Kecanggihan Raksasa Teknologi Alibaba Membangun Toko Offline
Selasa, 04 September 2018 - 12:45 WIB > Dibaca 528 kali Print | Komentar
Kecanggihan Raksasa  Teknologi Alibaba  Membangun Toko Offline
JACK MA
Berita Terkait
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Perusahaan e-commerce raksasa asal Cina, Alibaba, memperluas toko ritel offline barunya, Hema, di seluruh Cina. Setahun terakhir, perusahaan milik konglomerat Jack Ma itu telah mengembangkan 65 toko offline. Meski bergeser dari akar bisnis teknologi Alibaba, toko ritel tersebut memiliki inovasi paling mutakhir.

“Alibaba memiliki strategi yang sangat ambisius dari konvergensi ritel online dan offline,” kata Gil Luria, Direktur Riset Kelembagaan di Perusahaan Jasa Keuangan DA Davidson & Co dilansir JPG dari CNBC, Senin (3/9).
Pelanggan menggunakan aplikasi seluler Hema untuk memindai barcode di seluruh toko untuk mencari tahu hal-hal seperti informasi produk dan ide resep.

Luria mengatakan, Alibaba tahu semua yang dibeli pelanggan, jadi ia menawarkan kepada pengguna untuk memesan barang yang sama dengan cepat untuk dikirimkan ke rumah mereka. “Jika Anda berpikir tentang sesuatu yang ingin dilakukan Amazon dengan Whole Foods, Anda hanya perlu pergi ke Hema dan Anda mendapatkan pratinjau tentang itu,” lanjutnya.

Toko-toko itu berfungsi sebagai pusat distribusi. Karyawan juga ditugaskan berkeliling untuk mengisi keranjang dengan pesanan online, lalu menempatkannya di keranjang belanja ke pusat pengiriman. “Biasanya, pelanggan dalam radius tiga kilometer dapat menerima belanjaan mereka dalam 30 menit,” kata perusahaan itu.

Bagi Alibaba, yang terpenting adalah membuat pelanggan offline menjadi nyaman memesan online. Selanjutnya, pelanggan membayar melalui akun mereka di Taobao atau Alipay, platform pembayaran online dari Alibaba yang terafiliasi dengan Ant Financial. “Pilih di toko Hema, pelanggan bahkan dapat membayar dengan memindai wajah mereka di kios,” seperti diberitakan CNBC.

Alibaba baru-baru ini juga memperkenalkan restoran terbarunya yang terhubung dengan toko Hema di Shanghai. Di dalam resto, pelanggan dapat menggunakan ponsel untuk memindai kode QR di meja mereka dan memesan mulai dari menu hingga pembayaran menggunakan aplikasi Hema. 

Dari sana, sebagian besar hidangan dikirim ke meja oleh perangkat robot, kecuali sup besar yang memerlukan pelayan manusia. “Dengan teknologi seperti Alibaba, saya tidak akan terkejut sama sekali jika mereka melakukan pengenalan wajah, pelacakan, menggunakan geolokasi, mencoba memaksa pembeli untuk membeli lebih banyak dengan memberikan apa yang mereka lihat sebagai pengalaman pelanggan yang lebih baik,” kata Luria.

Alibaba telah agresif memperluas teknologi pengenalan wajah akhir-akhir ini. Awal tahun ini, Alibaba menjadi lead dalam pendanaan senilai 600 juta dolar AS untuk SenseTime, sebuah perusahaan perangkat lunak Hongkong yang mengkhususkan diri dalam pengenalan wajah untuk pemerintah dan perusahaan di Cina.

 Sementara itu, tahun lalu, Alibaba bermitra dengan KFC untuk menawarkan opsi bagi pelanggan untuk membayar dengan wajah mereka. “Mereka bertaruh secara signifikan pada offline dan strategi ritel baru,” kata Luria.

“Harga saham mungkin akan jauh lebih tinggi sekarang jika mereka tetap online, tetapi mereka menempatkan banyak keuntungan dengan mengeksekusi strategi online ke offline ini,” jelasnya.(ce1/uji/jpg)
KOMENTAR
Berita Update
Untuk Jembatan Siak IV
Muncul Nama Panglima Ghimbam
Rabu, 23 Januari 2019 - 10:05 wib
KPU Libatkan Pemuda hingga Pegiat Medsos

KPU Libatkan Pemuda hingga Pegiat Medsos
Rabu, 23 Januari 2019 - 10:01 wib

Syamsuar Bedah APBD Riau di Gedung BI
Rabu, 23 Januari 2019 - 10:01 wib

Jadi Buruh Batu Bata hingga Jual Gorengan
Rabu, 23 Januari 2019 - 09:53 wib
Dewan Minta Direalisasikan Tahun Ini
Terkait Perda CSR
Dewan Minta Direalisasikan Tahun Ini
Rabu, 23 Januari 2019 - 09:45 wib
Masih Kurang Tujuh  Unit Komputer

Masih Kurang Tujuh Unit Komputer
Rabu, 23 Januari 2019 - 09:40 wib
Hasil Audit Belum Keluar, Ranperda PPJ Urung Disahkan

Hasil Audit Belum Keluar, Ranperda PPJ Urung Disahkan
Rabu, 23 Januari 2019 - 09:35 wib
Pengajuan NIP CPNS Serentak

Pengajuan NIP CPNS Serentak
Rabu, 23 Januari 2019 - 09:30 wib
Assessment Pertengahan Tahun
Pejabat Diberi Waktu Enam Bulan
Rabu, 23 Januari 2019 - 09:25 wib
Cari Berita
Ekonomi-Bisnis Terbaru
Pembangunan Terus Diperjuangkan

Selasa, 22 Januari 2019 - 13:34 WIB

Accor Hotels Luncurkan Program Promo Terintegrasi

Selasa, 22 Januari 2019 - 09:59 WIB

318 Anggota Satpol PP Riau Jadi Peserta BPJS TK

Senin, 21 Januari 2019 - 19:55 WIB

Lagi, Ratusan Warga Masuki PT ASL

Senin, 21 Januari 2019 - 10:05 WIB

Sebelas Blok Migas Belum Digarap

Sabtu, 19 Januari 2019 - 09:35 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us