Penghadang Neno Bisa Saja Didatangkan dari Luar
Selasa, 28 Agustus 2018 - 14:10 WIB > Dibaca 683 kali Print | Komentar
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Juru Bicara Badan Intelijen Negara (BIN) Wawan Hari Purwanto tidak membantah kemungkinan kelompok yang menghadang pegiat deklarasi #2019GantiPresiden Neno Warisman, di Bandara SSK II pada Sabtu (25/8) didatangkan dari luar Riau.

Dikatakan Wawan, informasi itu perlu penyelidikan di lapangan. Andaikata ditemukan bukti bahwa mereka didatangkan dari luar pun, itu bisa terjadi karena orang berkumpul bisa dari mana saja. 

“Apalagi sekarang KTP nasional, bisa dari mana saja. Bisa didatangkan, bisa juga. Yang mendatangkan siapa? Kan orang situ juga yang seafilisasi,” ucap Wawan menjawab Riau Pos di sela-sela konferensi pers di Jakarta, Senin (27/8).

Mengenai informasi bahwa penghadang Neno bukan orang Melayu melainkan dari etnis ter­tentu, Wawan menanggapi semua data pasti akan dihimpun dengan bukti untuk dianalisa sejauh mana kebenarannya. Saat diminta penegasan apakah BIN memang melihat indikasi mereka didatangkan, dia melempar bola kepada kepolisian.

“Soal itu nanti pihak kepolisian kan punya data, ini dari mana saja, seperti itu. Bisa juga rusuh di Jakarta orangnya dari sekitar, wilayah sekitar bisa saja. Yang penting kalau ini sudah mengarah ke arah pidana, pembuktian, itu yang lebih diutamakan,” tutur Wawan.

Sebelumnya dalam rekaman video yang disebarkan Neno, terekam aksi Kepala Badan Intelijen Daerah (Kabinda) Riau Rachman Hariyadi, sempat membentak seseorang. Bahkan Neno menyebut Kabinda berlaku kasar.

Merespons tindakan Kabinda tersebut, Wawan menyatakan bahwa jajaran BIN di daerah tidak pernah diperintah untuk bertindak melampaui batas dan semua harus terukur. Namun harus dipahami juga bahwa dalam kondisi lelah karena berjaga 24 jam, bisa saja orang menjadi emosi, gampang marah, hingga akhirnya terjadi gesekan. Hal itu menurutnya akan menjadi bahan evalusasi bagi BIN.

“Dalam kondisi capek itu bisa terjadi. Karena kurang tidur, persiapannya itu panjang, supaya mencegah ini tidak bentrok. Karenanya mohon dimaafkan andaikata ada sikap yang dirasakan kasar, ataupun kurang berkenan, tapi ini semua untuk evaluasi bersama sebagai wujud kecintaan kita kepada Tanah Air,” tutur Wawan.(byu/syn/idr/lum/wan/agm/fat/egp)
KOMENTAR
Berita Update

Bersinergi Wujudkan Pemilu Damai
Selasa, 22 Januari 2019 - 17:33 wib

KPU Pekanbaru Bentuk Relawan Demokrasi
Selasa, 22 Januari 2019 - 17:01 wib
Berkali-kali Rekam, KTP el Tak Kunjung Selesai

Berkali-kali Rekam, KTP el Tak Kunjung Selesai
Selasa, 22 Januari 2019 - 17:00 wib
Atap Halte TMP Rusak Parah

Atap Halte TMP Rusak Parah
Selasa, 22 Januari 2019 - 16:45 wib
Pokja Tiga Proyek  Infrastruktur Diperiksa

Pokja Tiga Proyek Infrastruktur Diperiksa
Selasa, 22 Januari 2019 - 16:29 wib
Dibuka Pelatihan untuk Umum
UPT LK Masih Perlu Instruktur Andal
Dibuka Pelatihan untuk Umum
Selasa, 22 Januari 2019 - 15:13 wib

Diduga Gauli Isteri Orang, Oknum Dewan Dilaporkan
Selasa, 22 Januari 2019 - 14:54 wib
DPP Sebut Kenaikan Harga Beras karena Daya Beli Tinggi

DPP Sebut Kenaikan Harga Beras karena Daya Beli Tinggi
Selasa, 22 Januari 2019 - 14:31 wib
Sepanjang Jalan  Teropong Penuh Lubang

Sepanjang Jalan Teropong Penuh Lubang
Selasa, 22 Januari 2019 - 14:08 wib
Cari Berita
Politik Terbaru
KPU Pekanbaru Bentuk Relawan Demokrasi

Selasa, 22 Januari 2019 - 17:01 WIB

Keliling Indonesia, Ma’ruf Amin Sepekan Tinggalkan Jakarta
Sandi Dapat Sumbangan di Kresek Merah

Selasa, 22 Januari 2019 - 14:03 WIB

Bawaslu Bakal Surati Pengusaha Billboard

Selasa, 22 Januari 2019 - 13:51 WIB

Kapolda Sulut Gagas Forum untuk Pemilu Damai dan Sejuk

Sabtu, 19 Januari 2019 - 12:50 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us