Pabrik Miras Palsu Digerebek
Jumat, 07 September 2018 - 13:00 WIB > Dibaca 626 kali Print | Komentar
Pabrik Miras Palsu Digerebek
DIAMANKAN: Pemilik pabrik dan peracik miras palsu saat diamankan Polda Sumbar, Kamis (6/9/2018). (JPG)
PADANG (RIAUPOS.CO) - Jajaran Polda Sumatera Barat (Sumbar) menggerebek pabrik produksi minuman keras (miras) palsu di Kota Padang. Diduga, praktik terlarang itu sudah dilakoni pemilik  sejak tiga tahun terakhir.

Pabrik miras palsu yang memproduksi berbagai jenis miras ini terletak di Jalan Veteran Dalam, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang. Selain mengamankan ribuan botol miras dan alat produksi, petugas juga menangkap tiga orang pelaku.

Ketiga pelaku itu, masing-masing berinisial S (47) dan L (46). Keduanya merupakan pasangan suami-istri pemilik pabrik miras palsu. Lalu, karyawannya berinisial TL (38) yang merupakan peracik sekaligus pengedar miras palsu.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumbar, Kombes Margiyanta mengatakan, penggerebekan dilakukan petugas sejak dua hari lalu. Namun, untuk kepentingan penyelidikan, kasus ini baru dibuka ke publik hari ini.

Dari penggeledahan pabrik miras palsu itu, terang Kombes Pol Margiyanta, petugas menyita sebanyak 4.380 botol miras berbagai merek. Seperti Vodka, WN, TKW, Niport, Tequilla, dan lainnya. Petugas juga mengamankan ratusan botol kosong beserta beberapa label merek miras dan alat-alat untuk produksi. Lalu, petugas juga menemukan uang tunai Rp30 juta.

“Tiga pelaku berbagi peran. Pasangan suami-istri sebagai pemodal, karyawannya sebagai peracik,” kata Margiyanta dalam jumpa pers di Mapolda Sumbar, Kamis (6/9).

Pemilik pabrik miras palsu ini juga memiliki bengkel mobil. Bangunan bengkel itu persis berada di depan pabrik miras. Namun, polisi menduga, bengkel tersebut bukan kedok pelaku. “ Usaha miras ini sampingan pelaku. Bengkel berada di depan, gudang produksi berada di belakang,” katanya.

Kombes Margiyanta menerangkan, bentuk miras palsu yang diproduksi pelaku seolah-olah berbentuk asli. “Edarannya di Sumbar. Miras yang sudah dijual pelaku akan kami telusuri untuk disita,” katanya.

Dari hasil interogasi petugas, pabrik palsu itu sudah beroperasi selama tiga tahun. Bahkan, omzet yang didapat pasangan suami-istri ini mencapai Rp100 juta setiap bulan. “Kami sudah koordinasi dengan BBPOM. Hasilnya terbukti, jika seluruh miras yang diproduksi dan diedarkan pelaku tidak memiliki izin,” tegasnya.(jpg)
KOMENTAR
Berita Update
Untuk Jembatan Siak IV
Muncul Nama Panglima Ghimbam
Rabu, 23 Januari 2019 - 10:05 wib
KPU Libatkan Pemuda hingga Pegiat Medsos

KPU Libatkan Pemuda hingga Pegiat Medsos
Rabu, 23 Januari 2019 - 10:01 wib

Syamsuar Bedah APBD Riau di Gedung BI
Rabu, 23 Januari 2019 - 10:01 wib

Jadi Buruh Batu Bata hingga Jual Gorengan
Rabu, 23 Januari 2019 - 09:53 wib
Dewan Minta Direalisasikan Tahun Ini
Terkait Perda CSR
Dewan Minta Direalisasikan Tahun Ini
Rabu, 23 Januari 2019 - 09:45 wib
Masih Kurang Tujuh  Unit Komputer

Masih Kurang Tujuh Unit Komputer
Rabu, 23 Januari 2019 - 09:40 wib
Hasil Audit Belum Keluar, Ranperda PPJ Urung Disahkan

Hasil Audit Belum Keluar, Ranperda PPJ Urung Disahkan
Rabu, 23 Januari 2019 - 09:35 wib
Pengajuan NIP CPNS Serentak

Pengajuan NIP CPNS Serentak
Rabu, 23 Januari 2019 - 09:30 wib
Assessment Pertengahan Tahun
Pejabat Diberi Waktu Enam Bulan
Rabu, 23 Januari 2019 - 09:25 wib
Cari Berita
Sumatera Terbaru
Lahan Gambut Terbakar Lagi

Rabu, 09 Januari 2019 - 15:59 WIB

Dilarang Polisi, Dakwah Keliling di Kota Padang Batal
Lima Daerah di Kepri Dilanda Ombak Tinggi

Rabu, 02 Januari 2019 - 12:23 WIB

Aceh Diguncang Gempa Tektonik

Rabu, 02 Januari 2019 - 11:22 WIB

Korban Gempa Pidie Jaya Keluhkan Pungli

Rabu, 02 Januari 2019 - 10:13 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us