Penghadang Neno Bisa Saja Didatangkan dari Luar
Selasa, 28 Agustus 2018 - 14:10 WIB > Dibaca 489 kali Print | Komentar
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Juru Bicara Badan Intelijen Negara (BIN) Wawan Hari Purwanto tidak membantah kemungkinan kelompok yang menghadang pegiat deklarasi #2019GantiPresiden Neno Warisman, di Bandara SSK II pada Sabtu (25/8) didatangkan dari luar Riau.

Dikatakan Wawan, informasi itu perlu penyelidikan di lapangan. Andaikata ditemukan bukti bahwa mereka didatangkan dari luar pun, itu bisa terjadi karena orang berkumpul bisa dari mana saja. 

“Apalagi sekarang KTP nasional, bisa dari mana saja. Bisa didatangkan, bisa juga. Yang mendatangkan siapa? Kan orang situ juga yang seafilisasi,” ucap Wawan menjawab Riau Pos di sela-sela konferensi pers di Jakarta, Senin (27/8).

Mengenai informasi bahwa penghadang Neno bukan orang Melayu melainkan dari etnis ter­tentu, Wawan menanggapi semua data pasti akan dihimpun dengan bukti untuk dianalisa sejauh mana kebenarannya. Saat diminta penegasan apakah BIN memang melihat indikasi mereka didatangkan, dia melempar bola kepada kepolisian.

“Soal itu nanti pihak kepolisian kan punya data, ini dari mana saja, seperti itu. Bisa juga rusuh di Jakarta orangnya dari sekitar, wilayah sekitar bisa saja. Yang penting kalau ini sudah mengarah ke arah pidana, pembuktian, itu yang lebih diutamakan,” tutur Wawan.

Sebelumnya dalam rekaman video yang disebarkan Neno, terekam aksi Kepala Badan Intelijen Daerah (Kabinda) Riau Rachman Hariyadi, sempat membentak seseorang. Bahkan Neno menyebut Kabinda berlaku kasar.

Merespons tindakan Kabinda tersebut, Wawan menyatakan bahwa jajaran BIN di daerah tidak pernah diperintah untuk bertindak melampaui batas dan semua harus terukur. Namun harus dipahami juga bahwa dalam kondisi lelah karena berjaga 24 jam, bisa saja orang menjadi emosi, gampang marah, hingga akhirnya terjadi gesekan. Hal itu menurutnya akan menjadi bahan evalusasi bagi BIN.

“Dalam kondisi capek itu bisa terjadi. Karena kurang tidur, persiapannya itu panjang, supaya mencegah ini tidak bentrok. Karenanya mohon dimaafkan andaikata ada sikap yang dirasakan kasar, ataupun kurang berkenan, tapi ini semua untuk evaluasi bersama sebagai wujud kecintaan kita kepada Tanah Air,” tutur Wawan.(byu/syn/idr/lum/wan/agm/fat/egp)
KOMENTAR
Berita Update
Traffic Website  SSCN Padat di  Siang Hari

Traffic Website SSCN Padat di Siang Hari
Rabu, 25 September 2018 - 18:39 wib
Angkat Potensi Kerang Rohil

Angkat Potensi Kerang Rohil
Rabu, 25 September 2018 - 17:38 wib
PMI Ajak Generasi Muda Hindari Perilaku Menyimpang

PMI Ajak Generasi Muda Hindari Perilaku Menyimpang
Rabu, 25 September 2018 - 17:30 wib

BPN Diminta Tingkatkan Pelayanan
Rabu, 25 September 2018 - 17:00 wib
Beli BBM Pakai  Uang Elektronik

Beli BBM Pakai Uang Elektronik
Rabu, 25 September 2018 - 16:56 wib

Jalan Rusak, Siswa Terpaksa Memperbaiki
Rabu, 25 September 2018 - 16:36 wib

Rangkai Bunga Artificial Jadi Bouquet Cantik
Rabu, 25 September 2018 - 16:32 wib
Rencana Rasionalisasi RAPBD Perubahan 2018
Tak Ganggu Target Pembangunan
Rabu, 25 September 2018 - 16:30 wib

Ratusan Honorer Gelar Aksi Demo
Rabu, 25 September 2018 - 16:00 wib

SMAN 7 Pekanbaru Dukung Gerakan Literasi
Rabu, 25 September 2018 - 15:54 wib
Cari Berita
Politik Terbaru
Andalkan Yusril, OSO Melawan Putusan

Selasa, 25 September 2018 - 11:47 WIB

Debat Capres Boleh Dilakukan Lembaga di Luar KPU

Selasa, 25 September 2018 - 11:34 WIB

Berharap Tak Saling Serang Isu SARA

Selasa, 25 September 2018 - 11:03 WIB

KIK Pertanyakan Dana Kampanye Pesaing

Selasa, 25 September 2018 - 10:05 WIB

Ini Alasan Sebagian Caleg Golkar Dukung Prabowo-Sandiaga

Senin, 24 September 2018 - 21:31 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini