Penerimaan Negara Meningkat
Rabu, 12 September 2018 - 21:15 WIB > Dibaca 301 kali Print | Komentar
Berita Terkait

Kemenkeu Sempurnakan UU Penerimaan Negara Bukan Pajak



JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pertumbuhan penerimaan negara terus membaik. Per Agustus, penerimaan negara mencapai Rp1.152,7 triliun. Angka tersebut mencakup 60,8 persen dari target penerimaan negara sebesar Rp 1.894,7 triliun tahun ini. Realisasi penerimaan negara pada Agustus 2018 menunjukkan kenaikan 18,4 persen bila dibandingkan dengan Agustus 2017. 

Hal itu didorong pertumbuhan penerimaan perpajakan 16,5 persen serta kenaikan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar 23,4 persen. Pada Agustus tahun lalu, pertumbuhan penerimaan dari sektor perpajakan hanya 9,5 persen. Sedangkan pertumbuhan PNBP 22 persen. ”Ini pertumbuhan yang tinggi,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat rapat kerja pembahasan asumsi dasar rancangan anggaran pendapatan dan belanja (RAPBN) 2019, Senin (10/9). 

Menurut dia, capaian penerimaan negara kali ini sangat baik.  Sebab, harga komoditas yang menjadi sumber ekspor Indonesia juga sudah mulai recovery. Selain itu, basis data perpajakan membaik dari tax amnesty sehingga penerimaan bisa ikut tumbuh. Perempuan yang kerap disapa Ani itu juga menerangkan, setiap rupiah melemah Rp 100 per dolar AS (USD), penerimaan negara naik Rp4,7 triliun. 

Kenaikan penerimaan itu juga dipengaruhi harga komoditas. Meski penerimaan naik, belanja negara juga meningkat Rp3,1 triliun karena rupiah yang melemah. Dari situ, terjadi selisih surplus Rp 1,6 triliun. Meski negara mendapat kenaikan penerimaan saat rupiah melemah, Ani menampik negara mendulang keuntungan. 

”Mengelola anggaran negara itu bukan soal untung. Kalau APBN sehat itu karena kami menggunakan instrumen untuk menjaga ekonomi lebih baik. Artinya, kami tidak menggunakan untung atau rugi, karena ini sering dipelintir,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi XI DPR Melchias Markus Mekeng menanyakan penerimaan negara saat terjadi pelemahan rupiah. Dia ingin mendapatkan penjelasan dari pemerintah apakah fluktuasi nilai tukar memberikan keuntungan kepada negara. ”Kira-kira sumber penerimaan negara kita dengan kurs yang bergejolak begini, berdampak pada penerimaan negara enggak? Intinya, apakah dengan kurs naik, pemerintah untung?” tanyanya.(rin/c10/oki/jpg)
KOMENTAR
Berita Update

Sekda Hadiri Pengukuhan Warga PSHT
Senin, 24 September 2018 - 14:30 wib

Dealer Isuzu Isuindomas Putra Gelar Service Clinic
Senin, 24 September 2018 - 14:29 wib
Inovasi Produk Dorong Penjualan

Inovasi Produk Dorong Penjualan
Senin, 24 September 2018 - 14:20 wib
Polda Awasi Medsos Secara Ketat

Polda Awasi Medsos Secara Ketat
Senin, 24 September 2018 - 14:00 wib

Jessica Raih Emas Kejurnas Piala Panglima
Senin, 24 September 2018 - 13:30 wib
Paripurna Molor 6 Jam,  11 Anggota Dewan Bolos

Paripurna Molor 6 Jam, 11 Anggota Dewan Bolos
Senin, 24 September 2018 - 13:16 wib

Joshua Penuhi Janji
Senin, 24 September 2018 - 13:00 wib
Setujui Tobasa Jadi Toba

Setujui Tobasa Jadi Toba
Senin, 24 September 2018 - 12:55 wib
12 Jamaah Haji Nagan  Belum Kembali

12 Jamaah Haji Nagan Belum Kembali
Senin, 24 September 2018 - 12:31 wib

Marquez Juara di Aragon
Senin, 24 September 2018 - 12:30 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Menteri Keuangan Imbau Perusahaan Gunakan Rupiah

Sabtu, 22 September 2018 - 15:49 WIB

TGB Blak-blakan Bicara Tudingan Gratifikasi

Kamis, 20 September 2018 - 18:43 WIB

Pamflet Undangan Diskusi Divestasi Newmont itu Hoax

Kamis, 20 September 2018 - 14:11 WIB

BPJS Kesehatan Laporkan Pengkritik

Rabu, 19 September 2018 - 15:48 WIB

TP PKK Bengkalis Wakili Riau ke Tingkat Nasional

Rabu, 19 September 2018 - 12:00 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us