Kejahatan Karhutla Jerat 26 Tersangka
Rabu, 12 September 2018 - 11:30 WIB > Dibaca 4476 kali Print | Komentar
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Kejahatan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau, telah menjerat 26 tersangka. Para tersangka tersebut, dari 21 kasus yang ditangani oleh jajaran Polda Riau sepanjang 2018.

Polres yang paling banyak menjerat tersangka kejahatan karhutla ini, yakni di Rohil. Di mana, Polres Rohil telah menetapkan tujuh tersangka. Kemudian, tiga tersangka di Dumai, dua di Rohul, dan satu orang masing-masing di Polres Pelalawan dan Siak.

“Semuanya adalah perorangan, tidak ada koorporasi,” kata Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto, Selasa (11/9) di Pekanbaru.

Dari 26 tersangka yang ditetapkan, 12 di antaranya sudah diserahkan ke kejaksaan atau tahap II. Yakni di Dumai dan Rohil masing-masing tiga orang, Bengkalis dua orang, Inhil, Pelalawan, Rohul dan Kampar, masing-masing satu orang tersangka yang sudah tahap II.

Dijelaskannya, kasus yang paling banyak ditangani ada di Polres Rohil dan Polres Dumai, yakni masing-masing dua kasus. Selanjutnya di Polres Pelalawan, Bengkalis, Rokan Hulu, masing-masing menangani dua kasus.

Kemudian di Polres Inhil, Siak dan Kampar, masing-masing menangani satu kasus. Sementara di Polres Indragiri Hulu, Kepulauan Meranti, Kuantan Singingi dan Pekanbaru, nihil.       
   
“Begitu juga dengan Ditreskrimsus Polda Riau, tidak ada kasus karhutla yang ditangani dalam tahun ini,” ujar Sunarto.
   

Kasus ini kata Sunarto, ada yang dalam proses penyidikan, dan ada pula tersangka dan barang buktinya telah dilimpah ke kejaksaan (tahap II). Untuk penyidikan, ada 11 kasus. Yakni, lima kasus di Rohil, tiga di Dumai, dan masing-masing satu kasus di Siak, Pelalawan, dan Rohul.

Kemudian lanjut Sunarto, yang sudah proses tahap II ada 10 kasus. Yakni tiga kasus di Dumai, dua di Bengkalis, dan satu kasus masing-masing di Inhil, Pelalawan, Rohul, Kampar, dan Rohil.   

“Total luas lahan terbakar yang diproses hukum ini, ada 120 hektare,” ujar Sunarto.

Dia mengimbau, baik itu masyarakat maupun koorporasi, untuk tidak membakar lahan. Pihaknya tidak akan segan-segan menindak para pelaku pembakar lahan. “Kita tindak tegas, sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujarnya.
    
Berbeda pula dengan kebijakan yang diambil oleh Komandan Korem (Danrem) 031/WB Brigjen TNI Sonny Aprianto SE MM, beberapa waktu lalu. Dirinya menyebut, jika seseorang tertangkap tangan membakar lahan, maka akan ditembak di tempat.

KOMENTAR
Berita Update
Gali Informasi Kantibmas, Kapolres Gelar Silaturahmi

Gali Informasi Kantibmas, Kapolres Gelar Silaturahmi
Kamis, 22 November 2018 - 17:30 wib

Sekda Hadiri Paripurna Pengesahan KUA-PPAS
Kamis, 22 November 2018 - 17:00 wib

Ratusan Guru Upgrade Pengetahuan tentang Generasi Z
Kamis, 22 November 2018 - 16:30 wib

Bupati Minta Imigrasi Tingkatkan Pengawasan Orang Asing
Kamis, 22 November 2018 - 16:00 wib

Grand Ballroom Novotel Bisa Tampung 2 Ribu Tamu
Kamis, 22 November 2018 - 15:37 wib

Sejak OSS Diluncurkan, Sudah 33 Pelaku Usaha Ajukan Izin
Kamis, 22 November 2018 - 15:00 wib
Penyidik Kantongi  Hasil Audit Teknis
Korupsi Dispora Riau
Penyidik Kantongi Hasil Audit Teknis
Kamis, 22 November 2018 - 14:30 wib

Persiapan Pelantikan Pengurus PWI Hampir Rampung
Kamis, 22 November 2018 - 14:00 wib
Jembatan Siak IV  Molor hingga Januari

Jembatan Siak IV Molor hingga Januari
Kamis, 22 November 2018 - 13:45 wib

APBD 2019 Dievaluasi Pemprov
Kamis, 22 November 2018 - 13:30 wib
Cari Berita
Lingkungan Terbaru
Dinas PUPR Petakan Lokasi Pembongkaran Drainase

Kamis, 22 November 2018 - 12:00 WIB

23 KK Harus Mengungsi

Kamis, 22 November 2018 - 11:00 WIB

Gunakan Sampan,  Kapolres Jangkau Lokasi Banjir Temui Warga
Bongkar Reklame Ilegal

Rabu, 21 November 2018 - 12:30 WIB

Pemkab Tak Tutup Mata pada Kerusakan Jalan Gajah Mada

Rabu, 21 November 2018 - 12:00 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us