Darmin Tak Terima Pelemahan Rupiah Seperti 1998
Selasa, 04 September 2018 - 23:47 WIB > Dibaca 328 kali Print | Komentar
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pemerintah meminta pelemahan rupiah yang terjadi sekarang ini jangan disamakan dengan situasi ketika krisis moneter pada 1998. Diketahui, saat ini kurs rupiah terhadap dollar Amerika Serikat sudah menyentuh Rp14.914/USD.

Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, usai mengikuti rapat internal dengan Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (4/9).

"Begini deh, jangan dibandingkan 14 ribu sekarang dengan 20 tahun lalu. 20 tahun lalu berangkatnya dari Rp 2.800 ke Rp 14 ribu. Sekarang dari Rp 13 ribu ke Rp 14 ribu. Tahun 2014, dari Rp 12 ribu ke Rp 14 ribu ribu," ucap Darmin.

Dia juga menyoroti adanya artikel di salah satu media internasional yang membandingkan demikian. Mereka menulis bahwa pelemahan rupiah sekarang menembus angka terendah sejak 1998/1999.

"Eh, persoalan tahun 1998 itu enam kali lipat itu (dari sekarang). Jangan kemudian (ditanya) apa kebijakan (pemerintah) itu masih efektif? Nah itu kan bencana banget pandangannya," tegas Darnin.

Karena itu, dia menekankan bahwa kebijakan yang ditempuh pemerintah masih efektif. Apalagi fundamental ekonomi nasional masih baik. Meskipun diakuinya ada kelemahan karena terjadi defisit transaksi berjalan. Namun, kondisinya masih lebih kecil dibandingkan dengan Brasil, Turki, Argentina.

"Coba yang lain, inflasi. Di Argentina berapa? Sekarang 30 persenan, setahun yang lalu 60. Kita gimana? Malah deflasi. Pertumbuhan, oke kita lima koma. Dilihat dari sudut mana pun," ucap dia.

Pihaknya menerangkan bahwa defisit transaksi berjalan yang terjadi bukan penyakit baru. Sejak 40 tahun yang lalu transaksi berjalan ini selalu defisit.

"Memang ini (sekarang) agak besar, tapi enggak setinggi 2014, tahun 1994-1995, tidak setinggi 1984. Tolong membacanya, membandingkannya yang fair," pintanya.(fat/jpnn)

Sumber: JPNN
KOMENTAR
Berita Update
Kata Nadia Mulya Untuk KPK Terkait Kasus Century

Kata Nadia Mulya Untuk KPK Terkait Kasus Century
Rabu, 19 September 2018 - 20:21 wib

Siak Undang Sineas dan Produser Film
Rabu, 19 September 2018 - 20:00 wib
Luis Milla Kembali Latih Timnas Indonesia

Luis Milla Kembali Latih Timnas Indonesia
Rabu, 19 September 2018 - 19:30 wib
13 Oknum ASN Terjerat Kasus Tipikor

13 Oknum ASN Terjerat Kasus Tipikor
Rabu, 19 September 2018 - 19:00 wib

Sembunyi di Lumpur, Perampok Berhasil Ditangkap
Rabu, 19 September 2018 - 18:45 wib

TP PKK Ikut LMSI Tingkat Riau
Rabu, 19 September 2018 - 18:00 wib

Sekda Lantik Pengurus HNSI Tembilahan Hulu
Rabu, 19 September 2018 - 17:45 wib
Resmi Umumkan Penerimaan CPNS

Resmi Umumkan Penerimaan CPNS
Rabu, 19 September 2018 - 17:30 wib
HP 4 Pelajar SMP Berisi Video Porno

HP 4 Pelajar SMP Berisi Video Porno
Rabu, 19 September 2018 - 17:00 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
BPJS Kesehatan Laporkan Pengkritik

Rabu, 19 September 2018 - 15:48 WIB

TP PKK Bengkalis Wakili Riau ke Tingkat Nasional

Rabu, 19 September 2018 - 12:00 WIB

Tiap Anggota Dewan Terima Rp200 Juta

Selasa, 18 September 2018 - 10:36 WIB

Uji Coba Rujukan Online Masuk Fase Pengaturan, Diklaim Bisa Cegah Antrean Panjang
Berhentikan Seluruh PNS Korup

Jumat, 14 September 2018 - 16:59 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us