Mahasiswa Tuntut Stabilitas Rupiah dan Pengelolaan Blok Rokan
Selasa, 18 September 2018 - 12:30 WIB > Dibaca 1637 kali Print | Komentar
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Gedung DPRD Riau, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, kembali didatangi ratusan mahasiswa, Senin (17/9) siang. Kali ini dari Aliansi Lembaga Mahasiswa Universitas Lancang Kuning (Unilak). Dengan mengenakan almamater kuning, mahasiswa yang jumlahnya ratusan ingin menyampaikan aspirasi langsung kepada DPRD.


Ada dua poin tuntutan mahasiswa. Pertama mendesak pemerintah pusat segera menstabilkan nilai tukar rupiah terhadap dollar. Kedua, meminta agar daerah dilibatkan dalam pengelolaan Blok Rokan.


Di awal aksi yang berlangsung tepat di depan gerbang DPRD Riau itu berlangsung tertib. Satu per satu orator silih berganti menyampaikan aspirasi.


‘’Aliansi mahasiswa Unilak meminta pemerintah segera menstabilkan nilai tukar rupiah terhadap dolar. Dalam tempo sesingkat-singkatnya. Dengan cara menolak impor dan lebih memberdayakan produksi lokal untuk perekonomian negeri,” ujar koordinator lapangan (korlap) aksi Azri Mahendra.


Selain itu mahasiswa juga menyoroti masalah pengelolaan Blok Rokan. Di mana, blok Migas terbesar di Pulau Sumatera itu kini telah diputus untuk dikelola BUMN Pertamina. Namun mahasiswa menuding perpindahan pengelolaan itu hanya bungkusnya saja. Sedangkan investasi dan sumber daya manusia yang bekerja didalamnya masih didominasi asing.


Usai menyampaikan orasi, mahasiswa meminta agar aparat pengamanan yang terdiri dari Polisi dan Satpol PP agar melainkan mahasiswa masuk. Dengan tujuan aspirasi yang disampaikan langsung diterima anggota DPRD Riau. Karena sudah beberapa jam mahasiswa berorasi, tidak ada satupun anggota dewan yang datang menemui.


Namun permintaan itu tidak dikabulkan aparat pengamanan. Sehingga sempat terjadi aksi saling dorong. Bentrokan kecil tak terhindarkan. Bahkan ada beberapa mahasiswa yang sempat terluka goresan lantaran terlibat saling dorong.


Situasi tersebut kemudian mereda sesaat. Mahasiswa kembali meminta agar Polisi memberi izin masuk. Namun lagi-lagi permintaan mahasiswa tidak mendapat izin. Aksi saling dorong kembali terjadi. Hingga sekitar pukul 16.25 WIB aksi saling dorong terjadi hingga 3 kali.
Mahasiswa juga sempat mempertanyakan alasan kepolisian tidak memberi izin masuk.


KOMENTAR
Berita Update

Disdukcapil Musnahkan 3.531 Keping KTP-el Invalid
Rabu, 19 Desember 2018 - 15:30 wib

Perbaikan Jembatan Barangan Perlu Waktu
Rabu, 19 Desember 2018 - 15:00 wib

Jalan Lintas Timur Masih Direndam Banjir
Rabu, 19 Desember 2018 - 14:30 wib

ACT Segera Kirimkan Tim Kemanusiaan untuk Muslim Uyghur
Rabu, 19 Desember 2018 - 14:04 wib
Balita Diperkosa, Berakhir Sekarat

Balita Diperkosa, Berakhir Sekarat
Rabu, 19 Desember 2018 - 14:03 wib

Wabup Apresiasi Rakor Pendidikan
Rabu, 19 Desember 2018 - 13:30 wib

Usai Kecelakaan, Ditemukan Sabu
Rabu, 19 Desember 2018 - 13:00 wib
ASN dan Perangkat  Desa Jadi Tauladan

ASN dan Perangkat Desa Jadi Tauladan
Rabu, 19 Desember 2018 - 12:30 wib

Isu Negatif Bisa Dorong Penguatan Rupiah
Rabu, 19 Desember 2018 - 12:14 wib
Cari Berita
Ekonomi-Bisnis Terbaru
APBN untuk Riau Rp34,83 Triliun

Rabu, 19 Desember 2018 - 09:57 WIB

PT Asuransi Astra Buana Terkesan Dukungan Riau Pos

Selasa, 18 Desember 2018 - 13:30 WIB

Tanpa Anggaran,  Peparpov 2019 Terancam Gagal Terlaksana

Selasa, 18 Desember 2018 - 12:45 WIB

Terima 499 Pesanan Mitsubishi Fuso

Selasa, 18 Desember 2018 - 12:45 WIB

Prabowo: Kalau Pilot Kurang Andal, Baiknya Diganti

Selasa, 18 Desember 2018 - 12:23 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us