Depan >> Berita >> Riau >>
Kegiatan Dok Kapal Terancam Berhenti
Rabu, 12 September 2018 - 16:30 WIB > Dibaca 586 kali Print | Komentar
Kegiatan Dok Kapal Terancam Berhenti
kurang BAHAN BAKU: Sejumlah kapal terancam tak rampung dikerjakan karena terkendala kesulitan pasokan bahan baku. Kondisi salah satu dok atau galangan kapal di Bagansiapiapi, Selasa (11/9/2018).
BAGANSIAPIAPI (RIAUPOS.CO) - Kegiatan usaha galangan kapal yang sudah puluhan tahun beroperasi di Rokan Hilir (Rohil) terancam tutup karena kekurangan pasokan bahan baku.  Akibatnya para pekerja maupun pelaku usaha terancam kehilangan mata pencaharian.


Salah seorang warga, Aisah, mengaku belakangan ini kehilangan pendapatan seiring dengan berhentinya aktifitas pembuatan kapal di dok karena persoalan tersebut. ibu rumah tangga (IRT) warga gang Pembangunan Jalan Teladan Kelurahan Bagan Barat, Bangko ini sehari-hari berjualan di warung yang pembelinya rata-rata pekerja dok.


Selain itu sejumlah anggota keluarganya juga bekerja sebagai buruh di dok yang ada. “Kalau sampai tutup dok ini mau makan apa lagi kami, sebab semua kebutuhan tergantung disitu. Kalau sampai tutup apa nak dimakan,” ujarnya, Senin (10/9).


Ia mengatakan, khawatir melihat kenyataan kegiatan yang terkait pembuatan kapal terutama di Bagansiapiapi yang tak lagi berjalan dalam satu pekan terakhir.  “Kami sangat takut kalau sampai dok tak lagi berjalan, kalau suami dan anak tak lagi bekerja dimana lagi mencari pendapatan. Apa harus mencuri untuk dapat sesuap nasi,” keluhnya.


Salah seorang pelaku galangan kapal Ijokowi membenarkan dalam beberapa hari belakangan aktifitas pembuatan kapal terhenti. Hal itu dikarenakan sulitnya mendapatkan pasokan bahan baku kapal sesuai dengan spesifikasi dan jenis kayu yang dibutuhkan.


“Padahal aktifitas pembuatan kapal di Bagansiapiapi ini sudah berlangsung puluhan tahun, contohnya saya. Ini dulu dari orang tua atau mertua saya yang memulai dari sekitar tahun 1988-1989, lalu sampai sekarang diteruskan oleh saya,” katanya.


Sementara pada satu dok terangnya dipekerjakan tenaga kerja lokal sekitar 50-an orang. Jika kegiatan usaha itu terhenti praktis ditaksir terdapat seribu lebih tenaga kerja yang terancam menganggur.  Sementara disisi lain dok kapal telah menjadi ikon atau ciri khas daerah Rohil khususnya Bagansiapiapi.


“Karena kondisi ini terpaksa kegiatan pengerjaan kapal dihentikan sementara,” katanya. Menyikapi hal itu terangnya pihaknya berencana bertemu dengan kalangan DPRD dan pemkab Rohil untuk menyampaikan persoalan yang terjadi sehingga ada solusi atas permasalahan yang dihadapi terutama menyangkut pemenuhan pasokan bahan baku untuk pembuatan kapal.(fad)

KOMENTAR
Berita Update

Komitmen Naker Lokal Dipertanyakan
Kamis, 17 Januari 2019 - 16:00 wib

Pengrusak Atribut PD Dijebloskan ke Rutan
Kamis, 17 Januari 2019 - 15:35 wib
Puskesmas Tambusai Jadi Percontohan

Puskesmas Tambusai Jadi Percontohan
Kamis, 17 Januari 2019 - 15:30 wib
Satu tersangka Mantan Pegawai Lapas Bengkalis
Pemusnahan Sabu-sabu 37 Kg dan 86.000 Butir Pil Ekstasi
Kamis, 17 Januari 2019 - 15:26 wib
TP4D Siap Lakukan Pendampingan

TP4D Siap Lakukan Pendampingan
Kamis, 17 Januari 2019 - 15:00 wib
Peran Camat dan Penghulu Turut Menentukan

Peran Camat dan Penghulu Turut Menentukan
Kamis, 17 Januari 2019 - 14:30 wib
Masyarakat Diajak Jaga Keindahan Taman

Masyarakat Diajak Jaga Keindahan Taman
Kamis, 17 Januari 2019 - 14:00 wib
Bupati Jelaskan Fungsi TP4D

Bupati Jelaskan Fungsi TP4D
Kamis, 17 Januari 2019 - 13:30 wib
Cari Berita
Riau Terbaru
Komitmen Naker Lokal Dipertanyakan

Kamis, 17 Januari 2019 - 16:00 WIB

Pemusnahan Sabu-sabu 37 Kg dan 86.000 Butir Pil Ekstasi
Pembangunan Roro  di Insit Hampir Rampung

Kamis, 17 Januari 2019 - 15:15 WIB

TP4D Siap Lakukan Pendampingan

Kamis, 17 Januari 2019 - 15:00 WIB

Peran Camat dan Penghulu Turut Menentukan

Kamis, 17 Januari 2019 - 14:30 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us