Prabowo Kritik lewat Buku
Senin, 03 September 2018 - 15:59 WIB > Dibaca 409 kali Print | Komentar
Prabowo Kritik lewat Buku
Prabowo Subianto.
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Sekitar dua jam bakal calon presiden Prabowo Subianto mengungkapkan keresahannya terhadap kondisi kekinian Indonesia. Di hadapan puluhan akademikus, politikus, dan ratusan emak-emak, dia menguraikan isi buku karyanya yang berjudul Paradoks Indonesia: Negara Kaya Raya, tetapi Masih Banyak Rakyat Hidup Miskin pada bedah buku di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Sabtu  (1/9).

Kritik yang disampaikan Prabowo itu mulai masalah ekonomi, pendidikan, hukum, sosial, hingga praktik demokrasi. Penjelasan tersebut didukung data-data yang juga dimuat dalam buku setebal 138 halaman yang terbit 2017 itu.

Di sektor ekonomi, misalnya, tingkat penghasilan warga Indonesia menempati peringkat ke-152 dari total 172 negara. Indeks pembangunan manusia peringkat ke-113 dari 116 negara. ”Masih lumayan kita berarti, empat besar dari bawah. Kita di atas Palestina, lumayan,” ujar Prabowo yang juga Ketua Umum Partai Gerindra itu.

Dia menuturkan, mulai ada kesadaran dari masyarakat lapisan bawah untuk mengadakan perubahan menuju perekonomian yang lebih baik. Karena itu, perlu ada perbaikan sistem ekonomi dan sistem politik supaya tidak terjadi kebocoran lagi. ”Ini situasi ekonomi sulit karena secara sistemik kekayaan kita tidak tinggal di Indonesia. Mengalir ke luar. Ini harus ada perubahan,” imbuh dia.

Termasuk terkait nilai tukar rupiah yang terus melemah di angka hampir Rp14.800 per dolar AS. Dia menyatakan, pelemahan tersebut terjadi karena persoalan produksi di dalam negeri. Selain itu, kekayaan alam Indonesia yang dibawa ke luar negeri. ”Jadi, mata uang kita kuat kalau ekonomi kita kuat. Kalau kekayaan kita tetap tinggal di Indonesia,” tegas dia.

Setelah memberikan pidato itu, belasan akademikus yang diundang naik ke panggung memberikan tanggapan. Mereka pun cenderung sepakat dengan pernyataan Prabowo, terutama soal perekonomian.

Misalnya, mantan Rektor Institut Teknologi Bandung Prof Akhmaloka. Dia menuturkan, kritik terhadap pemerintah itu ibarat general checkup, tapi dengan hasil yang kurang baik. ”Kita ngerti juga pasti bagi pemerintah agak pahit. Tapi, itu kenyataan. Apa pun sebetulnya itu yang harus kita perbaiki, siapa pun juga presidennya,” ujar Akhmaloka seusai diskusi.

Salah satu yang menjadi pekerjaan besar adalah urusan sumber daya manusia. Akhmaloka menuturkan, sekitar 60 persen pekerja di Indonesia masih lulusan pendidikan dasar. Sedangkan yang lulusan sarjana 7–8 persen. ”Di Malaysia 20 persen di bawah SD atau SMP. Tingkat SMA sekitar 40 dan 40 persen lainnya sarjana,” imbuhnya.(jun/c10/tom/jpg)
KOMENTAR
Berita Update

Bonus Demografi Diharapkan Sampai ke Masyarakat
Rabu, 14 November 2018 - 16:15 wib
APBD Kampar Diperkirakan Rp2,4 T

APBD Kampar Diperkirakan Rp2,4 T
Rabu, 14 November 2018 - 16:00 wib
Pembangunan Gedung 8 Lantai Lolos
Pencakar Langit Riau Pertama di Luar Pekanbaru
Rabu, 14 November 2018 - 15:45 wib
Lelang Sepeda Motor Dinas Pemko  22 November

Lelang Sepeda Motor Dinas Pemko 22 November
Rabu, 14 November 2018 - 15:33 wib
Pengungsi Rohingya Hindari Repatriasi

Pengungsi Rohingya Hindari Repatriasi
Rabu, 14 November 2018 - 14:43 wib
pengurus Federasi Olahraga Petanque Indonesia
Pengurus FOPI Provinsi Riau Dilantik
Rabu, 14 November 2018 - 14:27 wib
Tiga Terdakwa Dituntut Lima Tahun Penjara
Korupsi Danau Buatan Rohil
Tiga Terdakwa Dituntut Lima Tahun Penjara
Rabu, 14 November 2018 - 14:00 wib

Habib Rizieq Tak Langgar Hukum
Rabu, 14 November 2018 - 13:51 wib
Sandiaga: Saya Terus Berkomunikasi dengan SBY

Sandiaga: Saya Terus Berkomunikasi dengan SBY
Rabu, 14 November 2018 - 13:34 wib
DPRD Siapkan Rp200 M untuk Sekolah Gratis

DPRD Siapkan Rp200 M untuk Sekolah Gratis
Rabu, 14 November 2018 - 13:15 wib
Cari Berita
Politik Terbaru
Sandiaga: Saya Terus Berkomunikasi dengan SBY

Rabu, 14 November 2018 - 13:34 WIB

Pasien RSJ Bisa Gunakan Hak Pilih

Rabu, 14 November 2018 - 12:32 WIB

Masukan DPRD Akan Dilaksanakan Pemko

Rabu, 14 November 2018 - 12:00 WIB

PDIP Jateng Sweeping Poster Jokowi "Raja Jawa"

Selasa, 13 November 2018 - 08:14 WIB

Pedagang Cabai Pasar Panam Curhat ke Sandiaga

Senin, 12 November 2018 - 12:06 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us