Penghadang Neno Bisa Saja Didatangkan dari Luar
Selasa, 28 Agustus 2018 - 14:10 WIB > Dibaca 605 kali Print | Komentar
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Juru Bicara Badan Intelijen Negara (BIN) Wawan Hari Purwanto tidak membantah kemungkinan kelompok yang menghadang pegiat deklarasi #2019GantiPresiden Neno Warisman, di Bandara SSK II pada Sabtu (25/8) didatangkan dari luar Riau.

Dikatakan Wawan, informasi itu perlu penyelidikan di lapangan. Andaikata ditemukan bukti bahwa mereka didatangkan dari luar pun, itu bisa terjadi karena orang berkumpul bisa dari mana saja. 

“Apalagi sekarang KTP nasional, bisa dari mana saja. Bisa didatangkan, bisa juga. Yang mendatangkan siapa? Kan orang situ juga yang seafilisasi,” ucap Wawan menjawab Riau Pos di sela-sela konferensi pers di Jakarta, Senin (27/8).

Mengenai informasi bahwa penghadang Neno bukan orang Melayu melainkan dari etnis ter­tentu, Wawan menanggapi semua data pasti akan dihimpun dengan bukti untuk dianalisa sejauh mana kebenarannya. Saat diminta penegasan apakah BIN memang melihat indikasi mereka didatangkan, dia melempar bola kepada kepolisian.

“Soal itu nanti pihak kepolisian kan punya data, ini dari mana saja, seperti itu. Bisa juga rusuh di Jakarta orangnya dari sekitar, wilayah sekitar bisa saja. Yang penting kalau ini sudah mengarah ke arah pidana, pembuktian, itu yang lebih diutamakan,” tutur Wawan.

Sebelumnya dalam rekaman video yang disebarkan Neno, terekam aksi Kepala Badan Intelijen Daerah (Kabinda) Riau Rachman Hariyadi, sempat membentak seseorang. Bahkan Neno menyebut Kabinda berlaku kasar.

Merespons tindakan Kabinda tersebut, Wawan menyatakan bahwa jajaran BIN di daerah tidak pernah diperintah untuk bertindak melampaui batas dan semua harus terukur. Namun harus dipahami juga bahwa dalam kondisi lelah karena berjaga 24 jam, bisa saja orang menjadi emosi, gampang marah, hingga akhirnya terjadi gesekan. Hal itu menurutnya akan menjadi bahan evalusasi bagi BIN.

“Dalam kondisi capek itu bisa terjadi. Karena kurang tidur, persiapannya itu panjang, supaya mencegah ini tidak bentrok. Karenanya mohon dimaafkan andaikata ada sikap yang dirasakan kasar, ataupun kurang berkenan, tapi ini semua untuk evaluasi bersama sebagai wujud kecintaan kita kepada Tanah Air,” tutur Wawan.(byu/syn/idr/lum/wan/agm/fat/egp)
KOMENTAR
Berita Update
Kasus Century, KPK Minta Keterangan Ketua OJK

Kasus Century, KPK Minta Keterangan Ketua OJK
Rabu, 13 November 2018 - 20:47 wib
Stan Lee Wafat, Para Superhero Berduka

Stan Lee Wafat, Para Superhero Berduka
Rabu, 13 November 2018 - 19:37 wib
Polri Teliti Kemungkinan Hoaks by Design

Polri Teliti Kemungkinan Hoaks by Design
Rabu, 13 November 2018 - 18:23 wib
Dianiaya, Warga Guntung Meregang Nyawa

Dianiaya, Warga Guntung Meregang Nyawa
Rabu, 13 November 2018 - 18:00 wib

Empat Desa di Pelalawan Banjir
Rabu, 13 November 2018 - 17:15 wib

Jalan Rusak Koto Gasib Berbahaya
Rabu, 13 November 2018 - 17:00 wib
Terkait Kasus Century, Miranda Diperiksa KPK

Terkait Kasus Century, Miranda Diperiksa KPK
Rabu, 13 November 2018 - 16:56 wib

Momen Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Masyarakat
Rabu, 13 November 2018 - 16:45 wib

Sungai Siak dan Burung Serindit Promosikan Riau
Rabu, 13 November 2018 - 16:30 wib
Cari Berita
Politik Terbaru
PDIP Jateng Sweeping Poster Jokowi "Raja Jawa"

Selasa, 13 November 2018 - 08:14 WIB

Pedagang Cabai Pasar Panam Curhat ke Sandiaga

Senin, 12 November 2018 - 12:06 WIB

Janji Sandiaga di Pasar Tanjung Pura

Senin, 12 November 2018 - 01:19 WIB

Partai Golkar Kritik Kinerja KPU

Sabtu, 10 November 2018 - 17:32 WIB

Besok, Terakhir Pengiriman Berkas Penerimaan Komisioner KPU
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini