Penyerapan PMN Capai 92 Persen
Rabu, 12 September 2018 - 12:34 WIB > Dibaca 448 kali Print | Komentar
Berita Terkait



JAKARTA (RIAUPOS.CO) - PT Perusahaan Listrik Negara (persero) hampir setiap tahun memperoleh kucuran dana penyertaan modal negara (PMN) untuk membantu program kelistrikan. Pada 2016, PLN menerima dana PMN Rp23,56 triliun dengan realisasi penyerapan per akhir Agustus 2018 mencapai 92 persen.

Direktur Perencanaan Korporat PLN Syofvi Roekman menyatakan, penyerapan PMN tersebut digunakan untuk listrik desa maupun pembangunan infrastruktur listrik lainnya. ’’Sekitar Rp7,6 triliun (distribusi) juga sudah kami serap dan saat ini hanya sisa sekitar Rp87,36 miliar,’’ ungkapnya, Selasa (11/9).

Total terdapat tujuh item alokasi PMN 2016. Perinciannya, distribusi kelistrikan, termasuk mencakup listrik desa, sejumlah Rp7,6 triliun dan telah terserap sekitar Rp7,51 triliun. Sisa dana yang belum terserap Rp87,36 miliar. PLN juga wajib membangun sejumlah gardu induk dengan mengggunakan dana PMN. 

Misalnya, saluran udara tegangan ekstratinggi (SUTET) 500 kv Watudodol-Segara Rupak dengan kucuran PMN senilai Rp700 miliar. Hingga kini, proyek tersebut belum berjalan sehingga anggaran dananya masih utuh. 

PLN juga membangun SUTET 500 kv Jawa Tengah–Jawa Barat, termasuk gardu induk, dengan pagu PMN Rp500 miliar. Nilai kontrak proyek tersebut direncanakan mencapai Rp4,62 triliun. Realisasi penyerapan PMN hingga kini mencapai Rp489,88 miliar, tersisa Rp0,12 miliar.

Juga, ada pembangunan gardu induk, termasuk trafo tenaga 500 kv, 275 kv, dan 150 kv untuk Sumatera, Indonesia Timur, serta Jawa-Bali, dengan nilai kontrak Rp3,52 triliun dan Rp2,36 triliun. Rencananya, PMN yang dikucurkan untuk pendanaan proyek tersebut mencapai Rp3,8 triliun. Hingga akhir Agustus, nilai PMN yang terserap Rp2,76 triliun, tersisa Rp1,04 triliun.

PLN juga menganggarkan PMN untuk membangun sejumlah pembangkit. Antara lain, PLTGU (Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap) Tanjung Priok, PLTGU Muara Karang, PLTGU Lombok Peaker, pembangkit tersebar PLTG/MG dan PLTD pulau terdepan, serta pembangkit tersebar PLTD. 

Masing-masing dana PMN yang dianggarkan untuk proyek pembangkit tersebut mencapai Rp1,5 triliun untuk PLTGU Tanjung Priok, Rp700 miliar (PLTGU Muara Karang), dan Rp200 miliar (PLTGU Lombok Peaker). Lalu, Rp6,58 triliun untuk pembangkit tersebar PLTG/MG dan PLTD pulau terdepan serta pembangkit tersebar PLTD dianggarkan Rp2 triliun.(vir/c15/fal/das)
KOMENTAR
Berita Update
Calon Tuan Rumah  Bawa Kepala Daerah

Calon Tuan Rumah Bawa Kepala Daerah
Rabu, 23 Januari 2019 - 17:25 wib
Hakim Kuatkan Putusan PN Siak
Nelson Tetap Dihukum Setahun Penjara
Hakim Kuatkan Putusan PN Siak
Rabu, 23 Januari 2019 - 17:00 wib
Per usak Atribut PD Segera Jalani Persidangan

Per usak Atribut PD Segera Jalani Persidangan
Rabu, 23 Januari 2019 - 16:25 wib
Hadirkan 15 Saksi, Satu Alat Bukti Dibatalkan

Hadirkan 15 Saksi, Satu Alat Bukti Dibatalkan
Rabu, 23 Januari 2019 - 16:15 wib
Berkas Tersangka Ribuan Ekstasi Dilengkapi

Berkas Tersangka Ribuan Ekstasi Dilengkapi
Rabu, 23 Januari 2019 - 16:05 wib
Curanmor Kembali Beraksi, Resahkan Warga Dumai

Curanmor Kembali Beraksi, Resahkan Warga Dumai
Rabu, 23 Januari 2019 - 15:40 wib
120 Kasus DBD, Mayoritas Anak-Anak

120 Kasus DBD, Mayoritas Anak-Anak
Rabu, 23 Januari 2019 - 15:15 wib
Penempatan Kerja Menjadi Tanggung Jawab Bersama

Penempatan Kerja Menjadi Tanggung Jawab Bersama
Rabu, 23 Januari 2019 - 15:00 wib

Pembangunan Harus Berjalan Maksimal
Rabu, 23 Januari 2019 - 14:46 wib
Cari Berita
Ekonomi-Bisnis Terbaru
12,5 Ton Siput Diekspor ke Malaysia

Rabu, 23 Januari 2019 - 14:33 WIB

Gojek Siap Perkenalkan Layanan Daring

Rabu, 23 Januari 2019 - 12:32 WIB

Bebas Ekspor Kelapa Diharapkan Tak Hanya Manis di Bibir
Siapkan Diri untuk Mengikuti Kompetisi di GameZ Telkomsel
PWI Diperkenalkan Cikal Bakal Berdirinya PT RAPP

Rabu, 23 Januari 2019 - 10:35 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us