PDIP Bersih dari Caleg Mantan Koruptor, Gerindra 5
Selasa, 11 September 2018 - 01:01 WIB > Dibaca 827 kali Print | Komentar
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pengamat politik dari Aukflarung Institute Dahroni Agung Prasetyo mengapresiasi PDI Perjuangan yang bisa menyusung daftar calon anggota legislatif (caleg) untuk Pemilu 2019 tanpa mengusung figur yang pernah menjadi napi korupsi. Menurut Dahrono, partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu juga tegas terhadap kadernya yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) kasus suap.

“Jika ada kader di-OTT, PDIP langsung melakukan pemecatan seketika. Bukan sekadar omongan, karena seketika juga pemberhentian dilakukan dan suratnya pun disampaikan ke publik. Jadi tak asal klaim saja," kata Dahroni, Senin (10/9).

Sebelumnya, mantan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hadar Nafis Gumay membeber data tentang mantan napi korupsi yang bisa menjadi caleg. Berdasar catatan Hadar, setidaknya ada 34 caleg mantan napi korupsi yang diloloskan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Merujuk data yang dikumpulkan Hadar, Gerindra menjadi partai yang mengusung caleg berlatar belakang napi korupsi paling banyak, yakni lima orang. Selanjutnya PAN dan Golkar masing-asming 4 caleg.

Sedangkan PKPI, Hanura dan Partai Berkarya masing-masing 3 caleg. Adapun Nasdem, Perindo, Garuda dan Partai Demokrat masing-masing 2 caleg. Untuk PKS dan PBB masing-masing 1 caleg.

Dahroni menyebut ketegasan PDIP untuk tidak mengusung caleg berlatar belakang napi korupsi perlu menjadi catatan publik. Bahkan, PDIP juga cekatan melakukan pergantian antar-waktu (PAW) terhadap kadernya di DPRD Kota Malang yang menjadi tersangka suap sehingga dijerat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Silahkan saja dibandingkan dengan partai lain. Buka saja catatan, apakah mereka melakukan langkah sama dengan PDIP," kata Dahroni.

Dalam catatan Dahroni, PDIP sudah melakukan bersih-bersih sejak rapat kerja nasional (rakernas) di Bandung pada 2011. Dalam forum itu pula Megawati mencanangkan PDIP sebagai partai pelopor dalam pemberantasan korupsi.

“Maka tak heran bila PDIP tak pernah terkena stigma, sebut saja seperti Partai Demokrat yang sampai sekarang belum bisa lepas dari kasus menyangkut Nazaruddin," ulas Dahroni.

Hal lain yang juga patut diapresiasi adalah cara PDIP menyaring bakal caleg. Bahkan, ada proses administrasi, psikotes hingga wawancara mendalam.

Oleh karena itu Dahroni tak heran ketika PDIP menjadi satu-satunya partai besar yangbersih dari caleg mantan napi korupsi. "Semua mantan napi korupsi yang jadi caleg langsung dicoret," kata Dahroni.(lov/rmol/jpg)

Sumber: JPNN
KOMENTAR
Berita Update

Komitmen Naker Lokal Dipertanyakan
Kamis, 17 Januari 2019 - 16:00 wib

Pengrusak Atribut PD Dijebloskan ke Rutan
Kamis, 17 Januari 2019 - 15:35 wib
Puskesmas Tambusai Jadi Percontohan

Puskesmas Tambusai Jadi Percontohan
Kamis, 17 Januari 2019 - 15:30 wib
Satu tersangka Mantan Pegawai Lapas Bengkalis
Pemusnahan Sabu-sabu 37 Kg dan 86.000 Butir Pil Ekstasi
Kamis, 17 Januari 2019 - 15:26 wib
TP4D Siap Lakukan Pendampingan

TP4D Siap Lakukan Pendampingan
Kamis, 17 Januari 2019 - 15:00 wib
Peran Camat dan Penghulu Turut Menentukan

Peran Camat dan Penghulu Turut Menentukan
Kamis, 17 Januari 2019 - 14:30 wib
Masyarakat Diajak Jaga Keindahan Taman

Masyarakat Diajak Jaga Keindahan Taman
Kamis, 17 Januari 2019 - 14:00 wib
Bupati Jelaskan Fungsi TP4D

Bupati Jelaskan Fungsi TP4D
Kamis, 17 Januari 2019 - 13:30 wib
Cari Berita
Politik Terbaru
Tren Elektabilitas Prabowo-Sandi Naik

Kamis, 17 Januari 2019 - 13:09 WIB

Media Jangan Jadi ’’Pemain’’ di Pilpres

Kamis, 17 Januari 2019 - 12:11 WIB

APK Tak Boleh Masuk, Diganti Kipas Tangan

Kamis, 17 Januari 2019 - 10:23 WIB

Bawaslu Bahas Pidato Jokowi dan Prabowo

Rabu, 16 Januari 2019 - 14:40 WIB

Bulan Depan Prabowo Direncanakan Kunjungi Riau

Rabu, 16 Januari 2019 - 14:35 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us