Mantan Terpidana Korupsi dan Narkoba Lolos DCS
Kamis, 06 September 2018 - 10:48 WIB > Dibaca 390 kali Print | Komentar
Mantan Terpidana  Korupsi dan Narkoba  Lolos DCS
SIDANG: Susana sidang ajudikasi yang digelar Bawaslu Kabupaten Kampar, Rabu (5/9/2018). (BAWASLU RIAU FOR RIAU POS)
RENGAT (RIAUPOS.CO) - Sidang ajudikasi yang digelar oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Inhu memenangkan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia. Dalam sidang, tiga permohonan dikabulkan, termasuk dikembalikannya status mantan terpidana korupsi ke Daftar Calon Sementara (DCS). 

Sidang ini digelar, Rabu (5/9) siang kemarin. Ketua  Bawaslu Inhu Dedy Risanto  menyebutkan, keputusan yang diambil majelis sesuai dengan undang-undang.

‘’Dua bacaleg mantan terpidana korupsi itu dikembalikan lagi statusnya dalam DCS. Dalam hal ini kita tetap mengacu pada Undang-undang Dasar 1945 dan Undang-undang Pemilu tahun 2017,’’ kata Dedy.

Dilanjutkan, oleh KPU ada enam orang bacaleg yang dicoret karena tidak memenuhi syarat. Ini oleh Bawaslu dikembalikan dalam DCS dengan beberapa syarat.

‘’Enam bacaleg itu harus segera melengkapi syaratnya dalam waktu tiga hari.  Poin ketiga adalah mengembalikan status DCS bacaleg PKPI Inhu Catur yang sempat dicoret karena pernah mendaftarkan diri dari Partai Golkar, namun mengundurkan diri, lalu kemudian mendaftarkan diri dari PKPI,’’ jelasnya. 

Mereka yang dikembalikan status DCS nya ini adalah R Zulhindra dan Yuridis mantan napi koruptor, Catur Umar Usman calon yang pindah Golkar dan jadi caleg PKPI.

‘’Yang empat lainnya adalah bacaleg yang belum melengkapi syarat berupa surat keterangan sehat jasmani dan rohani, surat keterangan bebas dari narkoba,’’ ungkapnya. 

Sementara itu, untuk dua mantan napi korupsi yang diloloskan, Dedy mengatakan bahwa pihaknya berupaya menjaga hak konstitusional dua bacaleg tersebut.

‘’Statusnya mantan napi dan sudah melengkapi persyaratan calon dan bisa diloloskan menjadi caleg, karena Bawaslu memutuskan ini untuk menjaga hak konstitusional setiap warga negara seperti yang tertuang dalam UUD 1945,’’ katanya.

Dia menyebut UU tidak melarang mantan napi untuk mencalonkan diri, kecuali ada hukuman tambahan yang ditetapkan pengadilan.

‘’Kecuali ada hukuman tambahan sesuai keputusan pengadilan bahwa yang bersangkutan juga dicabut hak pilihnya,’’ paparnya. 

Apa yang sudah diputuskan sidang ajudikasi sudah memiliki kekuatan hukum. Bawaslu Inhu meminta KPU Inhu bisa melaksanakan segera.

‘’Agar KPU Inhu melaksanakan putusan itu dalam waktu tiga hari setelah diputuskan,’’ singkatnya. 

Ketua PKPI Inhu Yuridis menjelaskan, kemenangan ini bukanlah semata kemenangan PKPI Inhu, melainkan penegakan aturan sesuai UU. 

‘’Ini bukan kemenangan PKPI Inhu atau kekalahan KPU Inhu, karena ini yang saya bilang dari awal bahwa kita harus tetap mengacu pada UUD 1945 dan UU Pemilu. Jadi ini adalah bentuk kepuasan batin bagi saya,’’ ucapnya. Terpisah, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Inhu Muhammad Amin belum mengambil sikap atas putusan tersebut. Pihaknya akan melakukan diskusi secara internal untuk membahas putusan Bawaslu Inhu.(wws)
KOMENTAR
Berita Update

Beras Mahal Permainan Distributor
Rabu, 14 November 2018 - 10:00 wib
Ceceran Darah Terlihat di Lokasi
Satu Korban Meninggal Akibat Insiden Pagar Ambruk
Rabu, 14 November 2018 - 09:50 wib
Operasi Zebra  Berakhir, 1.757  Pelanggar Ditilang

Operasi Zebra Berakhir, 1.757 Pelanggar Ditilang
Rabu, 14 November 2018 - 09:30 wib
Simpan Sabu di Sepatu, Ditangkap di Bandara

Simpan Sabu di Sepatu, Ditangkap di Bandara
Rabu, 14 November 2018 - 09:24 wib

Pagar SDN 141 Roboh, Siswa Terhimpit
Rabu, 14 November 2018 - 09:10 wib
Kasus Century, KPK Minta Keterangan Ketua OJK

Kasus Century, KPK Minta Keterangan Ketua OJK
Rabu, 13 November 2018 - 20:47 wib
Stan Lee Tutup Usia, Para Superhero Berduka

Stan Lee Tutup Usia, Para Superhero Berduka
Rabu, 13 November 2018 - 19:37 wib
Polri Teliti Kemungkinan Hoaks by Design

Polri Teliti Kemungkinan Hoaks by Design
Rabu, 13 November 2018 - 18:23 wib
Dianiaya, Warga Guntung Meregang Nyawa

Dianiaya, Warga Guntung Meregang Nyawa
Rabu, 13 November 2018 - 18:00 wib
Cari Berita
Politik Terbaru
PDIP Jateng Sweeping Poster Jokowi "Raja Jawa"

Selasa, 13 November 2018 - 08:14 WIB

Pedagang Cabai Pasar Panam Curhat ke Sandiaga

Senin, 12 November 2018 - 12:06 WIB

Janji Sandiaga di Pasar Tanjung Pura

Senin, 12 November 2018 - 01:19 WIB

Partai Golkar Kritik Kinerja KPU

Sabtu, 10 November 2018 - 17:32 WIB

Besok, Terakhir Pengiriman Berkas Penerimaan Komisioner KPU
Sagang Online
loading...
Follow Us