Stok Beras Melimpah, Harga Lebih Terkendali
Rabu, 12 September 2018 - 17:18 WIB > Dibaca 599 kali Print | Komentar
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo Adi mengatakan, stok beras dalam gudang Pasar Beras Induk Cipinang (PIBC) melimpah.

Jumlahnya lebih dari 40 ribu ton. Karena itu, harga beras di PIBC terbilang masih normal dan terkendali. ’’Memang ada sedikit kenaikan harga sekitar tiga persen. Namun, ini masih tergolong wajar dan cenderung sementara. Terlebih, sebentar lagi petani panen raya,’’ ujar Arief, Senin (10/9).

Menurut dia, harga beras tahun ini lebih terkontrol daripada sebelumnya. Berdasar data year-to-year, kenaikan tercatat 3,8 persen pada periode bulan lalu bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu 7,4 persen.

Dengan kondisi tersebut, Arief mengingatkan Bulog yang ditugasi melakukan operasi pasar (OP) beras untuk tidak terlalu agresif dan memperhatikan ritme suplai.

Arief khawatir stok di pasar akan banjir dan membuat harga tertekan sehingga mengganggu petani.

Apalagi, pasokan dari daerah masih lancar sekitar 3 ribu–5 ribu ton per hari. ’’OP Bulog dengan menyalurkan beras ke pasar berpotensi menekan harga dan mengganggu petani yang secara bergantian di berbagai daerah sedang panen,’’ tegas Arief.

Dia mengungkapkan, selama ini petani mengeluhkan harga pembelian pemerintah (HPP) yang terlampau rendah di angka Rp 3.700 per kilogram karena di bawah biaya produksi.

Saat ini petani menikmati harga gabah yang baik, yaitu Rp 5.000–Rp 5.500 per kilogram (kg).

Sebelumnya, menteri perdagangan yang mewakili pemerintah menugasi Bulog untuk menyiapkan operasi pasar beras.

Penugasan itu menjadi bagian dari langkah pemerintah menjaga inflasi 3,5 persen sesuai dengan target APBN 2018. Perum Bulog menyatakan siap menjalani penugasan tersebut dengan stok beras 2,2 juta ton.

’’Jumlah ini cukup untuk menjaga harga beras hingga musim panen berikutnya,’’ tutur Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Tri Wahyudi Saleh. (agf/c14/oki)

Sumber: JPNN
KOMENTAR
Berita Update
Kampanye Kurangi Penggunaan Plastik

Kampanye Kurangi Penggunaan Plastik
Senin, 19 November 2018 - 14:00 wib

Bupati Ajak Putra Terbaik Kampar Bersinergi Bangun Negeri
Senin, 19 November 2018 - 13:50 wib

Abrasi, Jalan Antar Desa Terancam Putus
Senin, 19 November 2018 - 13:45 wib

Dimas Harumkan Nama Bangsa di Belgia
Senin, 19 November 2018 - 13:30 wib
Mobil Tergelincir dan Terguling
Akses Perbatasan Riau-Sumbar Macet Panjang
Senin, 19 November 2018 - 13:24 wib
Jika Banjir Berbahaya, Sekolah Boleh Libur

Jika Banjir Berbahaya, Sekolah Boleh Libur
Senin, 19 November 2018 - 13:00 wib

Gudang Kayu Bangunan Musnah Terbakar
Senin, 19 November 2018 - 12:30 wib
Dittipid Siber Kejar Uang Hasil Peretasan

Dittipid Siber Kejar Uang Hasil Peretasan
Senin, 19 November 2018 - 12:12 wib
Status Tersangka  Harris Anggara Dicabut
Korupsi Pipa Transmisi
Status Tersangka Harris Anggara Dicabut
Senin, 19 November 2018 - 12:00 wib
Penyakit Kulit Mengancam Warga Usai Banjir

Penyakit Kulit Mengancam Warga Usai Banjir
Senin, 19 November 2018 - 11:45 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Akses Perbatasan Riau-Sumbar Macet Panjang

Senin, 19 November 2018 - 13:24 WIB

PBNU Tak Sependapat dengan PSI Soal Perda Syariah dan Injil
Kata Jokowi Monumen Kapsul Menyimpan Idealisme Seperti Avengers
Pembagian Sertifikat Tanah Harus Ada Tindak Lanjut Pemerintah
Menteri Keamanan Siber Jepang Ternyata Tak Mengerti Komputer
Sagang Online
loading...
Follow Us