Dampak Kenaikan PPh Impor Barang
Tiga Bulan Baru Efektif
Senin, 10 September 2018 - 11:39 WIB > Dibaca 200 kali Print | Komentar
Berita Terkait



JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Efek kenaikan tarif pajak penghasilan (PPh) pasal 22 impor diperkirakan baru terasa pada Desember 2018 atau awal tahun depan. Saat ini pedagang barang impor masih punya stok yang bisa dijual di pasar. Ekonom BCA David Sumual menyatakan, langkah pemerintah yang membatasi pertumbuhan impor lewat kenaikan pajak sudah benar. 

Sebab, cara itu lebih mudah diterapkan ketimbang menaikkan bea masuk. Selain itu, menaikkan bea masuk rawan mengakibatkan perselisihan (dispute) dengan negara yang bersangkutan. Meski begitu, kenaikan pajak dapat menekan pertumbuhan konsumsi rumah tangga.
’’Kecuali jika industri dalam negeri bisa mensubstitusi impor yang berkurang, barulah pertumbuhan konsumsi dapat tetap di angka 5 persen sesuai dengan target pemerintah,’’ katanya, Ahad (9/9).

Sebelumnya, pemerintah menyesuaikan tarif PPh impor terhadap 1.147 barang. Beberapa barang yang mengalami kenaikan impor adalah bahan bangunan seperti keramik, baju selam, produk tekstil, ban, motor, dan kosmetik. Tarif pajak penghasilan dinaikkan untuk menekan defisit transaksi berjalan yang pada kuartal II sudah mencapai 3 persen terhadap PDB.

Selain tarif PPh impor dan B20 yang kebijakannya sudah dirilis, lanjut David, publik kini menunggu kebijakan kewajiban kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) yang menjual minyak ke Pertamina. Aturan B-to-B itu sedang digodok Kementerian ESDM. ’’Kalau sudah dirilis ESDM, itu bakal menghemat devisa dan mengurangi defisit transaksi berjalan. Tapi, dari semua kebijakan itu, yang dampaknya paling cepat mungkin kenaikan PPh impor,’’ ujar David.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Suahasil Nazara mengungkapkan, tarif PPh impor telah dinaikkan melalui pertimbangan yang matang. Pemerintah telah mempertimbangkan jenis barang konsumsi yang mengalami kenaikan pajak, keberadaan industri yang bisa mensubstitusikan barang tersebut di dalam negeri, dampak barang konsumsi tersebut pada perekonomian, serta dampak terhadap inflasi dan konsumsi.

’’Ini bukan cepat-cepat, tapi mulai sekarang kita harus mengawali kebijakan ini supaya tidak impor terus. Kalau bisa beli barang dari dalam negeri kan juga bagus untuk mendorong industri kita,’’ tuturnya. (rin/c14/oki/jpg)
KOMENTAR
Berita Update
Masyarakat Mesti Bijak Gunakan Medsos

Masyarakat Mesti Bijak Gunakan Medsos
Selasa, 18 September 2018 - 19:30 wib

Sosialisasi SPIP Capai Maturitas Level 3
Selasa, 18 September 2018 - 19:00 wib
Lima Keuntungan Menggunakan  Aplikasi Kasir Online Kawn

Lima Keuntungan Menggunakan Aplikasi Kasir Online Kawn
Selasa, 18 September 2018 - 18:41 wib
8 Kecamatan Ikuti Iven Pacu Sampan

8 Kecamatan Ikuti Iven Pacu Sampan
Selasa, 18 September 2018 - 18:30 wib
Komunitas Muda Madura Siap Menangkan Jokowi

Komunitas Muda Madura Siap Menangkan Jokowi
Selasa, 18 September 2018 - 18:00 wib

Rider Berbagai Provinsi Bakal Ramaikan Jakjar 5
Selasa, 18 September 2018 - 17:30 wib
Maksimalkan Peningkatan Kualitas Pendidikan

Maksimalkan Peningkatan Kualitas Pendidikan
Selasa, 18 September 2018 - 17:00 wib

OOTD Jadi Inspirasi Fashion Bagi Banyak Orang
Selasa, 18 September 2018 - 17:00 wib
Australia Diserang  Stroberi Berisi Jarum

Australia Diserang Stroberi Berisi Jarum
Selasa, 18 September 2018 - 16:44 wib
Cari Berita
Ekonomi-Bisnis Terbaru
Lima Keuntungan Menggunakan  Aplikasi Kasir Online Kawn

Selasa, 18 September 2018 - 18:41 WIB

Hotel Dafam Tawarkan Kenikmatan Kopi Ple-Tok

Selasa, 18 September 2018 - 14:56 WIB

OJK Diharapkan Dorong  Pertumbuhan Ekonomi

Selasa, 18 September 2018 - 14:43 WIB

Pekanperkasa Gelar LCV Party dan LCV Gathering

Selasa, 18 September 2018 - 14:42 WIB

ACE Hadirkan Program  Smart Lighting Smart Living

Selasa, 18 September 2018 - 14:06 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us