Mahasiswa Tuntut Stabilitas Rupiah dan Pengelolaan Blok Rokan
Selasa, 18 September 2018 - 12:30 WIB > Dibaca 1469 kali Print | Komentar
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Gedung DPRD Riau, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, kembali didatangi ratusan mahasiswa, Senin (17/9) siang. Kali ini dari Aliansi Lembaga Mahasiswa Universitas Lancang Kuning (Unilak). Dengan mengenakan almamater kuning, mahasiswa yang jumlahnya ratusan ingin menyampaikan aspirasi langsung kepada DPRD.


Ada dua poin tuntutan mahasiswa. Pertama mendesak pemerintah pusat segera menstabilkan nilai tukar rupiah terhadap dollar. Kedua, meminta agar daerah dilibatkan dalam pengelolaan Blok Rokan.


Di awal aksi yang berlangsung tepat di depan gerbang DPRD Riau itu berlangsung tertib. Satu per satu orator silih berganti menyampaikan aspirasi.


‘’Aliansi mahasiswa Unilak meminta pemerintah segera menstabilkan nilai tukar rupiah terhadap dolar. Dalam tempo sesingkat-singkatnya. Dengan cara menolak impor dan lebih memberdayakan produksi lokal untuk perekonomian negeri,” ujar koordinator lapangan (korlap) aksi Azri Mahendra.


Selain itu mahasiswa juga menyoroti masalah pengelolaan Blok Rokan. Di mana, blok Migas terbesar di Pulau Sumatera itu kini telah diputus untuk dikelola BUMN Pertamina. Namun mahasiswa menuding perpindahan pengelolaan itu hanya bungkusnya saja. Sedangkan investasi dan sumber daya manusia yang bekerja didalamnya masih didominasi asing.


Usai menyampaikan orasi, mahasiswa meminta agar aparat pengamanan yang terdiri dari Polisi dan Satpol PP agar melainkan mahasiswa masuk. Dengan tujuan aspirasi yang disampaikan langsung diterima anggota DPRD Riau. Karena sudah beberapa jam mahasiswa berorasi, tidak ada satupun anggota dewan yang datang menemui.


Namun permintaan itu tidak dikabulkan aparat pengamanan. Sehingga sempat terjadi aksi saling dorong. Bentrokan kecil tak terhindarkan. Bahkan ada beberapa mahasiswa yang sempat terluka goresan lantaran terlibat saling dorong.


Situasi tersebut kemudian mereda sesaat. Mahasiswa kembali meminta agar Polisi memberi izin masuk. Namun lagi-lagi permintaan mahasiswa tidak mendapat izin. Aksi saling dorong kembali terjadi. Hingga sekitar pukul 16.25 WIB aksi saling dorong terjadi hingga 3 kali.
Mahasiswa juga sempat mempertanyakan alasan kepolisian tidak memberi izin masuk.


KOMENTAR
Berita Update

Program Ikkon Kembangkan 4 Sektor
Selasa, 15 Oktober 2018 - 20:00 wib

Pemkab Terima Hibah 500 Alquran
Selasa, 15 Oktober 2018 - 19:30 wib

Bupati Buka MTQ Ke-48 di Teluk Pinang
Selasa, 15 Oktober 2018 - 19:00 wib
26 Rumah Warga Dilalap Jago Merah
Pemkab Bantu Korban Kebakaran
Selasa, 15 Oktober 2018 - 18:30 wib
Liga U-17 Riau Pos Askot PSSI Pekanbaru
Papan Atas Makin Seru, Rajawali Bikin Kejutan
Selasa, 15 Oktober 2018 - 18:00 wib

HUT Kuansing, Indrako Swalayan Donor Darah
Selasa, 15 Oktober 2018 - 17:00 wib
RAPBD Tak Disetujui, Apakah  Berdampak terhadap KONI?

RAPBD Tak Disetujui, Apakah Berdampak terhadap KONI?
Selasa, 15 Oktober 2018 - 16:35 wib

Perlu Bersinergi Bersama
Selasa, 15 Oktober 2018 - 16:30 wib
Pemerintah Tak Solid Putuskan Kenaikan Premium

Pemerintah Tak Solid Putuskan Kenaikan Premium
Selasa, 15 Oktober 2018 - 16:12 wib
Tunjangan Transportasi Dewan Rp12,75 Juta Per Bulan

Tunjangan Transportasi Dewan Rp12,75 Juta Per Bulan
Selasa, 15 Oktober 2018 - 16:00 wib
Cari Berita
Ekonomi-Bisnis Terbaru
Pemerintah Tak Solid Putuskan Kenaikan Premium

Senin, 15 Oktober 2018 - 16:12 WIB

PT Bimalyndo Hajar  Aswad Resmi Beroperasi

Senin, 15 Oktober 2018 - 14:23 WIB

Tingkatkan Kompetensi dan Profesionalisme Konsultan

Senin, 15 Oktober 2018 - 14:12 WIB

35 Ribu Pekerja Rentan Dilindungi BPJS TK-Bank Riau-Kepri
Bidik Nilai Kontrak 25 Juta Dolar AS

Jumat, 12 Oktober 2018 - 15:43 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini