Bupati Irwan Ajak Masyarakat Sukseskan Imunisasi MR
Jumat, 07 September 2018 - 19:30 WIB > Dibaca 707 kali Print | Komentar
Bupati Irwan Ajak Masyarakat Sukseskan Imunisasi MR
FOTO BERSAMA: Bupati Kepulauan Meranti Drs H Irwan MSi dan jajaran foto bersama saat Pencanangan Kampanye Imunisasi Rubella, Kamis (6/9/2018) di Desa Alai, Kecamatan Tebingtinggi Barat.
SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) - Setelah sempat tertunda pelaksanaannya karena adanya perdebatan terkait kehalalan vaksin yang digunakan untuk imunisaai Measles Rubella (MR), Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti kembali mencanangkan kampanye imunisaai MR.


Pelaksanaan kampanye yang dihadiri oleh sejumlah pejabat lintas sektoral dan masyarakat tersebut dilaksanakan di halaman Rumah Panggung Adat Melayu di Desa Alai, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kamis (6/9) pagi.


Dalam sambutannya, Bupati Kepulauan Meranti Drs H Irwan MSi mengatakan jika pelaksanaan imunisasi MR yang mestinya bisa dimulai pada 1 Agustus lalu menjadi tertunda. Namun setelah adanya pernyataan resmi dari MUI bahwa vaksin MR boleh digunakan maka kembali dilanjutkan.


“Setelah terhambat sekitar lima pekan, sekarang kita kembali melakukan imunisasi MR. Tujuan dari pemberian imunisasi MR ini untuk melindungi anak-anak khususnya kepulauan Meranti. Kita semua berkewajiban untuk mensukseskan pemberian imunasi MR ini. Sebab dampak campak rubella ini bisa menyebabkan kematian atau cacat permanen,” ujar Irwan.


Karena waktu tersisa hanya hingga akhir September, Irwan meminta jajaran pemerintahan hingga tingkat desa mensosialisasikan pentingnya imunisasi MR. Sehingga tidak ada lagi kendala dilapangan untuk mensukseskan program imunisasi MR.


Senada dengannya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti, drg Ruswita mengatakan pihaknya akan berupaya maksimal agar target 95 persen dari 51 ribu anak-anak bisa dikejar. Padahal hingga saat ini baru ada sekitar 2.200-an anak-anak yang baru diberi vaksin.


“Kami akan berupaya sebaik mungkin dan mensosialisasikan kembali pada orangtua meskipun September tidak lagi dilaksanakan di sekolah. Tapi kami bersedia untuk turun kembali ke sekolah sehingga bisa menjadi tempat pelaksanaannya. Apalagi target per hari harus dikejar 1300 anak. Sehingga pada akhir September bisa mencapai 95 persen,” ungkapnya.


Meskipun begitu, Ruswita mengatakan pelaksanaan vaksin MR tidak akan dipaksakan pada hari itu juga. Sebab kondisi anak yang akan diberi vaksin harus tetap diperhatikan. Sehingga pelaksanaan imunisasi tetap lancar dan tidak terkendala oleh kasus pasca vaksin.


“Makanya kita pastikan kondisi penerima vaksin terlebih dahulu. Jika dia sakit tentu ditunda dulu pelaksanaannya hingga yang bersangkutan dalam kondisi sehat. Namun tentunya kami sudah punya data by name by address sehingga mudah melakukan vaksin susulan bagi yang tertunda,” tambahnya.(luk/ifr)

KOMENTAR
Berita Update
Hari Ini, Bupati Sambangi Kandis dan Minas

Hari Ini, Bupati Sambangi Kandis dan Minas
Rabu, 23 Januari 2019 - 10:15 wib
Untuk Jembatan Siak IV
Muncul Nama Panglima Ghimbam
Rabu, 23 Januari 2019 - 10:05 wib
KPU Libatkan Pemuda hingga Pegiat Medsos

KPU Libatkan Pemuda hingga Pegiat Medsos
Rabu, 23 Januari 2019 - 10:01 wib

Syamsuar Bedah APBD Riau di Gedung BI
Rabu, 23 Januari 2019 - 10:01 wib

Dugaan Kartel Maskapai Masuk Tahap Penelitian
Rabu, 23 Januari 2019 - 09:45 wib
Dewan Minta Direalisasikan Tahun Ini
Terkait Perda CSR
Dewan Minta Direalisasikan Tahun Ini
Rabu, 23 Januari 2019 - 09:45 wib
Masih Kurang Tujuh  Unit Komputer

Masih Kurang Tujuh Unit Komputer
Rabu, 23 Januari 2019 - 09:40 wib
Hasil Audit Belum Keluar, Ranperda PPJ Urung Disahkan

Hasil Audit Belum Keluar, Ranperda PPJ Urung Disahkan
Rabu, 23 Januari 2019 - 09:35 wib
Pengajuan NIP CPNS Serentak

Pengajuan NIP CPNS Serentak
Rabu, 23 Januari 2019 - 09:30 wib
Cari Berita
Kesehatan Terbaru
RS Harus Terima Pasien Belum Punya Jaminan Kesehatan

Sabtu, 19 Januari 2019 - 14:13 WIB

Kenali Penanganan  Tepat Patah Tulang

Jumat, 18 Januari 2019 - 14:49 WIB

Puskesmas Tambusai Jadi Percontohan

Kamis, 17 Januari 2019 - 15:30 WIB

RSUD AA Turut Minta Pengalihan Penahanan Tiga Dokternya
Menjaga Kesehatan saat Perubahan Cuaca Ekstrem

Minggu, 30 Desember 2018 - 10:22 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us