Darmin Tak Terima Pelemahan Rupiah Seperti 1998
Selasa, 04 September 2018 - 23:47 WIB > Dibaca 389 kali Print | Komentar
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pemerintah meminta pelemahan rupiah yang terjadi sekarang ini jangan disamakan dengan situasi ketika krisis moneter pada 1998. Diketahui, saat ini kurs rupiah terhadap dollar Amerika Serikat sudah menyentuh Rp14.914/USD.

Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, usai mengikuti rapat internal dengan Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (4/9).

"Begini deh, jangan dibandingkan 14 ribu sekarang dengan 20 tahun lalu. 20 tahun lalu berangkatnya dari Rp 2.800 ke Rp 14 ribu. Sekarang dari Rp 13 ribu ke Rp 14 ribu. Tahun 2014, dari Rp 12 ribu ke Rp 14 ribu ribu," ucap Darmin.

Dia juga menyoroti adanya artikel di salah satu media internasional yang membandingkan demikian. Mereka menulis bahwa pelemahan rupiah sekarang menembus angka terendah sejak 1998/1999.

"Eh, persoalan tahun 1998 itu enam kali lipat itu (dari sekarang). Jangan kemudian (ditanya) apa kebijakan (pemerintah) itu masih efektif? Nah itu kan bencana banget pandangannya," tegas Darnin.

Karena itu, dia menekankan bahwa kebijakan yang ditempuh pemerintah masih efektif. Apalagi fundamental ekonomi nasional masih baik. Meskipun diakuinya ada kelemahan karena terjadi defisit transaksi berjalan. Namun, kondisinya masih lebih kecil dibandingkan dengan Brasil, Turki, Argentina.

"Coba yang lain, inflasi. Di Argentina berapa? Sekarang 30 persenan, setahun yang lalu 60. Kita gimana? Malah deflasi. Pertumbuhan, oke kita lima koma. Dilihat dari sudut mana pun," ucap dia.

Pihaknya menerangkan bahwa defisit transaksi berjalan yang terjadi bukan penyakit baru. Sejak 40 tahun yang lalu transaksi berjalan ini selalu defisit.

"Memang ini (sekarang) agak besar, tapi enggak setinggi 2014, tahun 1994-1995, tidak setinggi 1984. Tolong membacanya, membandingkannya yang fair," pintanya.(fat/jpnn)

Sumber: JPNN
KOMENTAR
Berita Update

Setubuhi Anak Tiri, Warga Tembilahan Dikerangkeng
Rabu, 21 November 2018 - 17:00 wib
Prabowo Pasti Tepati Janji Tuntaskan Masalah Honorer K2

Prabowo Pasti Tepati Janji Tuntaskan Masalah Honorer K2
Rabu, 21 November 2018 - 15:54 wib
Tim Kampanye Jokowi Manfaatkan Popularitas Djarot

Tim Kampanye Jokowi Manfaatkan Popularitas Djarot
Rabu, 21 November 2018 - 15:50 wib
PHK 14 Pekerja dan Upah Di Bawah UMK
Dewan Rekomendasikan Cabut Izin PT MAS
Rabu, 21 November 2018 - 15:45 wib

Fokus Siapkan PK, Nuril Minta Perlindungan LPSK
Rabu, 21 November 2018 - 14:45 wib
141 Kades Tersangka Korupsi

141 Kades Tersangka Korupsi
Rabu, 21 November 2018 - 14:42 wib
Orang Tua Harus Hadir untuk Hindari Anak dari Kejahatan

Orang Tua Harus Hadir untuk Hindari Anak dari Kejahatan
Rabu, 21 November 2018 - 14:30 wib

Mempura Bakal Disiapkan Rumah Tahfiz
Rabu, 21 November 2018 - 14:15 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Dianggarkan Rp388 M, Pembangunan Jalan Muntai-Bantan Air
Maksiat Jangan Dianggap Sepele

Rabu, 21 November 2018 - 11:30 WIB

Harga Daging Ayam Naik hingga Rp2 Ribu

Rabu, 21 November 2018 - 10:30 WIB

Target Final buat Fajar/Rian

Rabu, 21 November 2018 - 10:30 WIB

Kemenpan RB Tak Akan Turunkan Passing Grade CPNS 2018

Selasa, 20 November 2018 - 18:51 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us