Tema yang Aktual Opera Rimba

30 Maret 2014 - 09.38 WIB > Dibaca 904 kali | Komentar
 
Pilihan tema dalam pementasan Opera Rimba dinilai masih aktual. Kondisi Riau saat ini yang sedang dilanda bencana asap seperti tergambar jelas dalam pementasan. Hal itu diakui salah seorang penonton, Ketua Assosiasi Pengusaha Hutan Indonesia, H Ahmad Khuswara. Katanya, memang pertunjukan sangat singkat, namun telah menggabarkan realita yang terjadi dan aktual. Bahwa keserakahan dari penguasa jika tidak diimbangi dengan perkiraan dan pertimbangan yang matan akan mengakibatkan bencana. 

Intinya menghibau kepada kita, kalau memang membuka usaha di bidang hutan, harus dilakukan secara lestari. Tidak mengusir hewan-hewan. Bahkan sahabat-sabahat rimba itu harus di jaga. Tapi yang jelas, misi yang diusung pertunjukan ini adalah seharusnya kita tetap menjaga hutan, dengan menjaga hutan kita juga menjaga manusia semuanya, jelas Khuswara seraya menamahkan pesan ceritanya sampai, tidak memihak ke mana-mana, pertunjukan yang betul-betul menunjukkan realita yang terjadi. 

Sementara itu, Dosen Universitas Riau (UR), Pay Lembang mengakui sutradara Opera Rimba sangat jeli baik dalam pemilihan tema dan juga teknik penggarapan. Memberikan hiburan kepada penonton sekaligus menyampaikan pesan yang sangat aktual dengan kejadian di Riau hari ini,kata Pembina Sanggar Teater Batra UR tersebut.

Sementara itu, Pembina Sanggar Matan, Hang Kafrawi mengatakan, begitulah style Komunitas Riau Beraksi. Dengan mengangkat peristiwa aktual dijadikan suatu pementasan. Didukung penataan artistik yang mengagumkan serta tata cahaya yang sangat masksimal. ini menjadi nilai tambah ketika Riau Beraksi mampu merespon kondisi yang terjadi saat ini khususnya di Riau, kata Ketua Jurusan (Kajur) Sastra Indonesia Fakultas FIB Universitas Lancang Kuning (Unilak) itu.

Ditambahkannya, peristiwa seni itu hanya dapat diapresiasi, tidak memberikan penyelesaian, tidak mengkritisi secara langsung, tapi memberikan kesadaran kepada penonton.  Penonton dibawa untuk mengikuti konflik yang terajdi. Begitulah karya seni, tidak menjustifikasi. Karya seni memberikan kesadaran kepada manusia dalam kaitannya pementasan Opera Rimba yakni merusak hutan itu akan menyebabkan bala di mana-mana.  

Hanya saja menurut Kafrawi, dari segi naskah, konflik cerita masih sangat lemah. Tangga dramatik sangat mendasar, tidak menanjak seperti naskah-naskah yang sangat kuat konfliknya. Ditambah lagi, dalam pentas Opera Rimba ini mungkin banyak pemain baru yang belum jadi. Terlihat dari karakter-karakter hewan yang dibangun, belum maksimal. Pemain masih menjadi diri sendiri, barangkali eksplorasi yang belum mereka lakukan, jelas Kafrawi. 

Terkait dengan tema yang dinilai aktual, Willy mengakui dari proses awalnya, Riau Beraksi tidak menduga akan terjadi bencana asap di Riau seperti halnya hari ini. Kalaupun momennya pas, menurut Willy itulah yang dinamakan keajaiban seni. Kita sudah proses empat sampai lima bulan lalu. Belum ada bencana asap di Riau. Bahkan ada tiga naskah yang menjadi pilihan. Kita memilih naskah Nyanyian Rimbayana karya Ahmad Jalidu ini awalnya karena tertarik dan tertantang dengan penataan artistik saja, kata Willy.

Sementara itu, 19 orang aktor yang terlibat dalam pentas Opera Rimba, menurut Willy memanglah merupakan aktor-aktor baru yang masih dalam tahap pembelajaran. Diakuinya permainan mereka belum maksimal. Oleh karenanya, di samping capaian pada penataan artistik, bagaimana anak-anak belajar akting dan seni peran juga menjadi titik capaianya. Makanya dalam pentas kali ini, saya melakukan double casting terhadap pemain-pemain inti. Jadi setiap malamnya, aktor utama akan diperankan oleh pemain yang berbeda. Ceritanya juga dibuat sesederhana dan mudah dicerna, jelas Willy.(*6)
KOMENTAR
Terbaru
Kamis, 15 November 2018 - 15:01 wib

Bulog Tawarkan Beras Berkualitas dan Murah

Kamis, 15 November 2018 - 15:00 wib

Banjir di Inhu Kembali Makan Korban

Kamis, 15 November 2018 - 14:47 wib

Taruna Akademi AL ke Negeri Istana

Kamis, 15 November 2018 - 14:30 wib

Desember, Awal Pemeriksaan JCH

Kamis, 15 November 2018 - 14:13 wib

Pembangunan Berbasis Pengurangan Risiko Bencana

Kamis, 15 November 2018 - 14:00 wib

Ganti Bola LHE Terkesan Proyek

Kamis, 15 November 2018 - 13:49 wib

Greysia/Apriyani Lolos ke 16 Besar

Kamis, 15 November 2018 - 13:45 wib

Maksimalkan Pelayanan Kesehatan untuk Vaksinasi MR

Follow Us