Pabrik Miras Palsu Digerebek
Jumat, 07 September 2018 - 13:00 WIB > Dibaca 536 kali Print | Komentar
Pabrik Miras Palsu Digerebek
DIAMANKAN: Pemilik pabrik dan peracik miras palsu saat diamankan Polda Sumbar, Kamis (6/9/2018). (JPG)
PADANG (RIAUPOS.CO) - Jajaran Polda Sumatera Barat (Sumbar) menggerebek pabrik produksi minuman keras (miras) palsu di Kota Padang. Diduga, praktik terlarang itu sudah dilakoni pemilik  sejak tiga tahun terakhir.

Pabrik miras palsu yang memproduksi berbagai jenis miras ini terletak di Jalan Veteran Dalam, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang. Selain mengamankan ribuan botol miras dan alat produksi, petugas juga menangkap tiga orang pelaku.

Ketiga pelaku itu, masing-masing berinisial S (47) dan L (46). Keduanya merupakan pasangan suami-istri pemilik pabrik miras palsu. Lalu, karyawannya berinisial TL (38) yang merupakan peracik sekaligus pengedar miras palsu.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumbar, Kombes Margiyanta mengatakan, penggerebekan dilakukan petugas sejak dua hari lalu. Namun, untuk kepentingan penyelidikan, kasus ini baru dibuka ke publik hari ini.

Dari penggeledahan pabrik miras palsu itu, terang Kombes Pol Margiyanta, petugas menyita sebanyak 4.380 botol miras berbagai merek. Seperti Vodka, WN, TKW, Niport, Tequilla, dan lainnya. Petugas juga mengamankan ratusan botol kosong beserta beberapa label merek miras dan alat-alat untuk produksi. Lalu, petugas juga menemukan uang tunai Rp30 juta.

“Tiga pelaku berbagi peran. Pasangan suami-istri sebagai pemodal, karyawannya sebagai peracik,” kata Margiyanta dalam jumpa pers di Mapolda Sumbar, Kamis (6/9).

Pemilik pabrik miras palsu ini juga memiliki bengkel mobil. Bangunan bengkel itu persis berada di depan pabrik miras. Namun, polisi menduga, bengkel tersebut bukan kedok pelaku. “ Usaha miras ini sampingan pelaku. Bengkel berada di depan, gudang produksi berada di belakang,” katanya.

Kombes Margiyanta menerangkan, bentuk miras palsu yang diproduksi pelaku seolah-olah berbentuk asli. “Edarannya di Sumbar. Miras yang sudah dijual pelaku akan kami telusuri untuk disita,” katanya.

Dari hasil interogasi petugas, pabrik palsu itu sudah beroperasi selama tiga tahun. Bahkan, omzet yang didapat pasangan suami-istri ini mencapai Rp100 juta setiap bulan. “Kami sudah koordinasi dengan BBPOM. Hasilnya terbukti, jika seluruh miras yang diproduksi dan diedarkan pelaku tidak memiliki izin,” tegasnya.(jpg)
KOMENTAR
Berita Update
Kasus Century, KPK Minta Keterangan Ketua OJK

Kasus Century, KPK Minta Keterangan Ketua OJK
Rabu, 13 November 2018 - 20:47 wib
Stan Lee Wafat, Para Superhero Berduka

Stan Lee Wafat, Para Superhero Berduka
Rabu, 13 November 2018 - 19:37 wib
Polri Teliti Kemungkinan Hoaks by Design

Polri Teliti Kemungkinan Hoaks by Design
Rabu, 13 November 2018 - 18:23 wib
Dianiaya, Warga Guntung Meregang Nyawa

Dianiaya, Warga Guntung Meregang Nyawa
Rabu, 13 November 2018 - 18:00 wib

Empat Desa di Pelalawan Banjir
Rabu, 13 November 2018 - 17:15 wib

Jalan Rusak Koto Gasib Berbahaya
Rabu, 13 November 2018 - 17:00 wib
Terkait Kasus Century, Miranda Diperiksa KPK

Terkait Kasus Century, Miranda Diperiksa KPK
Rabu, 13 November 2018 - 16:56 wib

Momen Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Masyarakat
Rabu, 13 November 2018 - 16:45 wib

Sungai Siak dan Burung Serindit Promosikan Riau
Rabu, 13 November 2018 - 16:30 wib
Cari Berita
Sumatera Terbaru
2019, Tour de Singkarak Lintasi Mandeh dan Jambi

Senin, 12 November 2018 - 20:30 WIB

Tausiah UAS Banjir Jamaah

Senin, 12 November 2018 - 20:00 WIB

BP Diizinkan Operasi FSU

Senin, 05 November 2018 - 14:41 WIB

Bulan Ini, UMK Medan 2019 Ditetapkan

Senin, 05 November 2018 - 14:18 WIB

Pertamina Pastikan Gas Melon Normal

Senin, 05 November 2018 - 14:12 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini