Depan >> Berita >> Riau >>
Terkait Penjaja Makanan di Puskesmas
Sekko Minta Kadis Siapkan Laporan
Rabu, 05 September 2018 - 10:10 WIB > Dibaca 326 kali Print | Komentar
Sekko Minta Kadis Siapkan Laporan
TAK BERJUALAN: Puskesmas Sidomulyo sudah steril dari pedagang yang menjajakan makanan di dalam ruangan, Selasa (4/9/2018). Sebelumnya keberadaan pedagang ini cukup mengganggu pengunjung Puskesmas. (JOKO SUSILO/RIAU POS)
KOTA(RIAUPOS.CO)- Kenyamanan masyarakat yang datang berobat ke Puskesmas Sidomulyo, Kecamatan Tampan sempat agak terganggu dengan adanya penjaja makanan di dalam Puskesmas. Hal ini menjadi perhatian Sekretaris Kota (Sekko) Pekanbaru M Noer MBS dan meminta kepada Plt Kepala Dinas Kesehatan mengecek dan membuat laporan.

“Siapa yang memberi izin ada lapak dalam Puskesmas itu. Ini harus diselidiki oleh Dinas Kesehatan,” tegas Sekko kepada wartawan, Selasa (4/9).

Sebelumnya memang aktivitas ini langsung didapati oleh pimpinan DPRD Pekanbaru, yang sebelumnya juga mendapat laporan dari warga. Warga mengaku terganggu layanan kesehatan di Puskesmas Sidomulyo dengan adanya lapak PKL.

“Dari dulu kami sudah tegaskan di dalam kantor, atau kantor layanan tidak boleh ada lapak di dalam, jadi kalau ada oknum dinas atau kepala kapus membiarkan hal itu akan diberikan sanksi,” ungkap M Noer lagi.

Soal sanksi, yang pasti kata Sekko memastikan ada. “Yang jelas sanksi teguran dahulu, dan tentunya menjadi catatan bagi kami ke depannya, paparnya.

Oleh karena itu, Sekko memerintahkan supaya Plt Kadiskes untuk mengecek ke Puskesmas.

“Saya minta Dinas kesehatan untuk cek kelapangan dan untuk mendapatkan data informasi ini, dan selanjutnya laporkan,” tegasnya.

Kata M Noer lagi, harus diketahui juga, apakah berita itu lapak di dalam puskesmas itu permanen atau sementara. “Ini harus jelas dan harus dipertanggung jawabkan. Kami bukan tidak boleh orang berjualan, tapi memang tidak boleh di dalam ruangan, apalagi itu ruangan pelayanan,” tambahnya.

Diharapkannya, jangan ada lagi lapak dalam kantor. Kalau pun mau berjualan silakan di luar, bila perlu bangun kantin permanen agar lebih tertib. “Dalam pekan ini harus sudah ada laporan Dinas,” tutupnya.

Sudah Ditertibkan

Sementara itu pegawai Puskesmas Sidomulyo tidak bakal bertemu bude lagi. Ada yang memanggil dengan panggilan Umi, nama asli penjual jajanan dan makanan itu tidak ada yang tahu pasti. Namun yang pasti penjual jajanan yang sempat viral karena telah diberitakan media tersebut sudah tidak ada lagi.

Ia tidak terlihat menjajakan makanan dan jajanan lagi di dalam Puskesmas. Ia sudah dilarang masuk Puskesmas melayani pembeli yang kebanyakan pasien dan pegawai Puskesmas.

“Sudah tidak ada lagi. Sudah dilarang jualan di Puskesmas ini,” ujar staf di bagian TU Puskesmas Sidomulyo itu yang mengaku bernama Sindi kepada Riau Pos, Selasa (4/9).

Sindi menjelaskan bahwa si penjual jajanan itu sudah tidak diperbolehkan berada di sekitar Puskesmas. Pegawai yang sedang berada di ruangan TU Puskesmas Sidomulyo bersama staf lainnya itu mengetahui terkait informasi penjual jajanan.

Ia juga mengetahui penjual jajanan tersebut sempat diberitakan media karena menggelar lapaknya di dalam Puskesmas yang dinilai mengurangi kenyamanan pelayanan pasien. Padahal keberadaannya dinilai sangat membantu keluarga pasien yang berobat di Puskemas.

Para pegawai juga tidak perlu jauh membeli makanan dan jajanan. Hal itu seperti dirasakan Pandi salah satu keluarga pasien di Puskesmas tersebut.

 Ia mengaku bisa lebih mudah mendapatkan makanan tanpa harus keluar.

“Bukan saya saja yang senang ada Bude penjual jajanan itu. Tetapi saya lihat pegawai sini juga banyak yang beli kan tak perlu keluar lagi,” katanya.(gus/ilo)


KOMENTAR
Berita Update

Bersinergi Wujudkan Pemilu Damai
Selasa, 22 Januari 2019 - 17:33 wib

KPU Pekanbaru Bentuk Relawan Demokrasi
Selasa, 22 Januari 2019 - 17:01 wib
Berkali-kali Rekam, KTP el Tak Kunjung Selesai

Berkali-kali Rekam, KTP el Tak Kunjung Selesai
Selasa, 22 Januari 2019 - 17:00 wib
Atap Halte TMP Rusak Parah

Atap Halte TMP Rusak Parah
Selasa, 22 Januari 2019 - 16:45 wib
Pokja Tiga Proyek  Infrastruktur Diperiksa

Pokja Tiga Proyek Infrastruktur Diperiksa
Selasa, 22 Januari 2019 - 16:29 wib
Dibuka Pelatihan untuk Umum
UPT LK Masih Perlu Instruktur Andal
Dibuka Pelatihan untuk Umum
Selasa, 22 Januari 2019 - 15:13 wib

Diduga Gauli Isteri Orang, Oknum Dewan Dilaporkan
Selasa, 22 Januari 2019 - 14:54 wib
DPP Sebut Kenaikan Harga Beras karena Daya Beli Tinggi

DPP Sebut Kenaikan Harga Beras karena Daya Beli Tinggi
Selasa, 22 Januari 2019 - 14:31 wib
Sepanjang Jalan  Teropong Penuh Lubang

Sepanjang Jalan Teropong Penuh Lubang
Selasa, 22 Januari 2019 - 14:08 wib
Cari Berita
Riau Terbaru
Bersinergi Wujudkan Pemilu Damai

Selasa, 22 Januari 2019 - 17:33 WIB

Berkali-kali Rekam, KTP el Tak Kunjung Selesai

Selasa, 22 Januari 2019 - 17:00 WIB

Atap Halte TMP Rusak Parah

Selasa, 22 Januari 2019 - 16:45 WIB

Pokja Tiga Proyek  Infrastruktur Diperiksa

Selasa, 22 Januari 2019 - 16:29 WIB

UAS Sebut Tak Ada Tempat bagi Komunis di NKRI

Selasa, 22 Januari 2019 - 16:05 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us