Depan >> Berita >> Hukum >>
Idrus Imbau Kader Golkar Tidak ’’Nyanyi”
Sabtu, 08 September 2018 - 12:24 WIB > Dibaca 773 kali Print | Komentar
Idrus Imbau Kader Golkar Tidak ’’Nyanyi”
DIPERIKSA: Mantan Menteri Sosial Idrus Marham (tengah) usai diperiksa KPK, Jakarta, Jumat (7/9/2018). Idrus diperiksa sebagai saksi dalam kasus suap proyek pembangunan PLTU Riau-1 untuk tersangka Eni Saragih dan Johannes Budiarso Kotjo. (MUHAMAD ALI/JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Upaya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mempelajari kemungkinan menyeret Partai Golkar dalam pusaran dugaan suap kesepakatan kerja sama pembangunan proyek PLTU Riau 1 membuat mantan Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham “risih”. Dia pun mengajak kader Golkar yang terjerat hukum untuk tidak membenturkan rumah tangga partai dengan persoalan korupsi.

”Selaku mantan sekjen yang cukup lama, saya mengimbau kepada seluruh keluarga besar Partai Golkar kalau memang cinta kepada Golkar, sayang kepada Golkar mari kita berbuat untuk Golkar,” ujarnya usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jumat (7/9).

Imbauan Idrus itu mengarah pada “nyanyian” Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih yang menyatakan dirinya telah membantu biaya musyawarah nasio­nal luar biasa (munaslub) pada akhir 2017 lalu sebesar Rp2 miliar. ”Kalau memang nggak ada kaitan dengan Golkar, jangan kita mengatakan ada kaitan dengan Golkar,” kata Idrus yang menjadi tersangka PLTU Riau 1 ini.

Dia pun meminta kader Golkar yang berbuat rasuah untuk mengembalikan uang sebagaimana ketentuan yang berlaku. Hal itu, kata Idrus, meminimalkan polemik keterlibatan Golkar dalam dugaan suap PLTU Riau 1 yang beberapa waktu belakangan menjadi perhatian publik.  ”Jadi polemik itu tidak bagus,” ujar Idrus.

Idrus kemarin diperiksa untuk tersangka Eni dan bos Blackgold Natural Resources Ltd Johannes B Kotjo. Selain Idrus, KPK juga memeriksa CEO Blackgold Natural Resources Ltd Rickard Philip Cecil dan Direktur Utama PT Samantaka James Rianto.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, pemeriksaan kemarin masih mendalami seputar pengetahuan saksi terkait proses pengadaan proyek. Saksi-saksi tersebut diduga mengetahui bagaimana alur proyek yang menelan anggaran 900 juta dolar AS atau senilai Rp12,6 triliun itu.

”Penyidik mendalami pengetahuan saksi terkait proses pengadaan proyek PLTU Riau-1,” kata Febri.(tyo/jpg)


KOMENTAR
Berita Update

Program Ikkon Kembangkan 4 Sektor
Selasa, 15 Oktober 2018 - 20:00 wib

Pemkab Terima Hibah 500 Alquran
Selasa, 15 Oktober 2018 - 19:30 wib

Bupati Buka MTQ Ke-48 di Teluk Pinang
Selasa, 15 Oktober 2018 - 19:00 wib
26 Rumah Warga Dilalap Jago Merah
Pemkab Bantu Korban Kebakaran
Selasa, 15 Oktober 2018 - 18:30 wib
Liga U-17 Riau Pos Askot PSSI Pekanbaru
Papan Atas Makin Seru, Rajawali Bikin Kejutan
Selasa, 15 Oktober 2018 - 18:00 wib

HUT Kuansing, Indrako Swalayan Donor Darah
Selasa, 15 Oktober 2018 - 17:00 wib
RAPBD Tak Disetujui, Apakah  Berdampak terhadap KONI?

RAPBD Tak Disetujui, Apakah Berdampak terhadap KONI?
Selasa, 15 Oktober 2018 - 16:35 wib

Perlu Bersinergi Bersama
Selasa, 15 Oktober 2018 - 16:30 wib
Pemerintah Tak Solid Putuskan Kenaikan Premium

Pemerintah Tak Solid Putuskan Kenaikan Premium
Selasa, 15 Oktober 2018 - 16:12 wib
Tunjangan Transportasi Dewan Rp12,75 Juta Per Bulan

Tunjangan Transportasi Dewan Rp12,75 Juta Per Bulan
Selasa, 15 Oktober 2018 - 16:00 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Pelapor Korupsi Bakal Dihadiahi Rp200 Juta

Rabu, 10 Oktober 2018 - 14:19 WIB

Sebar Hoaks, Ratna Terancam 10 Tahun Penjara

Sabtu, 06 Oktober 2018 - 13:41 WIB

Wali Kota Pa­suruan Diduga Terima Fee Rp230 Juta

Sabtu, 06 Oktober 2018 - 13:29 WIB

OTT KPK Terancam Terhambat

Minggu, 30 September 2018 - 14:14 WIB

Diana Tabrani-Neno Warisman Mengadu ke Komnas HAM

Rabu, 26 September 2018 - 13:10 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini