DUA TERDUGA PEMBUNUH DITANGKAP

Tri Sutrisno Ditemukan Telah Jadi Tengkorak

Riau | Jumat, 31 Agustus 2018 - 10:20 WIB

Tri Sutrisno Ditemukan  Telah Jadi Tengkorak
tulang tengkorak: Prose visum tulang tengkorak dan rangka korban Tri Sutrisno Sijabat (21) di kamar mayat RSUD Mandau, Rabu (29/8/2018) malam. (SYUKRI DATASAN/RIAU POS)

MANDAU (RIUAPOS.CO) - Tengkorak dan tulang rangka manusia ditemukan warga di areal perkebunan kelapa sawit milik PT Adei Plantation, Desa Semunai, Kecamatan Pinggir, Rabu (29/8). Begitu dapat informasi sekitar pukul 17.00 WIB, petugas langsung meluncur dan tiba di lokasi sekitar pukul 18.00 WIB. Olah TKP langsung dilakukan.

Kapolres Bengkalis AKBP Yusup Rahmanto SIK MH melalui Kapolsek Pinggir Kompol Ernis Sitinjak SIK, Kamis (30/8), membenarkan adanya temuan tengkorak dan rangka manusia berjenis kelamin laki-laki tersebut.

Awalnya, kata Kapolsek, identitas pemilik rangka yang ditemukan di Blok 126, Divisi 4, Km 1, base camp PT Adei tersebut belum diketahui. Namun berkat kesigapan aparat dibantu keterangan dari para saksi dan pelapor yang pernah mengadukan kehilangan anaknya, akhirnya identitas korban pun terungkap.

Ternyata tulang rangka itu adalah milik Tri Sutrisno Sijabat (21), warga Desa Semunai, Kecamatan Pinggir. Anak dari Marta Lena boru Marbun (46) yang beralamat di Jalan PT Adei, RT 5, RW 4, Desa Semunai, Kecamatan Pinggir.

Dikatakan, pada Jumat (25/5) pagi silam, Tri Sutrisno meninggalkan rumah. Menggunakan sepeda motor Honda Sonic hitam-merah BM 5655 EP, ia pergi bekerja memuat buah sawit di base camp PT Adei. Sejak saat itu, korban tak pernah pulang lagi. Begitu mendengar ada temuan tulang rangka pada Rabu (29/8), ibu korban langsung pergi ke RSUD Mandau. Dari barang bukti berupa pakaian yang ditemukan di TKP, ia bisa memastikan bahwa itu adalah rangka anaknya yang hilang.

Berbekal dari keterangan pelapor yang pernah kehilangan anak, ujar Kompol Ernis, polisi langsung bertindak sigap. Tri Sutrisno Sijabat diyakini adalah korban pembunuhan. Terduga pelakunya pun terendus. Berjumlah dua orang. Yakni JL (17) dan RDS (16). Keduanya masih warga Jalan PT Adei di Desa Semunai. Keduanya berhasil diringkus, Rabu (29/8) malam itu juga sekitar pukul 20.00 WIB. Hanya berkisar dua jam setelah temuan tulang-belulang korban.

Kedua pelaku adalah teman dekat korban. Saat diinterogasi, kedua tersangka mengakui telah melakukan pembunuhan berencana terhadap korban, ujar Kompol Ernis. Konon motifnya karena dendam.

Tak hanya menghabisi nyawa Tri Sutrisno pada Mei lalu, pelaku JL (17) dan RDS (16) pun menyikat sepeda motor korban. Motor itu mereka jual cepat dengan harga hanya Rp2 juta saja. Uang itu mereka gunakan untuk melarikan diri ke Medan. Mengira situasi sudah aman, keduanya pun balik ke Semunai. Akhirnya, polisi tak perlu jauh-jauh lagi mengejar mereka ke Medan sana.

Kompol Ernis juga menuturkan kronologis temuan rangka di kebun sawit perusahaan tersebut. Sekitar pukul 17.00 WIB Rabu petang itu, katanya, anggota Opsnal Polsek Pinggir Bripka Herianto mendapat informasi dari Adidandru (35). Menurut sekuriti PT Adei tersebut, ada penemuan diduga tulang-belulang dan tengkorak manusia di kebun PT Adei.

Informasi tersebut diteruskan kepada piket SPKT.  Petugas piket yang dipimpin Panit 1 Reskrim Ipda Indra Varenal SH langsung meluncur ke TKP. Sesampai di lokasi sekitar pukul 18.00 WIB, petugas Polsek Pinggir langsung melakukan olah TKP.

Tulang-belulang itu ada di empat tumpukan. Tergeletak di atas tanah di dekat semak antara batang kelapa sawit. Pada tumpukan pertama ditemukan tulang-belulang, termasuk tengkorak kepala. Juga didapati sehelai celana dalam warna biru dongker. Diduga milik laki-laki. Kemudian, berjarak sekitar dua meter ditemukan lagi tumpukan tulang-belulang kedua.

Lebih kurang tiga meter dari tumpukan kedua, ada lagi tumpukan rangka ketiga. Di situ, petugas menemukan sehelai celana pendek warna hitam motif kotak-kotak merek Jeans ukuran L. Masih terpasang ikat pinggang kulit berwarna hitam di celana itu. Dari dalam saku kanan belakang celana ditemukan pula sebentuk cincin besi warna silver keemasan bermotif domino.

Dalam jarak sekitar satu meter dari tumpukan belulang ketiga petugas kembali menemukan barang bukti berupa baju kaos lengan tiga perempat warna hitam merek Jimboss bermotif sablon kompas. Semua tulang-belulang itu dikumpulkan dan dibawa ke RSUD Mandau di Duri untuk dilakukan visum et repertum.(ade)




Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU