Wow, A Man Called Ahok Tembus 1 Juta Penonton

Wow, A Man Called Ahok Tembus 1 Juta Penonton
Minggu, 18 November 2018 - 02:50 wib
Cari Berita
Olahraga Terbaru
Jojo Tumbangkan Ginting

Jumat, 16 November 2018 - 11:15 WIB

3 Pemain Timnas Dapat Tawaran dari Klub Luar Negeri

Kamis, 15 November 2018 - 17:00 WIB

Greysia/Apriyani Lolos ke 16 Besar

Kamis, 15 November 2018 - 13:49 WIB

Kirim 12 Atlet Ikuti Kejurnas Ski Air

Kamis, 15 November 2018 - 12:00 WIB

Daud Yordan Mau Istirahat Dulu

Rabu, 14 November 2018 - 14:30 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us