Imunisasi MR Tak Capai Target
Rabu, 12 September 2018 - 11:30 WIB > Dibaca 397 kali Print | Komentar
BANDA ACEH (RIAUPOS.CO) - Program nasional imunisasi MR tak berjalan mulus di Aceh. Hal ini menyebabkan kesehatan jutaan anak di bumi Iskandar Muda rentan dan terancam terkena campak rubella. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Aceh, hingga 5 September, cakupan anak imunisasi di Aceh kurang dari 7 persen dari target 1,5 juta anak Aceh.

“Angka 7 persen ini sangat mengkhawatirkan kita. Anak-anak kita di Aceh sekarang rentan dan terancam terkena virus campak rubella,” ujar Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Aceh, Dr dr Herlina Dimiati SpA(K), Selasa (11/9).

Herlina Dimiati menyebutkan, program imunisasi MR seharusnya menjadi salah satu program pokok kesehatan di suatu daerah. Dampak tak melaksanakannya sangat berbahaya, tidak hanya bagi penderita tetapi menular dan dapat membahayakan nyawa orang lainnya. Sejak adanya imbauan penghentian imunisasi oleh Plt Gubernur, praktis program tersebut berhenti di seluruh daerah.

“Harus ada kebijakan dari pemerintah Aceh untuk kembali melaksanakan program ini. Karenanya kami dari IDAI Aceh dan beberapa lembaga mendorong Plt Gubernur dapat mengeluarkan kebijakan kembali meneruskan program imunisasi MR di Aceh,” ujar Herlina yang juga sekretaris Pokja KIPI Aceh ini.

Sementara itu Dita Ramadonna, Health Officer Unicef Indonesia, menyampaikan, terlalu mahal harga dan kerugian dialami jika anak tak mendapatkan imunisasi MR. Anak yang terkena dampak virus rubella atau Congenital Rubella Syndrome/CRS, dapat lahir dengan berat badan rendah, tuli, buta, bocor jantung, pengecilan otak dan ukuran kepala, tidak bisa bicara, keterlambatan pertumbuhan fisik dan mental (gejala bervariasi di setiap anak).

“Imunisasi merupakan hak anak atas kesehatan untuk tumbuh kembang dan perlindungan mencapai potensi maksimal yang wajib dijamin dan dipenuhi oleh orangtua dan negara. Karenanya kita sedih dengan rendahnya tingkat imunisasi MR di Aceh ,” tuturnya.

Rendahnya tingkat imunisasi ini, dibenarkan Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Aceh, dr Abdul Fatah ketika dihubungi JPG. “Seluruh Indonesia, Aceh memang paling rendah untuk cakupan anak yang telah diimunisasi. Data terakhir hanya sekitar 7 persen dari seharusnya target 1,5 juta anak yang harus diimunisasi,” ungkap dr Abdul Fatah.

Disampaikannya, rendahnya cakupan kampanye MR di Aceh akan menyebabkan tidak terjadinya kekebalan kelompok (Herd Immunity) di masyarakat Aceh, sehingga berisiko tingginya penularan penyakit campak/measles dan rubella bagi masyarakat.

Pihaknya kerja sama dengan IDAI Cabang Aceh, Unicef dan lembaga peduli MR berusaha untuk terus mendorong adanya dikeluarkannya intruksi dari Pemerintahan Aceh untuk kelanjutan program imunisasi MR.

“Sekarang ini setelah keluarnya petunjuk dari MUI Pusat yang memperbolehkan, kami berharap gubernur dapat mengeluarkan instruksi dilanjutkannya imunisasi MR. Kami tidak menghendaki kampanye MR dihentikan selamanya,” tukasnya.

Sementara itu Husna (27), ibu rumah tangga yang anaknya terkena dampak campak rubella, ditemui wartawan menyampaikan imbauannya, kepada seluruh orang tua untuk segera mengimunisasi anak mereka.

“Terlalu mahal harga yang harus kita habiskan untuk anak jika tidak imunisasi MR. Kewajiban kita memberikan hak anak, yakni memberikan hak sehat untuk mereka,” kata perempuan asal Desa Geurugok, Kecamatan Gandapura ini.(min/mai/jpg)
KOMENTAR
Berita Update

Dua Kecamatan Masih Terendam
Sabtu, 16 November 2018 - 17:30 wib
Lutut Istri  Disenggol, Nelayan Bacok Tetangga

Lutut Istri Disenggol, Nelayan Bacok Tetangga
Sabtu, 16 November 2018 - 17:00 wib

Miliki 30 Kg Ganja, Petani Ditangkap
Sabtu, 16 November 2018 - 16:15 wib
Plt Gubri Bersama Dirut Teken Kerja Sama
BRK Ikut MoU e-Samsat Nasional
Sabtu, 16 November 2018 - 16:00 wib

Desa Dituntut Gerakkan Ekonomi Masyarakat Lewat ADD
Sabtu, 16 November 2018 - 15:45 wib
Pedagang  Belum Tahu  Kapan Direlokasi

Pedagang Belum Tahu Kapan Direlokasi
Sabtu, 16 November 2018 - 15:30 wib
Dibuka Tim Bupati Vs Wartawan
50 Tim Ikuti Serindit Boat Race
Sabtu, 16 November 2018 - 15:15 wib
Spesialis Bongkar  Rumah Kosong Diringkus

Spesialis Bongkar Rumah Kosong Diringkus
Sabtu, 16 November 2018 - 15:00 wib
Disdukcapil Mengajukan Tambahan Tenaga Teknis

Disdukcapil Mengajukan Tambahan Tenaga Teknis
Sabtu, 16 November 2018 - 14:45 wib
Cari Berita
Sumatera Terbaru
Formasi CPNS Sumbar Terancam Kosong

Jumat, 16 November 2018 - 16:00 WIB

2019, Tour de Singkarak Lintasi Mandeh dan Jambi

Senin, 12 November 2018 - 20:30 WIB

Tausiah UAS Banjir Jamaah

Senin, 12 November 2018 - 20:00 WIB

BP Diizinkan Operasi FSU

Senin, 05 November 2018 - 14:41 WIB

Bulan Ini, UMK Medan 2019 Ditetapkan

Senin, 05 November 2018 - 14:18 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini