Dua Kurir Sabu 1,6 Kg Diringkus
Sabtu, 01 September 2018 - 12:20 WIB > Dibaca 861 kali Print | Komentar
Dua Kurir Sabu 1,6 Kg Diringkus
EKSPOSE: Kapolsek Limapuluh Kompol Angga Herlambang (tengah) didampingi Kasat Narkoba Kompol Dedi Herman (kiri), dan Kanit Reskrim Iptu Abdul Halim (kanan) memperlihatkan barang bukti narkotika jenis sabu dari dua tersangka saat ekspose di Mapolsek Limapuluh, Pekanbaru, Jumat (31/8/2018). (MHD AKHWAN/RIAU POS)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Kasus narkotika jenis sabu tak habis-habisnya di Kota Pekanbaru. Yang terbaru, penggerebekan sebuah rumah kontrakan di Jalan Damai, Kelurahan Sri Palas, Kecamatan Rumbai, Selasa (28/8)lalu.

Penggerebekan yang dilakukan Tim Opsnal Mapolsek Lima Puluh itu berhasil meringkus dua kurir sabu jaringan luar negeri. Mereka adalah PG alias G dan RH.

Saat ekspose Jumat (31/8), dua tersangka asal Sumatera Utara dan warga Pekanbaru itu hanya bisa tertunduk. Kapolsek Lima Puluh Kompol Angga F Herlambang didampingi Kanit Reskrim Iptu Abdul Halim mengatakan, dari penggerebekan itu pihaknya berhasil mengamankan barang bukti dua paket besar sabu-sabu, 15 paket sedang sabu-sabu, satu unit timbangan digital dan empat unit handphone berbagai merk.

“Kalau ditotalkan barang haram itu beratnya mencapai 1,6 kg dengan nilai Rp1,5 miliar lebih,” kata Angga.

Ia juga menyampaikan kedua tersangka merupakan kurir (narkoba) yang menerima upah sesuai berapa banyak sabu yang diantarkannya kepada pemesan. “Untuk upah sendiri keduanya bervariasi, ada yang Rp2 juta sampai Rp2,5 juta per orang, keduanya kuat dugaan sebagai jaringan luar negeri,” ujarnya lagi.

Pasalnya hal itu diperkuat dengan adanya kantong sabu yang diamankan berupa bungkus teh Cina. Dalam pengakuan tersangka kepada petugas, perbuatan melanggar hukum tersebut sudah empat kali dilakukan.

“Tiga kali mereka menjemput sabu di Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis dan satu kali di Kota Dumai. Mereka berdua mendapat perintah dari seseorang diduga bandar besarnya berinisial AG (DPO),” ucapnya.

Namun, sayang dalam penjemputan barang bukti tersebut, dikatakan Angga tersangka tidak pernah bertemu langsung dengan AG. Saat itu mereka hanya komunikasi melalui handphone. Saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan mendalam untuk memburu bandar besar narkoba yang masih DPO tersebut. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya tersangka dikenakan dengan Pasal 114 Ayat 2 dan Pasal 112 Ayat 2 UU No 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.(man)
KOMENTAR
Berita Update
Traffic Website  SSCN Padat di  Siang Hari

Traffic Website SSCN Padat di Siang Hari
Rabu, 25 September 2018 - 18:39 wib
Angkat Potensi Kerang Rohil

Angkat Potensi Kerang Rohil
Rabu, 25 September 2018 - 17:38 wib
PMI Ajak Generasi Muda Hindari Perilaku Menyimpang

PMI Ajak Generasi Muda Hindari Perilaku Menyimpang
Rabu, 25 September 2018 - 17:30 wib

BPN Diminta Tingkatkan Pelayanan
Rabu, 25 September 2018 - 17:00 wib
Beli BBM Pakai  Uang Elektronik

Beli BBM Pakai Uang Elektronik
Rabu, 25 September 2018 - 16:56 wib

Jalan Rusak, Siswa Terpaksa Memperbaiki
Rabu, 25 September 2018 - 16:36 wib

Rangkai Bunga Artificial Jadi Bouquet Cantik
Rabu, 25 September 2018 - 16:32 wib
Rencana Rasionalisasi RAPBD Perubahan 2018
Tak Ganggu Target Pembangunan
Rabu, 25 September 2018 - 16:30 wib

Ratusan Honorer Gelar Aksi Demo
Rabu, 25 September 2018 - 16:00 wib

SMAN 7 Pekanbaru Dukung Gerakan Literasi
Rabu, 25 September 2018 - 15:54 wib
Cari Berita
Kriminal Terbaru
Narkoba Adalah Tiket ke Neraka

Selasa, 25 September 2018 - 15:00 WIB

Minta Tolong Dicarikan Pekerjaan

Selasa, 25 September 2018 - 13:39 WIB

Baru Bebas, Residivis dan Dua Temannya Diringkus Lagi

Selasa, 25 September 2018 - 10:16 WIB

Awal Coba-coba, Tukang Parkir Larikan Motor Tracker

Selasa, 25 September 2018 - 10:15 WIB

Buruh Lepas  Simpan Sabu di Belakang  Plat Motor

Selasa, 25 September 2018 - 10:15 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini