Junaidi Penerima Kalpataru Pengabdi Lingkungan

Riau | Minggu, 16 September 2018 - 14:21 WIB

Junaidi Penerima Kalpataru Pengabdi Lingkungan
PEGANG KALPATARU: Junaidi memegang Kalpataru di Imbo Putui, Petapahan, Kampar, Kamis (13/9/2018). MONANG LUBIS/RIAU POS

KAMPAR (RIAUPOS.CO) - Mencintai lingkungan hidup menjadi bagian dari keseharian Junaidi. Kalpataru baginya bukan tujuan. Kalpataru baginya hanya sebagai bonus dari kecintaannya pada lingkungan dan dia bisa mengajak orang lain untuk ikut mencintai dan menjaga lingkungan.

Dikisahkan Junaidi, sebagai seorang pegawai negeri sipil (PNS), dirinya bertugas di lapangan, membentuk kelompok tani sekaligus kelompok yang mencintai dan menjaga hutan. Pembentukan kelompok-kelompok ini dilakukan secara berkala dan berkelanjutan.

Tujuan pembentukan kelompok-kelompok ini  sudah jelas, bagaimana lingkungan dan hutan dapat tetap lestari. Untuk melestarikan hutan dan alam, perlu kelompok yang di dalamnya ada orang-orang yang benar-benar mencintai alam dan lingkungan.

‘’Saya setiap hari bekerja melebihi jam kerja yang ditentukan. Karena saya mencintai apa yang saya kerjakan, bagi saya hal itu tidak masalah. Bahkan setiap hari saya terus termotivasi untuk memberikan yang terbaik. Kecintaan saya terhadap lingkungan saya tularkan terus kepada siapa saja yang ingin mengenal lebih jauh akan alam ini,’’ ungkap Junaidi, Kamis (13/9/2018).

Menurutnya saat ini ada banyak kelompok pecinta lingkungan yang dibentuknya menjadi eksis. Meski sudah eksis, Junaidi mengaku dirinya tetap terus berkoordinasi dan mengawal termasuk membantu membuat program kerja yang lebih baik dan bermanfaat tidak hanya bagi kelompok tapi juga masyarakat sekitar.

‘’Saya ingin kelompok yang ada tidak hanya mendapat kepuasan batin tapi lebih jauh memiliki penghasilan yang baik dari mencintai lingkungan. Misalnya dengan ternak lebah madu dan lainnya. Hal itu dapat meningkatkan perekonomian para anggotanya,’’ jelasnya.

Ada pun kalpataru yang diraih Junaidi adalah kategori pengabdi lingkungan. Kategori pengabdi lingkungan ini, penghargaan yang diberikan kepada petugas lapangan atau pegawai negeri telah menunjukkan pengabdian yang luar biasa dalam upaya pelestarian alam dan lingkungan hidup. Usaha tersebut melampaui tugas pokok dan kewajibannya serta berlangsung cukup lama. Yang dimaksud petugas lapangan meliputi penyuluh lapangan penghijauan, petugas penyuluh lapangan, petugas lapangan kesehatan, jagawana, penjaga pintu air, dan lain-lain. Sedangkan pegawai negeri termasuk di antaranya PNS, TNI, Polri, PPLH, PPNS, dan guru.

Junaidi menerima Kalpataru pada 30 Agustus lalu di Manado, dari KLHK  sebagai pengabdi lingkungan yang diajukan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kampar.

‘’Saat ini saya dinas di Lingkungan Hidup Provinsi dan akan pensiun pada Januari 2019 mendatang. Meski saya pensiun, saya akan tetap dengan komitmen saya dalam menjaga lingkungan, serta mengajak masyarakat untuk melestarikan alam,’’ ungkapnya.(mng)





loading...

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU