Setelah IA-CEPA Diteken November
Produk Indonesia Bebas Bea Masuk Australia
Senin, 10 September 2018 - 12:20 WIB > Dibaca 210 kali Print | Komentar
Berita Terkait



JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pelaku usaha menyambut positif kerja sama ekonomi komprehensif Indonesia-Australia atau Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) yang rencananya diteken November mendatang. Pengusaha menilai perjanjian tersebut sangat menguntungkan karena Indonesia akan menikmati 7.000 pos tarif ekspor yang mendapat fasilitas nol persen ke Australia.

Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bidang Hubungan Internasional dan Investasi Shinta Kamdani menyebutkan, IA-CEPA akan membawa manfaat lebih besar bagi Indonesia. ”Produk Indonesia lebih mudah penetrasi ke pasar Australia. Capacity building juga. Ini sangat penting karena menyangkut kepentingan kita,” ujar Shinta, Ahad (9/9).

Shinta menambahkan, para pengusaha di Apindo dan Kadin puas dengan proses negosiasi IA-CEPA karena pemerintah melibatkan pengusaha sejak awal. Keterlibatan pengusaha disebut penting untuk dilakukan di setiap upaya kemitraan yang berkaitan dengan investasi. Di tengah kurs rupiah yang tengah mengalami tekanan, kerja sama seperti IA-CEPA bisa menjadi instrumen untuk memperbaiki defisit transaksi berjalan. 

Dirjen Perundingan Perdagangan Internasional Iman Pambagyo mengungkapkan, ada 7.000 pos tarif produk asal Indonesia yang semuanya menjadi nol pada saat implementasi. ”Tapi, tidak semua barang yang berasal dari Australia dibebaskan bea masuknya oleh Indonesia,” ujar Iman. 

Produk Indonesia yang dinilai berpotensi untuk ditingkatkan ekspornya ke Australia, antara lain, sektor otomotif, khususnya untuk ekspor produk mobil listrik dan hybrid.  Selain itu, ada komoditas tekstil dan produk tekstil (TPT), Australia menurunkan bea masuknya menjadi 0 persen dari sebelumnya 5 persen. 

Penurunan tarif tersebut membuat produk tekstil Indonesia dapat berkompetisi dengan produk asal Malaysia, Thailand, dan Vietnam yang sudah mendapat pembebasan tarif. Selanjutnya, produk herbisida dan pestisida yang bea masuknya diturunkan menjadi 0 persen dari sebelumnya 5 persen sehingga bisa berkompetisi kembali dengan Malaysia dan Cina yang sebelumnya mendapatkan pembebasan tarif. 

Selain itu, ada produk elektronik, permesinan, karet dan turunannya, kayu dan turunannya, kopi, cokelat, dan kertas. ”Produk-produk ini sudah mendapatkan preferensi tarif bea masuk 0 persen dari Australia, namun dapat lebih ditingkatkan ekspornya,” tambah Iman. Melalui IA-CEPA, kedua negara juga dapat berkontribusi lebih besar pada rantai pasok global untuk memasok keperluan global. (agf/c10/oki/das)


KOMENTAR
Berita Update

Sekda Hadiri Pengukuhan Warga PSHT
Senin, 24 September 2018 - 14:30 wib

Dealer Isuzu Isuindomas Putra Gelar Service Clinic
Senin, 24 September 2018 - 14:29 wib
Inovasi Produk Dorong Penjualan

Inovasi Produk Dorong Penjualan
Senin, 24 September 2018 - 14:20 wib
Polda Awasi Medsos Secara Ketat

Polda Awasi Medsos Secara Ketat
Senin, 24 September 2018 - 14:00 wib

Jessica Raih Emas Kejurnas Piala Panglima
Senin, 24 September 2018 - 13:30 wib
Paripurna Molor 6 Jam,  11 Anggota Dewan Bolos

Paripurna Molor 6 Jam, 11 Anggota Dewan Bolos
Senin, 24 September 2018 - 13:16 wib

Joshua Penuhi Janji
Senin, 24 September 2018 - 13:00 wib
Setujui Tobasa Jadi Toba

Setujui Tobasa Jadi Toba
Senin, 24 September 2018 - 12:55 wib
12 Jamaah Haji Nagan  Belum Kembali

12 Jamaah Haji Nagan Belum Kembali
Senin, 24 September 2018 - 12:31 wib

Marquez Juara di Aragon
Senin, 24 September 2018 - 12:30 wib
Cari Berita
Ekonomi-Bisnis Terbaru
Dealer Isuzu Isuindomas  Putra Gelar Service Clinic

Senin, 24 September 2018 - 14:29 WIB

Inovasi Produk Dorong Penjualan

Senin, 24 September 2018 - 14:20 WIB

Nasabah BRI Juanda Dapat Xenia dari Simpedes

Senin, 24 September 2018 - 13:23 WIB

OJK Imbau Bank Manfaatkan Relaksasi KPR

Senin, 24 September 2018 - 12:26 WIB

Transaksi  Harian BEI Naik 12,95 Persen

Senin, 24 September 2018 - 11:54 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us