53 Ormas dan LAMR Desak Polda Usut Persekusi Neno
Rabu, 29 Agustus 2018 - 13:00 WIB > Dibaca 5021 kali Print | Komentar
53 Ormas dan LAMR Desak Polda Usut Persekusi Neno
Neno Warisman. (INTERNET)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Dugaan persekusi yang dilakukan ter­hadap Neno Warisman saat berkunjung ke Pekanbaru pada Sabtu (25/8) lalu menjadi sorotan banyak pihak. Terlebih, dalam aksi penolakan itu, diduga ada campur tangan ‘’orang luar’’.

Terkait hal ini, muncul banyak desakan agar Polda Riau mengusut pihak pengacau saat itu. Sebelumnya desakan itu muncul dari Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, tapi kini desakan itu datang dari 53 orga­nisasi masyarakat (ormas) yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Menuntut Keadilan (GMMK).

Bahkan, GMMK telah membuat per­nyataan sikap. Pernyataan sikap itu dibacakan di aula Masjid Al Falah Darul Muttaqin, Jalan Sumatera, Pekanbaru, Selasa (28/8) siang. Pernyataan sikap itu dibacakan Penasihat Hukum GMMK Bambang Rumnan SH MH. Saat pembacaan per­nyataan sikap itu, dihadiri langsung oleh sejumlah ormas. Seperti, FPI, Persis, Alwasliah, Muhammadiyah, Ikatan Dewan Masjid Indonesia, dan BEM universitas. Bahkan, pernyataan sikap ini dipantau oleh sejumlah personel kepolisian dan TNI.

“Dengan demikian, kami dari segenap pengurus, personel ormas, OKP, LSM, BEM yang tergabung dalam GMMK Riau, meminta kepada pihak yang berwenang mengusut tuntas tindakan persekusi terhadap Neno Warisman, agar persoalan hukum serupa tidak terulang lagi di Negeri Malayu yang kita cintai ini,” kata Bambang Rumnan.

Mereka juga menilai ada pembiaran oleh pihak keamanan terhadap persekusi yang dilakukan terhadap Neno Warisman. “Apakah pihak kepolisian tidak melakukan pengamanan sesuai dengan tugas dan wewenang sesuai dengan undang-undang?” ujarnya.

Dia juga meminta untuk mengusut oknum kelompok itu, diproses secara hukum untuk mempertanggungjawabkan tindakan melawan hukum. “Kelompok yang telah membuat onar dan melakukan penghadangan itu, ternyata bukanlah warga tempatan. Usir mereka dari Bumi Melayu karena kehadiran mereka justru membuat masalah,” ujar dia.

Sementara Ketua GMMK Riau, Yana Maulana mengaku malu dengan penghadangan yang dilakukan terhadap Neno Warisman itu. Sebab, Neno adalah tamu di Riau. Bukan sikap orang Riau jika menolak tamu yang datang dengan baik-baik. Apalagi, kata Yana, yang melakukan aksi penolakan Neno Warisman tersebut, bukanlah orang Riau.

“Melihat dari tampilan, gaya dan bahasa, mereka bukan orang Riau. Kita dipermalukan di kampung sendiri. Kita dipermalukan,” tegasnya.


KOMENTAR
Berita Update

Duit Korupsi ’’Amankan” Kasus Istri
Selasa, 19 November 2018 - 19:09 wib
Teken Petisi, Selamatkan Nuril

Teken Petisi, Selamatkan Nuril
Selasa, 19 November 2018 - 18:47 wib

Kejari Kuansing Terima Penghargaan Terbaik Se-Riau
Selasa, 19 November 2018 - 17:00 wib
Laga Kambing, Satu Tewas Satu Kritis

Laga Kambing, Satu Tewas Satu Kritis
Selasa, 19 November 2018 - 16:30 wib

Pemkab Ingatkan Perusahaan
Selasa, 19 November 2018 - 16:00 wib
Dua Jembatan Timbang Dikelola Pihak Swasta

Dua Jembatan Timbang Dikelola Pihak Swasta
Selasa, 19 November 2018 - 15:15 wib
Industri Kosmetik Bakal Tumbuh Positif

Industri Kosmetik Bakal Tumbuh Positif
Selasa, 19 November 2018 - 15:15 wib
Diferensiasi dan Inovasi Jadi Kunci

Diferensiasi dan Inovasi Jadi Kunci
Selasa, 19 November 2018 - 14:30 wib

Pemkab Siak Terima CSR dari BRK
Selasa, 19 November 2018 - 14:22 wib
Cari Berita
Politik Terbaru
LAM dan Polda Sepakat Ciptakan Pemilu Damai di Riau

Senin, 19 November 2018 - 10:36 WIB

Bela SBY, Ruhut Sebut Prabowo Seperti Beruang Madu

Minggu, 18 November 2018 - 06:45 WIB

Ketua PGI Tanggapi Positif Kritik Grace

Minggu, 18 November 2018 - 05:34 WIB

Grace Harus Uraikan Maksud Perda Syariah

Minggu, 18 November 2018 - 05:11 WIB

Pekan Depan, Nasib OSO Diputuskan

Sabtu, 17 November 2018 - 19:06 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini