Depan >> Berita >> Riau >>
Pemuda Ancam Tutup Paksa Usaha Galian C
Senin, 10 September 2018 - 16:00 WIB > Dibaca 509 kali Print | Komentar
Pemuda Ancam Tutup Paksa Usaha Galian C
TENGGELAM: Pulau (hamparan pasir yang luas) yang berada di tepian sungai Kampar kini sudah tenggelam akibat aktivitas usaha galian C di Kecamatan XIII Koto Kampar.
BANGKINANG (RIAUPOS.CO) - Sekelompok pemuda berasal dari Kecamatan XIII Koto Kampar dan Koto Kampar Hulu yang menamakan diri Pemuda Peduli Lingkungan mengancam akan menutup paksa usaha galian C.

Pasalnya usaha Galian C yang banyak terdapat di dua kecamatan tersebut sudah tidak lagi menghormati azas-azas lingkungan dalam menjalankan usaha. Mereka merasa resah dengan aktivitas usaha yang menurut mereka makin tidak bertanggungjawab tersebut.
   
Fajrin, perwakilan para pemuda ini memastikan, usaha galian C di dua kecamatan telah merusak lingkungan. Hal itu menjadi sumber utama keresahan mereka. Selain sudah kehilangan sejumlah pulau atau hamparan pasir di tepi sungai, kini ceceran tanah kuning malah menggenangi jalan lintas desa di dua kecamatan tersebut. 

‘’Dalam waktu dekat, kami pemuda dari dua kecamatan mengatasnamkan pemuda peduli lingkungan akan turun ke lokasi usaha galian C untuk menutup paksa. Karena usaha galian C ini sudah meresahkan warga dua kecamatan ini. Sangat merusak lingkungan dan makin tidak bertanggung jawab,’’ ancam Fajrin, Ahad (9/9).
   
Soal ceceran tanah kuning yang bertebaran di jalan lintas desa di dua kecamatan tersebut menurut Fajrin tidak main-main. Karena sudah ada korban yang terjatuh karena tumpukan tanah kuning menjadi lumpur saat curah hujan turun. Tidak kalah memprihatinkan kata Fajrin adalah kerusakan lingkungan akibat aktivitas penggalian.

Masalah jalan yang penuh tanah kuning ini juga jadi topik hangat pembicaraan warga. Karena sudah ada yang jatuh, warga mulai takut melepas anak menggunakan motor ke sekolah pagi hari. Terutama kalau malamnya hujan turun. Kekhawatiran ini juga diungkapkan oleh seorang warga bernama Abdul.
    
‘’Memang sudah beredar luas ada yang jatuh karena jalannya licin akibat tanah kuning. Makanya khawatir, sekarang kami takut melepaskan anak-anak pergi ke sekolah naik motor. Karena saya lihat sendiri memang kondisinya berbahaya, jalannya hotmix, tapi diatasnya lumpur tanah kuning. Memang sangat berbahaya,’’ terangnya. 


Abdul berharap pihak terkait harus secepatnya mengambIl tindakan kepada pengusaha galian C tersebut. Karena dirinya melihat, pemilik galin C sedikitpun tidak peduli. Pasalnya tumpukan tanah kuning itu sudah sepekan terakhir berada di jalan lintas desa yang baru dibangun beberapa tahun belakangan.
    

Data yang diperoleh koran ini, setidaknya ada dia usaha galian C beroperasi di Kecamatan XIII Koto Kampar, di Desa Muara Takus dan di Desa Gunung Bungsu. Sementara itu di Kecamatan Koto Kampar Hulu, usaha galican C terlihat beroperasi di Desa Tanjung.


Camat Koto Kampar Hulu Tengku Said Hidayat membenarkan bahwa adanya galian C beroperasi di Desa Tanjung. Disebutkannya bahwa galian C tersebut mengantongi izin. ‘’Kalau di Tanjung memang masih kemarin dibuka lagi. Galian C ini dah sempat berhenti tapi dah mulai lagi. Saya korfirmasi sama Kepala Desa Tanjung katanya kegiatan tersebut masih ada izinnya tapi desa tidak ada terlibat, saya juga mohon sama-sama kita cari solusinya,’’ ungkap Tengku. (end)


Laporan HENDRAWAN KARIMAN, Bangkinang
KOMENTAR
Berita Update
Pekan Depan, Nasib OSO Diputuskan

Pekan Depan, Nasib OSO Diputuskan
Sabtu, 17 November 2018 - 19:06 wib

BKD Prov Riau Road To Siak 24 November Mendatang
Sabtu, 17 November 2018 - 13:28 wib

Telkomsel Raih Dua Penghargaan Tingkat Asia Pasifik
Sabtu, 17 November 2018 - 11:01 wib

Toyota Posisi Teratas untuk Fitur Keselamatan
Sabtu, 17 November 2018 - 09:48 wib

Dari Ambon Daihatsu Jelajahi Pulau Seram
Sabtu, 17 November 2018 - 08:31 wib

Dua Kecamatan Masih Terendam
Sabtu, 16 November 2018 - 17:30 wib
Cari Berita
Riau Terbaru
BKD Prov Riau Road To Siak 24 November Mendatang

Sabtu, 17 November 2018 - 13:28 WIB

Lutut Istri  Disenggol, Nelayan Bacok Tetangga

Jumat, 16 November 2018 - 17:00 WIB

Desa Dituntut Gerakkan Ekonomi Masyarakat Lewat ADD

Jumat, 16 November 2018 - 15:45 WIB

Pedagang  Belum Tahu  Kapan Direlokasi

Jumat, 16 November 2018 - 15:30 WIB

50 Tim Ikuti  Serindit Boat Race

Jumat, 16 November 2018 - 15:15 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us