Pungli Buku Nikah, ASN KUA di Medan Divonis 1 Tahun Penjara
Selasa, 04 September 2018 - 10:03 WIB > Dibaca 319 kali Print | Komentar
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Seorang Aparatur Sipil  Negara (ASN) di Kecamatan Belawan, Kota Medan harus meringkuk di balik jeruji besi. Penyebabnya, dia melakukan pungutan liar (pungli) untuk penerbitan buku nikah. 

ASN bernama Nurma itu pun divonis dengan hukuman 1 tahun penjara. Dia juga harus membayar denda Rp50 juta subsider 1 bulan kurungan. Putusan itu dibacakan langsung oleh Ketua Majelis Hakim Syafril Batubara. Sidang digelar di Ruang Cakra VI PN Medan, Senin (3/9). 

Nurma dinyatakan bersalah melanggar Pasal 12 huruf e UU No. 20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 65 ayat (1) KUH Pidana. “Menyatakan terdakwa bersalah melakukan korupsi,” ujar Syafril Batubara di persidangan.

Menyikapi putusan tersebut, terdakwa dan penuntut umum menyatakan pikir-pikir. Sebelumnya oleh JPU Akbar Pramadhana, terdakwa dituntut 1 tahun 2 bulan penjara dengan denda Rp50 juta subsider 2 bulan kurungan. Dalam berkas dakwaan disebutkan, Nurma diringkus dalam operasi tangkap tangan (OTT) Subdit III/Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut pada Februari 2018. 

Dugaan pungli ini berawal saat saksi Dedek Sumarna dan Juliani pada tanggal 5 Februari 2018 di kantor KUA Kecamatan Medan Belawan bertemu dengan terdakwa dengan tujuan kedatangan tersebut untuk mengurus penerbitan Buku Nikah, atas nama adiknya yang bernama Suryani yang sudah melaksanakan pernikahan siri pada tanggal 29 Januari 2018 dengan Faisal.

Keduanya menanyakan biaya pernikahan jika pasangan gadis dan bujangan, dan dijawab oleh terdakwa biaya nikah dan penerbitan buku nikah sebesar Rp700 ribu. Kedua saksi memberitahukan kepada terdakwa bahwa adiknya yang bernama Suryani dan suaminya (Faisal) masing masing telah pernah menikah dengan orang lain dan sudah bercerai di bawah tangan. Kemudian dia memberitahukan bahwa keduanya telah menikah siri pada tanggal 29 Januari 2009.  

Kedua saksi memohon kepada terdakwa agar yang bersangkutan dapat memproses akad nikah atas nama Suryani dan Faisal di KUA serta menerbitkan surat nikah dari Kantor Urusan Agama Kecamatan Medan Belawan.

Atas permohonan tersebut terdakwa bersedia membantu asalkan saksi Dedek Sumarna dan Juliani menyiapkan uang tunai Rp2 juta. Sempat terjadi tawar menawar harga, namun terdakwa tidak mau jika biaya tersebut diturunkan lagi mengingat pasangan ini berstatus Janda dan Duda. Permintaan uang sebesar Rp2 juta tersebut disebut terdakwa untuk biaya pengurusan. 

Karena keduanya sudah cerai dengan pasangan sebelumnya, mereka ingin buku mikah itu dicetak lagi. Niat buruk muncul dibenak Nurma. Dia tidak memproses jika uang itu tidak diberikan. 

Akhirnya saksi Dede Sumarna dan Juliani terpaksa menyetujui permintaan terdakwa atas biaya sebesar Rp2 juta dan disepakati untuk proses akad nikah di KUA Kec. Medan Belawan dan penyerahan buku nikah direncanakan pada Hari Kamis tanggal 08 Februari 2018

Kemudian saksi kembali datang menemui terdakwa di kantor KUA Kec. Medan Belawan dan menyerahkan dokumen persyaratan akad nikah dan penerbitan buku nikah. Setelah menerima dokumen persyaratan tersebut, terdakwa menuliskan status jejaka pada nama Faisal di Kartu Keluarganya dan menuliskan status perawan pada nama Suryani di Kartu Keluarganya. 

Karena jika dituliskan Duda dan Janda maka diperlukan adanya bukti surat Cerai dari Kantor Pengadilan Agama setempat. Kemudian pada usai urusan administrasi, terdakwa memberi pesan kepada saksi untuk melunasi yang sebesar Rp2 juta.

Pada Rabu tanggal 14 Februari 2018 sekitar pukul 11.00 WIB, saksi Dedek Sumarna dan Juliani mendatangi terdakwa di Kantor Urusan Agama Kecamatan Belawan sambil membawa amplop berisikan uang Rp2 juta. Setelah bertemu dengan terdakwa, saksi Juliani menyerahkan uang tersebut kepada terdakwa Nurma. 

Nurma mengatakan untuk proses akad nikah dan penyerahan buku nikah bisa dilakukan pada hari itu di KUA Kecamatan Medan Belawan. namun tiba-tiba datang petugas kepolisian dan menangkap terdakwa berikut mengamankan barang bukti uang Rp2 juta.

Bahwa setelah dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan ditemukan uang sebesar Rp4,2 juta di laci meja terdakwa. Uang itu diduga juga didapat dari hasil pungli. Dia memaksa para calon pengantin membayar jika ingin mengurus administrasi pernikahan.(pra/jpg)
KOMENTAR
Berita Update

Dua Kali Runner up, SMA Darma Yudha Targetkan Champion
Jumat, 21 September 2018 - 19:00 wib

Tak Mudah Raih Maturitas SPIP
Jumat, 21 September 2018 - 18:30 wib

Pengelola Diminta Optimalkan Aset untuk Kesejahteraan Desa
Jumat, 21 September 2018 - 18:00 wib
Tolak Politik Transaksional
Apresiasi Komitmen Partai
Jumat, 21 September 2018 - 17:30 wib
Warga Dambakan Aliran Listrik

Warga Dambakan Aliran Listrik
Jumat, 21 September 2018 - 17:00 wib

Hotel Prime Park Promo Wedding Expo
Jumat, 21 September 2018 - 16:01 wib

Kondisi Firman Makin Membaik
Jumat, 21 September 2018 - 16:00 wib
Najib Razak Kena 25 Dakwaan Baru

Najib Razak Kena 25 Dakwaan Baru
Jumat, 21 September 2018 - 15:58 wib

1.601 Warga Ikuti Aksi Donor Darah Eka Hospital
Jumat, 21 September 2018 - 15:45 wib

Banjir, Pemkab Kurang Tanggap
Jumat, 21 September 2018 - 15:30 wib
Cari Berita
Sumatera Terbaru
Beruang Madu Terkena Jeratan Babi

Rabu, 19 September 2018 - 14:30 WIB

Sekolah Digusur, Pilih Belajar di Lantai DPRD Batam

Selasa, 18 September 2018 - 13:57 WIB

Bersihkan Sisa Banjir, Belajar Ditunda

Selasa, 18 September 2018 - 13:00 WIB

Ulama di Ranah Minang Tolak Aturan Pengeras  Suara Masjid

Selasa, 18 September 2018 - 12:50 WIB

Kakek 11 Cicit dan 31  Cucu Nikah Isbat

Selasa, 18 September 2018 - 12:42 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us